Menu

Mode Gelap
Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku Masyarakat Paniai Berdomisili Mimika Mendukung Daerah Otonom Kabupaten Moni, Mengecam Aksi Protes Piyos News Rayakan HUT ke-2, Perkuat Peran dari Papua Tengah hingga Nasional

Headline

Dua Hari Berjalan, Ratusan Warga Lakukan Pemeriksaan dan Konsultasi di Puskesmas Timika

Etty Welerbadge-check


					Dua Hari Berjalan, Ratusan Warga Lakukan Pemeriksaan dan Konsultasi di Puskesmas Timika Perbesar

TIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan pengobatan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan konsultasi psikologis.

Pemeriksaan yang berjalan sudah dua hari sejak Jumat-Sabtu (18-19 Juli 2025) di Puskesmas Timika ini dengan mendatangkan spesialis kedokteran jiwa RSJD Abepura Jayapura, dr Manoe Bernd Paul, SpKJ.Subsp.A.R.(K).MKes.

Dokter Spesialis Jiwa, Manoe Bernd Paul, mengatakan bahwa tujuan dilakukan pemeriksaan ini adalah untuk membantu masyarakat menangani masalah-masalah kondisi gangguan kejiwaan. Pemeriksaan kesehatan dan konsultasi yang diikuti oleh warga ini merupakan pasien-pasien sebelumnya dan juga pasien baru.

“Dalam dua hari total ratusan pasien yang datang melakukan pemeriksaan dan melakukan konsultasi dengan beragam kasus dan tingkat diagnosa yang beda-beda, mulai dari gangguan jiwa berat hingga gangguan emosi. Pasiennya itu mulai dari anak-anak, dewasa dan lansia,”katanya, Sabtu (19/07/2025).

Disampaikannya bahwa, keluhan dari pasien yang datang itu beragam,yaitu ada yang keluhan karena gangguan emosi, seperti merasa cemas, sulit tidur, over thingking, sulit mengendalikan emosi, dan depresi.

Sementara keluhan pada anak-anak, umumnya disebabkan gangguan perkembangan saraf yang sudah terlambat dan terjadi sejak masih dalam kandungan.

“Tapi semua itu bisa dilakukan pengobatan dan dukungan keluarga,”katanya.

Menurutnya,untuk pengobatan gangguan jiwa ini adalah pengobatan jangka panjang. Oleh karena itu pengobatannya itu tidak boleh putus atau berhenti, karena bisa kembali bahkan akan semakin parah.

“Kami juga berharap kepada keluarga agar dapat memberikan dukungan kepada pasien agar pengobatannya bisa berkelanjutan. Jangan terputus supaya pasien bisa sembuh secara optimal,”ujar dr Manoe. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Solidaritas Mahasiswa Paniai Se-Indonesia Desak Pusat Tolak DOB dan Cabut Izin Tambang

19 Mei 2026 - 02:44 WIB

IMG 20260518 WA0081

Masuki Musim Penghujan, Warga Inauga Diminta Tidak Buang Sampah Sembarangan  

19 Mei 2026 - 02:40 WIB

IMG 20260518 WA0023

Penyerapan APBD Mimika Baru 11,38 Persen hingga Pertengahan Mei 2026, Wabup Ingatkan OPD Bergerak Cepat

19 Mei 2026 - 02:06 WIB

IMG 20260518 WA0077

Wabup Mimika Ingatkan OPD Maksimalkan Pelaksanaan Program dan Penyerapan APBD

19 Mei 2026 - 01:38 WIB

Img 20250714 wa0108(1)

Gubernur Papua Tengah Tegaskan Komitmen Tata Kelola Bersih Saat Penandatanganan MoU dengan Kejati Papua

18 Mei 2026 - 14:51 WIB

IMG 20260518 WA0266
Trending di Headline