Menu

Mode Gelap
Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku Masyarakat Paniai Berdomisili Mimika Mendukung Daerah Otonom Kabupaten Moni, Mengecam Aksi Protes

Headline

Bangun 4 Pos Keamanan, Bupati Nabire Siap Lindungi Warga yang Tindak Tegas Pelaku Begal 

Etty Welerbadge-check


					Bangun 4 Pos Keamanan, Bupati Nabire Siap Lindungi Warga yang Tindak Tegas Pelaku Begal  Perbesar

NABIRE — Maraknya aksi begal di ibu kota Provinsi Papua Tengah, Kabupaten Nabire, menjadi sorotan publik dan menuai kekhawatiran di berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, pemuda, hingga tokoh agama.

Menanggapi situasi ini, Bupati Nabire, Mesak Magai, menegaskan komitmennya untuk melindungi warga yang berani mengambil tindakan tegas terhadap pelaku begal.

“Tadi dalam apel gabungan saya sampaikan, untuk masalah begal yang terjadi di Kabupaten Nabire, bagi warga masyarakat kita yang menahan bahkan sampai membunuh pelaku begal, saya akan lindungi. Saya akan bicara dengan penegak hukum agar mereka bebas dari hukuman,” ujarnya kepada awak media, Senin (11/8/2025).

Pernyataan ini menuai perhatian publik karena dianggap sebagai dukungan moral bagi masyarakat untuk melawan tindak kriminal, sekaligus sebagai peringatan keras bagi para pelaku begal. Bupati berharap langkah ini dapat menjadi efek jera dan membuat Nabire lebih aman bagi seluruh warganya.

Sebagai langkah konkret, Mesak Magai juga mengumumkan rencana pembangunan empat pos keamanan Banpol di titik strategis, yakni Girimulyo, Wonorejo, Kalibobo dan Karang Mulia. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif menjaga lingkungan masing-masing.

“Kita semua harus ikut menciptakan kondisi aman di wilayah kita masing-masing,” tegasnya.

Bupati turut menekankan bahwa gangguan keamanan berdampak langsung pada perekonomian. Ia mencontohkan harga garam yang di Kabupaten Paniai hanya Rp2.000 per bungkus, bisa melonjak hingga Rp700 ribu di Nabire akibat biaya transportasi yang meningkat ketika kondisi tidak aman.

“Kalau kota ini aman, biaya distribusi turun, harga barang stabil, dan masyarakat bisa hidup lebih sejahtera. Mari kita jadikan Nabire sebagai kota berkat bagi seluruh Papua Tengah,” pungkasnya. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tingkatkan Ekonomi Warga, Papua Tengah Siapkan Penanaman 1,6 Juta Pohon Kopi di Wilayah Puncak

28 Mei 2026 - 10:01 WIB

IMG 20260528 WA0007

Fokus Pendidikan: Gubernur Papua Tengah Janji Bangun Asrama Pelajar Berkapasitas 120 Siswa di Puncak

28 Mei 2026 - 09:57 WIB

IMG 20260528 WA0008

Langkah Besar Pembangunan Dimulai: Kantor Gubernur dan DPRK Puncak Akan Berdiri Megah di Lahan 62,5 Hektar

28 Mei 2026 - 09:53 WIB

IMG 20260528 WA0011

Guest House Elvis Tabuni Diresmikan, Bukti Kerja Cepat Pemerintah Kabupaten Puncak

28 Mei 2026 - 09:48 WIB

IMG 20260528 WA0009

Polisi Beberkan Kronologis Kebakaran Gereja, Dipastikan Tidak Ada Korban Jiwa

28 Mei 2026 - 09:42 WIB

IMG 20260528 WA0001
Trending di Headline