Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

Headline

DPD RI Minta Pemerintah Tak Pangkas Anggaran Daerah, Soroti Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis

adminbadge-check


					DPD RI Minta Pemerintah Tak Pangkas Anggaran Daerah, Soroti Pengawasan Program Makan Bergizi Gratis Perbesar

JAKARTA – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mendesak pemerintah pusat untuk tidak memangkas anggaran transfer ke daerah, khususnya Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik, dalam APBN 2025. Pemangkasan anggaran dikhawatirkan dapat menghambat laju pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Indonesia.

Seruan ini disampaikan oleh Wakil Ketua DPD RI, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, saat memimpin Sidang Paripurna Ke-4 Masa Sidang II Tahun Sidang 2025-2026 di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (28/10/2025).

“Di tengah semangat pembangunan wilayah, pemerintah tidak boleh melemahkan stimulus fiskal yang justru menjadi tulang punggung pemerataan pembangunan,” ujar GKR Hemas.

DPD menyoroti risiko penurunan DAK fisik yang dinilai berpotensi memperlambat pembangunan. GKR Hemas menegaskan bahwa kebijakan pusat seharusnya menjadi pendorong akselerasi, bukan hambatan, bagi pembangunan daerah.

“Kami mendesak pemerintah pusat untuk menjaga komitmen alokasi DAK fisik agar pembangunan di daerah dapat berjalan sesuai rencana,” tegasnya.

Selain isu anggaran daerah, DPD RI juga menyoroti implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Meskipun program tersebut dianggap strategis untuk penguatan kualitas SDM, GKR Hemas mencatat masih adanya tantangan besar di lapangan, mulai dari keterbatasan dapur hingga kasus keracunan massal.

“Oleh karena itu, DPD RI mendorong agar pemerintah memperkuat mekanisme pengawasan, transparansi, serta evaluasi menyeluruh terhadap MBG, agar program ini benar-benar memberikan manfaat yang optimal dan aman,” katanya.

Lebih lanjut, DPD RI turut mengangkat permasalahan serius di sektor pelayanan dasar, yaitu kekurangan tenaga pengajar di berbagai daerah. Hal ini dipandang sebagai ancaman jangka panjang terhadap kualitas SDM dan dapat menghambat pemanfaatan bonus demografi.

Dalam sidang yang sama, aspirasi dari berbagai daerah juga mengemuka. Anggota DPD RI dari Riau, Muhammad Mursyid, menyatakan bahwa daerah justru meminta peningkatan dukungan anggaran dari pusat karena banyak persoalan mendesak tidak dapat diselesaikan akibat keterbatasan anggaran.

Sementara itu, Anggota DPD RI dari Papua, Eka Kristina Yeimo, menekankan pentingnya peningkatan infrastruktur dasar yang sesuai dengan kondisi geografis di kawasan timur Indonesia. Ia juga menyoroti adanya resistensi masyarakat adat terkait rencana pengelolaan Blok Wabu di Intan Jaya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Satu Identitas Terduga Pelaku Penganiayaan Maut di Mile 28 Sudah Dikantongi Polisi

7 September 2026 - 17:14 WIB

IMG 20260907 WA0004

Gubernur Nawipa : Masa Depan Papua Tengah Ditentukan Kualitas SDM

7 September 2026 - 17:11 WIB

IMG 20260907 WA0016

Kapolda Turunkan Tim Gabungan Selidiki Kebakaran Pasar Bopauda Paniai, 11 Orang Tewas

7 September 2026 - 17:05 WIB

IMG 20260907 WA0030

USWIM Nabire Rayakan Dies Natalis ke-22, Teguhkan Arah Menjadi Perguruan Tinggi Unggul dan Rujukan

7 September 2026 - 17:00 WIB

IMG 20260907 WA0036

18 Kepala Distrik Masuk Struktur KOK/D, KONI Mimika: Regulasi Keolahragaan Sudah Berubah

7 September 2026 - 16:53 WIB

IMG 20260907 WA0050
Trending di Headline