Menu

Mode Gelap
Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku Masyarakat Paniai Berdomisili Mimika Mendukung Daerah Otonom Kabupaten Moni, Mengecam Aksi Protes Piyos News Rayakan HUT ke-2, Perkuat Peran dari Papua Tengah hingga Nasional

Headline

Papua Tengah Dinilai Lambat Serap Dana Otsus, Ini Tanggapan BP3OKP

Etty Welerbadge-check


					Papua Tengah Dinilai Lambat Serap Dana Otsus, Ini Tanggapan BP3OKP Perbesar

NABIRE — Badan Pengarah Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua (BP3OKP) Perwakilan Papua Tengah menanggapi rendahnya daya serap dana Otonomi Khusus (Otsus) yang terjadi hampir merata di seluruh provinsi wilayah Papua. Hal ini diungkapkan oleh Irjen Pol (Purn) Pietrus Waine dalam kegiatan Rapat Koordinasi Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) di Nabire.

Menurut Pietrus, penilaian tersebut bukan berasal dari BP3OKP secara langsung, melainkan dari evaluasi kementerian dan lembaga pemerintah pusat.

“Bukan hanya Papua Tengah, tapi seluruh provinsi di Papua. Daya serap anggaran Otsus sangat rendah. Ini masalah dari perencanaan dan pelaksanaan program yang belum maksimal,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa kelemahan tersebut umumnya terjadi karena kurangnya koordinasi antara pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait.

“Tata kelola minimal harus menyentuh koordinasi lintas sektor. Kalau tidak, programnya tidak akan terarah,” katanya.

Pietrus mengutip pernyataan Wakil Presiden sebelumnya yang menekankan pentingnya menyusun program berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat.

“Gatalnya di mana, garuklah di situ. Artinya, tentukan dulu prioritas masalah, programkan di situ, anggarkan, dan wujudkan. Itu baru tepat guna,” tegasnya.

Ia juga menyoroti minimnya transparansi penggunaan dana Otsus yang mengakibatkan masyarakat awam masih belum paham manfaat dan alokasinya. Padahal, menurutnya, sistem informasi seperti SIPP, SIKD, dan SIPD telah tersedia untuk menunjang keterbukaan informasi publik.

“Sebenarnya sistem informasi sudah ada. Tapi memang belum semua masyarakat tahu cara mengakses dan memahami informasi itu. Ini harus menjadi perhatian semua pihak,**” ujarnya.

BP3OKP Papua Tengah berharap agar pencairan dana Otsus tahap kedua tahun ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota, dengan merancang program yang berbasis kebutuhan dan memastikan pelaksanaannya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

TMMD Kodim 1710/Mimika Mulai Kerjakan Sumur Bor untuk MCK Umum Gereja Santo Klemenst

14 Mei 2026 - 15:08 WIB

IMG 20260513 WA0041

Apresiasi Rakoor Percepatan Pembangunan Papua, Bupati Intan Jaya Soroti Anggaran dan Daerah Konflik 

14 Mei 2026 - 14:43 WIB

20260512

IPMAPAN Sorong Resmi Bentuk Panitia PAB dan HUT Ke-I, Usung Semangat “Bersatu, Bergerak, Maju Bersama”

14 Mei 2026 - 14:19 WIB

IMG 20260513 WA0034

Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Umat Perkuat Harmoni dan Semangat Kebersamaan

14 Mei 2026 - 14:08 WIB

IMG 20260514 WA0014

Kakanwil Kemenag Papua Lantik 44 Pejabat Pengawas, Tegaskan ASN Siap Ditempatkan di Seluruh Wilayah Papua dan DOB

14 Mei 2026 - 14:04 WIB

IMG 20260514 230348
Trending di Headline