Menu

Mode Gelap
Warga Dekai Pertahankan Fasilitas Kesehatan Yang Hampir Dibakar OTK DPD RI Tegaskan Ketimpangan Kebijakan Pertanahan, Mendesak Reforma Agraria Lebih Cepat Mendikdasmen dan BNN Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Integrasi Kurikulum Anti Narkoba DPD RI Tegaskan Keseriusan Politik dan Kelembagaan Kawal Isu HAM di Papua Menko Polkam dan DPD RI Tegaskan Sinergi Pusat–Daerah untuk Kebijakan yang Lebih Efektif Setjen DPD RI Raih Predikat Wilayah Bebas Korupsi, Perkuat Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik

Headline

Papua Tengah Dinilai Lambat Serap Dana Otsus, Ini Tanggapan BP3OKP

Etty Welerbadge-check


					Papua Tengah Dinilai Lambat Serap Dana Otsus, Ini Tanggapan BP3OKP Perbesar

NABIRE — Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Perwakilan Papua Tengah menanggapi rendahnya daya serap dana Otonomi Khusus (Otsus) yang terjadi hampir merata di seluruh provinsi wilayah Papua. Hal ini diungkapkan oleh Irjen Pol (Purn) Pietrus Waine dalam kegiatan Rapat Koordinasi Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) di Nabire.

Menurut Pietrus, penilaian tersebut bukan berasal dari BP3OKP secara langsung, melainkan dari evaluasi kementerian dan lembaga pemerintah pusat.

“Bukan hanya Papua Tengah, tapi seluruh provinsi di Papua. Daya serap anggaran Otsus sangat rendah. Ini masalah dari perencanaan dan pelaksanaan program yang belum maksimal,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa kelemahan tersebut umumnya terjadi karena kurangnya koordinasi antara pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait.

“Tata kelola minimal harus menyentuh koordinasi lintas sektor. Kalau tidak, programnya tidak akan terarah,” katanya.

Pietrus mengutip pernyataan Wakil Presiden sebelumnya yang menekankan pentingnya menyusun program berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.

“Gatalnya di mana, garuklah di situ. Artinya, tentukan dulu prioritas masalah, programkan di situ, anggarkan, dan wujudkan. Itu baru tepat guna,” tegasnya.

Ia juga menyoroti minimnya transparansi penggunaan dana Otsus yang mengakibatkan masyarakat awam masih belum paham manfaat dan alokasinya. Padahal, menurutnya, sistem informasi seperti SIPP, SIKD, dan SIPD telah tersedia untuk menunjang keterbukaan informasi publik.

“Sebenarnya sistem informasi sudah ada. Tapi memang belum semua masyarakat tahu cara mengakses dan memahami informasi itu. Ini harus menjadi perhatian semua pihak,**” ujarnya.

BP3OKP Papua Tengah berharap agar pencairan dana Otsus tahap kedua tahun ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota, dengan merancang program yang berbasis kebutuhan dan memastikan pelaksanaannya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dispora Deiyai Serahkan Bantuan Perlengkapan dan Pelatihan Olahraga, Persidei Apresiasi Dukungan Pemerintah

16 Februari 2026 - 11:57 WIB

Img 20260216 wa0173

Bertemu Dua Kelompok Yang Bertikai di Kapiraya, Kompol Onisimus : Situasi Sudah Aman 

16 Februari 2026 - 11:29 WIB

Img 20260216 wa0143

Pascapenembakan di Boven Digoel, Wamendagri Minta Pemda Bantu Pengungsi dan Pastikan Layanan Publik Tetap Berjalan

16 Februari 2026 - 02:19 WIB

Img 20260214 wa0003

Warga Dekai Pertahankan Fasilitas Kesehatan Yang Hampir Dibakar OTK

14 Februari 2026 - 16:00 WIB

Img 20260214 wa0006

Terduga Pelaku Penganiayaan di Jalan Freeport Lama Akhirnya Menyerahkan Diri

14 Februari 2026 - 15:18 WIB

Img 20260214 wa0266
Trending di Headline