JAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Provinsi Papua Tengah, Wilhelmus Pigai, secara terbuka meminta pemerintah pusat untuk memberlakukan kebijakan afirmasi di bidang pendidikan, khususnya melalui program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Senator Pigai menegaskan bahwa kuota beasiswa LPDP seharusnya dialokasikan 100 persen bagi putra-putri berprestasi asal Papua Tengah, sebagai langkah strategis mempercepat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul di daerah otonomi baru tersebut.
“Negara harus memberikan perhatian penuh dan keberpihakan nyata kepada anak-anak Papua Tengah yang berprestasi. Memberikan mereka akses prioritas melalui kuota afirmasi 100 persen LPDP adalah cara paling efektif agar mereka bisa kembali dan membangun daerahnya sendiri,” ujar Pigai di Jakarta. Selasa, (14/10/2025
Langkah ini, lanjutnya, merupakan kelanjutan dari perjuangan memperjuangkan hak pendidikan dan kesempatan yang setara bagi masyarakat Papua Tengah. Sebelumnya, ia juga mendorong pemerintah untuk menerapkan kuota 100 persen bagi putra-putri Papua Tengah dalam seleksi CPNS 2024. Kini, perjuangannya diarahkan ke sektor pendidikan sebagai fondasi utama pengembangan daerah.
Menurut Pigai, meskipun LPDP telah memiliki Beasiswa Afirmasi Putra-Putri Papua, kebijakan tersebut masih bersifat umum untuk seluruh Tanah Papua. Padahal, Papua Tengah sebagai Daerah Otonomi Baru (DOB) memiliki tantangan tersendiri dan memerlukan langkah akseleratif yang lebih konkret.
“Program yang ada sudah baik, tapi untuk DOB, kita butuh lompatan. Kuota afirmasi 100 persen ini bukan soal diskriminasi, tapi soal keadilan dan percepatan pembangunan SDM Papua Tengah. Ini adalah amanat Otonomi Khusus yang harus diwujudkan dalam kebijakan nyata,” tegasnya.
Selama masa reses, Wilhelmus Pigai aktif turun ke lapangan, menyalurkan berbagai program bantuan pendidikan seperti Program Indonesia Pintar (PIP), sekaligus mendengarkan aspirasi masyarakat. Dari hasil kunjungan itu, ia menemukan bahwa akses informasi dan kesadaran terhadap program beasiswa pusat masih sangat terbatas.
Pigai menilai, ketersediaan tenaga ahli lokal menjadi syarat utama agar Papua Tengah mampu berdiri mandiri dan tidak terus bergantung pada sumber daya dari luar daerah.
“Kalau tidak ada investasi serius pada SDM lokal, maka Papua Tengah akan terus tertinggal. LPDP harus menjadi sarana utama untuk mencetak generasi muda Papua Tengah yang unggul, profesional, dan siap memimpin,” tandasnya.
Permintaan Senator Pigai ini menjadi pengingat penting bagi pemerintah pusat, bahwa pembentukan DOB tidak boleh berhenti pada aspek administratif semata. Kebijakan afirmasi di sektor pendidikan adalah bentuk dari komitmen negara untuk memastikan Papua Tengah mampu melahirkan generasi emas yang siap membawa daerahnya menuju kemandirian, kemajuan, dan kesejahteraan.







