Menu

Mode Gelap
Senator Wilhelmus Pigai Dorong Percepatan Pembangunan RSUD Papua Tengah Warga Dekai Pertahankan Fasilitas Kesehatan Yang Hampir Dibakar OTK DPD RI Tegaskan Ketimpangan Kebijakan Pertanahan, Mendesak Reforma Agraria Lebih Cepat Mendikdasmen dan BNN Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Integrasi Kurikulum Anti Narkoba DPD RI Tegaskan Keseriusan Politik dan Kelembagaan Kawal Isu HAM di Papua Menko Polkam dan DPD RI Tegaskan Sinergi Pusat–Daerah untuk Kebijakan yang Lebih Efektif

Headline

Bangun 4 Pos Keamanan, Bupati Nabire Siap Lindungi Warga yang Tindak Tegas Pelaku Begal 

Etty Welerbadge-check


					Bangun 4 Pos Keamanan, Bupati Nabire Siap Lindungi Warga yang Tindak Tegas Pelaku Begal  Perbesar

NABIRE — Maraknya aksi begal di ibu kota Provinsi Papua Tengah, Kabupaten Nabire, menjadi sorotan publik dan menuai kekhawatiran di berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, pemuda, hingga tokoh agama.

Menanggapi situasi ini, Bupati Nabire, Mesak Magai, menegaskan komitmennya untuk melindungi warga yang berani mengambil tindakan tegas terhadap pelaku begal.

“Tadi dalam apel gabungan saya sampaikan, untuk masalah begal yang terjadi di Kabupaten Nabire, bagi warga masyarakat kita yang menahan bahkan sampai membunuh pelaku begal, saya akan lindungi. Saya akan bicara dengan penegak hukum agar mereka bebas dari hukuman,” ujarnya kepada awak media, Senin (11/8/2025).

Pernyataan ini menuai perhatian publik karena dianggap sebagai dukungan moral bagi masyarakat untuk melawan tindak kriminal, sekaligus sebagai peringatan keras bagi para pelaku begal. Bupati berharap langkah ini dapat menjadi efek jera dan membuat Nabire lebih aman bagi seluruh warganya.

Sebagai langkah konkret, Mesak Magai juga mengumumkan rencana pembangunan empat pos keamanan Banpol di titik strategis, yakni Girimulyo, Wonorejo, Kalibobo dan Karang Mulia. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif menjaga lingkungan masing-masing.

“Kita semua harus ikut menciptakan kondisi aman di wilayah kita masing-masing,” tegasnya.

Bupati turut menekankan bahwa gangguan keamanan berdampak langsung pada perekonomian. Ia mencontohkan harga garam yang di Kabupaten Paniai hanya Rp2.000 per bungkus, bisa melonjak hingga Rp700 ribu di Nabire akibat biaya transportasi yang meningkat ketika kondisi tidak aman.

“Kalau kota ini aman, biaya distribusi turun, harga barang stabil, dan masyarakat bisa hidup lebih sejahtera. Mari kita jadikan Nabire sebagai kota berkat bagi seluruh Papua Tengah,” pungkasnya. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketua Umum PGGPT Dorong Rekonsiliasi Konflik Dua Kelompok Warga di Kapiraya, Soroti Dampak Pendulangan Emas

17 Februari 2026 - 14:52 WIB

Img 20260217 wa0033

Miras Lokal Masih Saja Ditemukan di Pelabuhan, Puluhan Liter Disita Polisi

17 Februari 2026 - 14:46 WIB

Img 20260217 wa0003

Pascapenyerangan di Mile Point 50, Polisi Lakukan Olah TKP

17 Februari 2026 - 14:42 WIB

Img 20260217 wa0001

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026 

17 Februari 2026 - 14:36 WIB

Img 20260217 wa0026

HUT ke-3 PGGPT, Gereja Didorong Jadi Mitra Strategis Pembangunan Papua Tengah

17 Februari 2026 - 13:29 WIB

Img 20260217 wa0024
Trending di Headline