Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

Headline

Momentum 100 Tahun Aitumeri, DPD RI Dorong Peradaban Kijne Sebagai Kurikulum Wajib Daerah

adminbadge-check


					Momentum 100 Tahun Aitumeri, DPD RI Dorong Peradaban Kijne Sebagai Kurikulum Wajib Daerah Perbesar

Wasior – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mendesak agar nilai-nilai dan filosofi yang diwariskan oleh tokoh misionaris dan pendidik terkemuka, Ishak Samuel Kijne, diintegrasikan secara sistematis sebagai kurikulum muatan lokal di seluruh lembaga pendidikan di Tanah Papua.

Desakan ini disampaikan oleh Ketua Komite III DPD RI, Filep Wamafma, saat menghadiri perayaan 100 tahun Aitumeri di Wasior, Teluk Wondama, yang merupakan lokasi berdirinya sekolah formal pertama yang didirikan Kijne pada 25 Oktober 1925.

Senator Filep Wamafma menegaskan bahwa pemikiran Kijne yang menekankan iman, ilmu, dan tanggung jawab moral telah menjadi fondasi utama peradaban Orang Asli Papua (OAP).

“Sejarah dan filosofi Kijne jangan hanya diingat sebagai cerita, tetapi perlu diajarkan secara sistematis di sekolah,” ujar Filep Wamafma. “Integrasi nilai-nilai ini ke dalam kurikulum pendidikan adalah bagian dari upaya membangun manusia Papua yang berakar pada sejarah dan budaya sendiri di tengah derasnya arus modernisasi.”

Menurut Filep, penerapan Kurikulum Peradaban Kijne bukan sekadar pelajaran sejarah, melainkan upaya strategis untuk membentuk manusia Papua yang beriman, berilmu, dan berkarakter kuat. Ia khawatir, tanpa referensi yang memadai, generasi Papua mendatang akan sulit memahami filosofi hidup dan jati diri mereka.

Ishak Samuel Kijne, misionaris Belanda yang berkarya di Papua sejak 1923, dikenal luas karena pendekatannya dalam pendidikan yang berbasis pada kehidupan lokal. Kurikulum yang dia terapkan saat itu berfokus pada kemampuan praktis seperti bercocok tanam dan kerja sama komunitas, serta penanaman nilai moral.

Warisan Kijne yang paling ikonik adalah pesan yang tertulis di “Batu Peradaban”:

Di atas batu ini saya meletakkan peradaban orang Papua. Sekalipun orang memiliki kepandaian tinggi, akal budi, dan marifat tetapi tidak dapat memimpin bangsa ini, bangsa ini akan bangkit dan memimpin dirinya sendiri.”

Sementara itu, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, turut mendukung usulan tersebut. Ia menyatakan bahwa perayaan satu abad Aitumeri harus menjadi momen refleksi bagi seluruh pemerintah daerah di Tanah Papua untuk memperkuat komitmen pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan yang berlandaskan nilai iman, ilmu, dan kasih yang ditanamkan Kijne.

DPD RI kini mendorong pemerintah daerah di seluruh wilayah Papua untuk segera menindaklanjuti gagasan ini melalui penyusunan kurikulum muatan lokal yang relevan, guna memastikan warisan nilai luhur Kijne mendapat penguatan dan menjadi panduan hidup bagi generasi muda Papua.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Dinkes Kabupaten Mimika Perkuat Data Kebutuhan Nakes 

17 Juni 2026 - 13:41 WIB

IMG 20260617 WA0028

BPJS Kesehatan Mimika Sosialisasikan Kepesertaan JKN bagi Relawan SPPG di Papua Tengah

17 Juni 2026 - 13:36 WIB

IMG 20260617 WA0014

Pemkab Nabire Soroti Kenaikan Harga Telur, Bawang Merah dan Cabai Rawit

17 Juni 2026 - 13:31 WIB

IMG 20260617 WA0021

Mahalnya Pakan Ternak Berdampak Harga Telur di Nabire Tinggi 

17 Juni 2026 - 13:21 WIB

IMG 20260617 WA0024

Wagub Papua Tengah Tekankan Disiplin ASN dan Percepatan Penyerapan Anggaran dalam Apel Gabungan

17 Juni 2026 - 12:03 WIB

IMG 20260617 WA0109
Trending di Headline