Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Komite Eksekutif Otsus Papua Menuai Polemik, Senator Sopater Sam Pertanyakan Urgensi Komite Eksekutif Otsus Papua

adminbadge-check


					Senator asal Papua Pegunungan, Sopater Sam, ST Perbesar

Senator asal Papua Pegunungan, Sopater Sam, ST

JAKARTA – Senator Papua Pegunungan, Sopater Sam, ST, menyampaikan pandangan kritis terkait pembentukan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang dilantik pada 8 Oktober lalu.

Dalam rapat bersama pimpinan DPD RI, Sopater Sam menegaskan bahwa kehadiran komite tersebut menimbulkan polemik di kalangan aktivis, akademisi, dan berbagai elemen masyarakat Papua. Kritik itu ramai disuarakan melalui media sosial, grup diskusi, hingga forum-forum organisasi.

“Banyak pihak menilai pembentukan Komite Eksekutif ini hanya mengulang cerita lama, membentuk lembaga yang tumpang tindih dengan tupoksi yang tidak jelas,” ujar Sopater Sam. Kamis, (30/10/2025).

Menurutnya, lembaga serupa telah dibentuk sejak era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hingga Presiden Joko Widodo, dan terakhir dipimpin oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Karena itu, muncul pertanyaan mengenai urgensi pembentukan komite baru oleh pemerintah pusat.

Senator Sopater Sam menyampaikan sejumlah aspirasi masyarakat Papua untuk diteruskan kepada Presiden Prabowo Subianto, antara lain:

  1. Menanyakan urgensi pembentukan Komite Eksekutif mengingat sudah ada lembaga-lembaga sebelumnya dengan fungsi serupa.
  2. Mengusulkan pertemuan khusus Presiden dengan seluruh Senator dari enam provinsi di Tanah Papua, guna meminta penjelasan langsung terkait maksud dan tujuan pembentukan komite tersebut.
  3. Mendorong DPD RI mengundang Komite Eksekutif agar menjelaskan langkah konkret dalam mengurai konflik berkepanjangan di Papua, termasuk situasi kontak senjata yang masih berlangsung.
  4. Mempertanyakan struktur kepemimpinan komite, yang diisi tokoh-tokoh besar dari birokrasi, militer, hingga politisi. “Pertanyaannya, siapa yang akan memerintah siapa dalam organisasi tersebut?” tegasnya.

Sopater Sam menekankan bahwa aspirasi ini lahir dari keresahan masyarakat Papua yang menginginkan pembangunan berjalan efektif, transparan, dan tidak menambah kerumitan birokrasi.

“Melalui lembaga terhormat ini, kami berharap suara rakyat Papua dapat tersampaikan dengan jelas, agar kebijakan yang diambil benar-benar menyentuh akar persoalan di Tanah Papua,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Deinas Geley Pimpin PSSI Papua Tengah, Targetkan Pembinaan Pemain Muda hingga Tingkat Nasional

6 November 2026 - 12:46 WIB

IMG 20261106 214339

Dilanda Kemarau, Kelompok Tani Pumaiye Deiyai Berhasil Panen Wortel, Bawang Merah dan Kubis

6 November 2026 - 12:35 WIB

IMG 20261106 213348

PN Timika Tangani 27 Perkara Narkotika, Sejumlah Mantan Napi Kembali Terjerat

6 November 2026 - 12:28 WIB

IMG 20261106 WA0026

Terjerat Pergaulan Orang Dewasa, Tujuh Anak Berhadapan dengan Hukum di Timika

6 November 2026 - 11:59 WIB

IMG 20261106 WA0024

Kunjungan Pasien di Puskesmas Waghete Deiyai Tembus 80 Orang per Hari

6 November 2026 - 11:26 WIB

IMG 20261106 WA0022
Trending di News