Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

DPD RI Minta Pemerintah Tak Pangkas Anggaran Daerah, Soroti Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis

adminbadge-check


					DPD RI Minta Pemerintah Tak Pangkas Anggaran Daerah, Soroti Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis Perbesar

JAKARTA – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mendesak pemerintah pusat untuk tidak memangkas anggaran transfer ke daerah, khususnya Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik, dalam APBN 2025. Pemangkasan anggaran dikhawatirkan dapat menghambat laju pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Indonesia.

Seruan ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPD RI, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, saat memimpin Sidang Paripurna Ke-4 Masa Sidang II Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (28/10/2025).

“Di tengah semangat pembangunan wilayah, pemerintah tidak boleh melemahkan stimulus fiskal yang justru menjadi tulang punggung pemerataan pembangunan,” ujar GKR Hemas.

DPD menyoroti risiko penurunan DAK fisik yang dinilai berpotensi memperlambat pembangunan. GKR Hemas menegaskan bahwa kebijakan pusat seharusnya menjadi pendorong akselerasi, bukan hambatan, bagi pembangunan daerah.

“Kami mendesak pemerintah pusat untuk menjaga komitmen alokasi DAK fisik agar pembangunan di daerah dapat berjalan sesuai rencana,” tegasnya.

Selain isu anggaran daerah, DPD RI juga menyoroti implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meskipun program tersebut dianggap strategis untuk penguatan kualitas SDM, GKR Hemas mencatat masih adanya tantangan besar di lapangan, mulai dari keterbatasan dapur hingga kasus keracunan massal.

“Oleh karena itu, DPD RI mendorong agar pemerintah memperkuat mekanisme pengawasan, transparansi, serta evaluasi menyeluruh terhadap MBG, agar program ini benar-benar memberikan manfaat yang optimal dan aman,” katanya.

Lebih lanjut, DPD RI turut mengangkat permasalahan serius di sektor pelayanan dasar, yaitu kekurangan tenaga pengajar di berbagai daerah. Hal ini dipandang sebagai ancaman jangka panjang terhadap kualitas SDM dan dapat menghambat pemanfaatan bonus demografi.

Dalam sidang yang sama, aspirasi dari berbagai daerah juga mengemuka. Anggota DPD RI dari Riau, Muhammad Mursyid, menyatakan bahwa daerah justru meminta peningkatan dukungan anggaran dari pusat karena banyak persoalan mendesak tidak dapat diselesaikan akibat keterbatasan anggaran.

Sementara itu, Anggota DPD RI dari Papua, Eka Kristina Yeimo, menekankan pentingnya peningkatan infrastruktur dasar yang sesuai dengan kondisi geografis di kawasan timur Indonesia. Ia juga menyoroti adanya resistensi masyarakat adat terkait rencana pengelolaan Blok Wabu di Intan Jaya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dua Hari Pelatihan, Petani Puncak Jaya Belajar Kembangkan Kopi Berkualitas

6 November 2026 - 12:56 WIB

IMG 20261106 WA0036

Deinas Geley Pimpin PSSI Papua Tengah, Targetkan Pembinaan Pemain Muda hingga Tingkat Nasional

6 November 2026 - 12:46 WIB

IMG 20261106 214339

Dilanda Kemarau, Kelompok Tani Pumaiye Deiyai Berhasil Panen Wortel, Bawang Merah dan Kubis

6 November 2026 - 12:35 WIB

IMG 20261106 213348

PN Timika Tangani 27 Perkara Narkotika, Sejumlah Mantan Napi Kembali Terjerat

6 November 2026 - 12:28 WIB

IMG 20261106 WA0026

Terjerat Pergaulan Orang Dewasa, Tujuh Anak Berhadapan dengan Hukum di Timika

6 November 2026 - 11:59 WIB

IMG 20261106 WA0024
Trending di News