Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

Headline

Kemenhub RI Diminta Mediasi Pertemuan Bahas Pelayaran ke Sipu-Sipu, Mimika

adminbadge-check


					Kemenhub RI Diminta Mediasi Pertemuan Bahas Pelayaran ke Sipu-Sipu, Mimika Perbesar

MIMIKA – Wakil Ketua IV DPR Papua Tengah, John NR Gobai, meminta Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub RI) untuk memfasilitasi pertemuan lintas pihak guna membahas persoalan pelayaran kapal perintis menuju dermaga Sipu-Sipu, Distrik Jita, Kabupaten Mimika.

Permintaan ini disampaikan menyusul kendala pelayaran yang dialami KM Sabuk Nusantara 114 (Sanus 114) akibat pendangkalan di beberapa titik jalur laut menuju Sipu-Sipu.

“Sejak beberapa tahun lalu kami terus mengadvokasi kasus pendangkalan sungai dan laut di Mimika. Upaya menghadirkan kapal perintis ke dermaga Sipu-Sipu sudah berhasil, namun kini terkendala karena jalur pelayaran mengalami pendangkalan,” jelas John Gobai dalam keterangannya, Selasa (22/10/2025).

Menurutnya, kapal KM Sanus 114 sempat melakukan pelayaran perdana dari Pelabuhan Pomako menuju Distrik Jita. Masyarakat menyambut kedatangan kapal itu dengan antusias, bahkan melakukan prosesi adat di dermaga Sipu-Sipu. Namun dalam pelayaran berikutnya, kapal mengalami kesulitan akibat dangkalnya beberapa titik alur laut.

“Setidaknya ada tiga titik pendangkalan yang perlu segera dikeruk, terutama di sekitar Pulau Tiga menuju Sungai Muras Besar dan Sungai Agimuga. Jarak dangkalnya sekitar 20 mil,” ungkapnya.

Gobai menegaskan, pengerukan harus dilakukan agar kapal dapat berlayar dengan aman dan lancar. Ia juga menilai, PT Freeport Indonesia memiliki tanggung jawab moral dalam persoalan ini, mengingat aktivitas pembuangan tailing dari perusahaan tambang tersebut diduga berkontribusi terhadap proses pendangkalan di wilayah itu.

“Freeport tidak bisa beralasan bahwa wilayah tersebut bukan area kerjanya. Pendangkalan ini terjadi akibat tailing yang mengendap di sekitar jalur pelayaran, jadi mereka juga harus ikut bertanggung jawab,” tegas Gobai.

Dalam pesan yang diterima dari Nahkoda KM Sanus 114, pihak kru kapal menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Jita karena belum bisa melanjutkan pelayaran dengan aman hingga ada perbaikan kondisi muara dan alur kapal.

“Kami sangat antusias melayani masyarakat Distrik Jita, tapi menyangkut keselamatan kapal dan penumpang, kami mohon pemerintah melakukan perbaikan kedalaman dan rambu-rambu agar pelayaran aman dan lancar,” tulis Nahkoda KM Sanus 114 dalam pesannya.

John Gobai mengungkapkan, hari ini pihaknya telah bertemu Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut (Dirlala) di Ditjen Perhubungan Laut, Kemenhub RI, untuk meminta agar kementerian memediasi pertemuan yang melibatkan Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Pemerintah Kabupaten Mimika, dan PT Freeport Indonesia.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Dinkes Kabupaten Mimika Perkuat Data Kebutuhan Nakes 

17 Juni 2026 - 13:41 WIB

IMG 20260617 WA0028

BPJS Kesehatan Mimika Sosialisasikan Kepesertaan JKN bagi Relawan SPPG di Papua Tengah

17 Juni 2026 - 13:36 WIB

IMG 20260617 WA0014

Pemkab Nabire Soroti Kenaikan Harga Telur, Bawang Merah dan Cabai Rawit

17 Juni 2026 - 13:31 WIB

IMG 20260617 WA0021

Mahalnya Pakan Ternak Berdampak Harga Telur di Nabire Tinggi 

17 Juni 2026 - 13:21 WIB

IMG 20260617 WA0024

Wagub Papua Tengah Tekankan Disiplin ASN dan Percepatan Penyerapan Anggaran dalam Apel Gabungan

17 Juni 2026 - 12:03 WIB

IMG 20260617 WA0109
Trending di Headline