Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

Headline

Komite Eksekutif Otsus Papua Menuai Polemik, Senator Sopater Sam Pertanyakan Urgensi Komite Eksekutif Otsus Papua

adminbadge-check


					Senator asal Papua Pegunungan, Sopater Sam, ST Perbesar

Senator asal Papua Pegunungan, Sopater Sam, ST

JAKARTA – Senator Papua Pegunungan, Sopater Sam, ST, menyampaikan pandangan kritis terkait pembentukan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang dilantik pada 8 Oktober lalu.

Dalam rapat bersama pimpinan DPD RI, Sopater Sam menegaskan bahwa kehadiran komite tersebut menimbulkan polemik di kalangan aktivis, akademisi, dan berbagai elemen masyarakat Papua. Kritik itu ramai disuarakan melalui media sosial, grup diskusi, hingga forum-forum organisasi.

“Banyak pihak menilai pembentukan Komite Eksekutif ini hanya mengulang cerita lama, membentuk lembaga yang tumpang tindih dengan tupoksi yang tidak jelas,” ujar Sopater Sam. Kamis, (30/10/2025).

Menurutnya, lembaga serupa telah dibentuk sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga Presiden Joko Widodo, dan terakhir dipimpin oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Karena itu, muncul pertanyaan mengenai urgensi pembentukan komite baru oleh pemerintah pusat.

Senator Sopater Sam menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat Papua untuk diteruskan kepada Presiden Prabowo Subianto, antara lain:

  1. Menanyakan urgensi pembentukan Komite Eksekutif mengingat sudah ada lembaga-lembaga sebelumnya dengan fungsi serupa.
  2. Mengusulkan pertemuan khusus Presiden dengan seluruh Senator dari enam provinsi di Tanah Papua, guna meminta penjelasan langsung terkait maksud dan tujuan pembentukan komite tersebut.
  3. Mendorong DPD RI mengundang Komite Eksekutif agar menjelaskan langkah konkret dalam mengurai konflik berkepanjangan di Papua, termasuk situasi kontak senjata yang masih berlangsung.
  4. Mempertanyakan struktur kepemimpinan komite, yang diisi tokoh-tokoh besar dari birokrasi, militer, hingga politisi. “Pertanyaannya, siapa yang akan memerintah siapa dalam organisasi tersebut?” tegasnya.

Sopater Sam menekankan bahwa aspirasi ini lahir dari keresahan masyarakat Papua yang menginginkan pembangunan berjalan efektif, transparan, dan tidak menambah kerumitan birokrasi.

“Melalui lembaga terhormat ini, kami berharap suara rakyat Papua dapat tersampaikan dengan jelas, agar kebijakan yang diambil benar-benar menyentuh akar persoalan di Tanah Papua,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Satu Identitas Terduga Pelaku Penganiayaan Maut di Mile 28 Sudah Dikantongi Polisi

7 September 2026 - 17:14 WIB

IMG 20260907 WA0004

Gubernur Nawipa : Masa Depan Papua Tengah Ditentukan Kualitas SDM

7 September 2026 - 17:11 WIB

IMG 20260907 WA0016

Kapolda Turunkan Tim Gabungan Selidiki Kebakaran Pasar Bopauda Paniai, 11 Orang Tewas

7 September 2026 - 17:05 WIB

IMG 20260907 WA0030

USWIM Nabire Rayakan Dies Natalis ke-22, Teguhkan Arah Menjadi Perguruan Tinggi Unggul dan Rujukan

7 September 2026 - 17:00 WIB

IMG 20260907 WA0036

18 Kepala Distrik Masuk Struktur KOK/D, KONI Mimika: Regulasi Keolahragaan Sudah Berubah

7 September 2026 - 16:53 WIB

IMG 20260907 WA0050
Trending di Headline