Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

News

TKD Batal Dipotong Permanen? Menkeu Purbaya Buka Peluang Tambahan Anggaran jika Ekonomi Pulih 2026

adminbadge-check


					TKD Batal Dipotong Permanen? Menkeu Purbaya Buka Peluang Tambahan Anggaran jika Ekonomi Pulih 2026 Perbesar

Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudi Sadewa memberikan tanggapan santai mengenai protes yang dilayangkan oleh 18 gubernur terkait pemotongan dana Transfer ke Daerah (TKD) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Menkeu Purbaya membuka peluang bagi pemerintah untuk menaikkan kembali alokasi TKD pada paruh kedua tahun depan. Syaratnya, kondisi ekonomi nasional harus membaik, yang secara otomatis akan mendorong kenaikan penerimaan pajak.

“Semuanya kan kalau dipotong anggarannya pasti protes. Saya bilang, ya pertengahan tahun depan mungkin ada ruang untuk meng-upgrade kalau ekonomi sudah mulai bagus dan pajak-pajak kita membaik,” ujar Purbaya usai pelantikan sejumlah pejabat di Istana Negara. Rabu, (08/10/2025).

Menkeu Purbaya juga menitipkan pesan penting kepada para kepala daerah. Ia meminta mereka untuk memastikan penyerapan anggaran berjalan bagus, tepat waktu, dan tidak ada kebocoran.

Jika daerah mampu menunjukkan kinerja serapan yang baik, pemerintah pusat berjanji akan berupaya ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk menambah anggaran TKD. Namun, jika syarat tersebut tidak terpenuhi, penambahan anggaran ke daerah akan sulit dilakukan.

“Anda pastikan saja penyerapan anggarannya bagus, pas waktu, dan enggak ada yang bocor. Kalau itu yang terjadi, maka tahun depan kita bisa berupaya ke atas dan ke DPR untuk menambah,” tegasnya.

Senada dengan tuntutan kepala daerah, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Sultan Bahtiar Najamuddin juga mendukung adanya perbaikan berkala pada skema transfer ke daerah.

Sultan mengungkapkan bahwa DPD telah berkomunikasi dengan Menkeu dan sebelumnya sudah menggarisbawahi pentingnya penambahan TKD untuk merespons aspirasi daerah.

Meskipun demikian, Sultan juga mengingatkan agar para kepala daerah harus betul-betul produktif, efektif, dan selektif dalam mengelola dana TKD. Tujuannya agar dana yang diluncurkan ke daerah benar-benar memberikan efek berganda (multiplier effect) yang signifikan bagi masyarakat.

Kontroversi pemotongan dana TKD ini dipicu oleh proyeksi APBN 2026 yang angkanya memang lebih rendah. Anggaran TKD dipotong 29% dari rencana sebelumnya Rp919 triliun menjadi Rp650 triliun.

Meskipun demikian, pada Senin lalu, Menkeu telah menambahkan stimulus sebesar Rp3 triliun, sehingga total anggaran TKD saat ini berada di angka Rp653 triliun. Menkeu berharap komunikasi yang telah dilakukan dengan para gubernur dapat meredakan kisruh dan memastikan fokus daerah kembali pada optimalisasi kinerja penyerapan anggaran.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Dinkes Kabupaten Mimika Perkuat Data Kebutuhan Nakes 

17 Juni 2026 - 13:41 WIB

IMG 20260617 WA0028

BPJS Kesehatan Mimika Sosialisasikan Kepesertaan JKN bagi Relawan SPPG di Papua Tengah

17 Juni 2026 - 13:36 WIB

IMG 20260617 WA0014

Pemkab Nabire Soroti Kenaikan Harga Telur, Bawang Merah dan Cabai Rawit

17 Juni 2026 - 13:31 WIB

IMG 20260617 WA0021

Mahalnya Pakan Ternak Berdampak Harga Telur di Nabire Tinggi 

17 Juni 2026 - 13:21 WIB

IMG 20260617 WA0024

Wagub Papua Tengah Tekankan Disiplin ASN dan Percepatan Penyerapan Anggaran dalam Apel Gabungan

17 Juni 2026 - 12:03 WIB

IMG 20260617 WA0109
Trending di Headline