NABIRE – Gubernur Papua Tengah menyampaikan bahwa pemerintah provinsi akan meluncurkan program pendidikan gratis bagi siswa SMA dan SMK, mulai bulan Agustus 2025. Program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi anak-anak Papua yang kurang mampu. Hal tersebut disampaikan Gubernur dalam pidatonya pada salah satu acara di Nabire belum lama ini.
“Agustus nanti kita akan launching pendidikan gratis dari Gubernur untuk tingkat SMA dan SMK. Setelah itu kita akan atur lagi supaya bisa turun ke SMP dan SD,” ujar Gubernur Papua Tengah di hadapan sivitas akademika USWIM dan tamu undangan.
Program ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa banyak siswa dan mahasiswa asal Papua Tengah yang berasal dari keluarga tidak mampu. Gubernur menegaskan bahwa investasi terbaik saat ini adalah pada sumber daya manusia, bukan pada infrastruktur fisik semata.
“Daripada kita bangun gedung-gedung atau beli tanah, lebih bagus kita investasi di manusia. Yang punya negeri ini belum tentu bisa sekolah, maka kita harus bantu,” tambahnya.
Gubernur juga menyebutkan bahwa pihaknya telah mengantongi data mahasiswa dari berbagai kampus di Papua Tengah, termasuk lebih dari 1.300 mahasiswa di USWIM dan sekitar 130-an di Sekolah Tinggi Agama Kristen (STAK). Total ada sekitar 4.000 mahasiswa yang diproyeksikan menerima bantuan biaya pendidikan.
“Kalau biaya kuliah mereka 2 juta per orang, berarti hanya sekitar 8 miliar rupiah. Itu terlalu kecil jika dibandingkan dampaknya bagi masa depan Papua,” jelasnya.
Untuk memastikan bantuan pendidikan ini tepat sasaran, pemerintah provinsi sedang melakukan validasi dan pemutakhiran data secara ketat, bekerja sama dengan berbagai institusi pendidikan tinggi di wilayah Papua Tengah.
Gubernur juga berencana mengundang seluruh mahasiswa asal Papua yang sedang menempuh studi di dalam dan luar negeri untuk berdialog langsung bersama dirinya dalam waktu dekat.
“Kita akan kumpulkan seluruh mahasiswa Papua dari seluruh dunia untuk bertemu dengan saya. Kita ingin mendengar langsung aspirasi dan kebutuhan mereka,” pungkasnya.
Rencana peluncuran pendidikan gratis ini merupakan bagian dari visi besar Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk menjadikan pendidikan sebagai pilar utama pembangunan manusia Papua yang mandiri, cerdas, dan berdaya saing. (MB)






