Menu

Mode Gelap
OPINI : Menggugat ke PTUN Tak Cukup Bermodal Somasi TKT Group Timika Raih 15 Medali di Thyres Taekwondo Championship 2026 Ekspor Perdana Hasil Laut Mimika Jadi Langkah Baru Papua Tengah Menembus Pasar Global Pendidikan Jadi Kunci Masa Depan Papua, Meki Nawipa Apresiasi Beasiswa Puncak Cerdas Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah

Headline

Dua Hari Berjalan, Ratusan Warga Lakukan Pemeriksaan dan Konsultasi di Puskesmas Timika

Etty Welerbadge-check


					Dua Hari Berjalan, Ratusan Warga Lakukan Pemeriksaan dan Konsultasi di Puskesmas Timika Perbesar

TIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan pengobatan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan konsultasi psikologis.

Pemeriksaan yang berjalan sudah dua hari sejak Jumat-Sabtu (18-19 Juli 2025) di Puskesmas Timika ini dengan mendatangkan spesialis kedokteran jiwa RSJD Abepura Jayapura, dr Manoe Bernd Paul, SpKJ.Subsp.A.R.(K).MKes.

Dokter Spesialis Jiwa, Manoe Bernd Paul, mengatakan bahwa tujuan dilakukan pemeriksaan ini adalah untuk membantu masyarakat menangani masalah-masalah kondisi gangguan kejiwaan. Pemeriksaan kesehatan dan konsultasi yang diikuti oleh warga ini merupakan pasien-pasien sebelumnya dan juga pasien baru.

“Dalam dua hari total ratusan pasien yang datang melakukan pemeriksaan dan melakukan konsultasi dengan beragam kasus dan tingkat diagnosa yang beda-beda, mulai dari gangguan jiwa berat hingga gangguan emosi. Pasiennya itu mulai dari anak-anak, dewasa dan lansia,”katanya, Sabtu (19/07/2025).

Disampaikannya bahwa, keluhan dari pasien yang datang itu beragam,yaitu ada yang keluhan karena gangguan emosi, seperti merasa cemas, sulit tidur, over thingking, sulit mengendalikan emosi, dan depresi.

Sementara keluhan pada anak-anak, umumnya disebabkan gangguan perkembangan saraf yang sudah terlambat dan terjadi sejak masih dalam kandungan.

“Tapi semua itu bisa dilakukan pengobatan dan dukungan keluarga,”katanya.

Menurutnya,untuk pengobatan gangguan jiwa ini adalah pengobatan jangka panjang. Oleh karena itu pengobatannya itu tidak boleh putus atau berhenti, karena bisa kembali bahkan akan semakin parah.

“Kami juga berharap kepada keluarga agar dapat memberikan dukungan kepada pasien agar pengobatannya bisa berkelanjutan. Jangan terputus supaya pasien bisa sembuh secara optimal,”ujar dr Manoe. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

OPINI : Menggugat ke PTUN Tak Cukup Bermodal Somasi

1 Juli 2026 - 03:34 WIB

Cuplikan layar 2026 07 01

Sekda Mimika: Hubungan Baik dengan Polri Harus Tetap Terjaga Meski Kapolres Berganti

1 Juli 2026 - 02:35 WIB

IMG 20260701 WA0199

Syukuran HUT Bhayangkara ke-80, Kapolda Papua Tengah Ingatkan Pentingnya Integritas Polri

1 Juli 2026 - 02:32 WIB

IMG 20260701 WA0195

Gubernur Papua Tengah: Ekspor Perdana Bawal Hitam ke Malaysia Buka Peluang Investasi

1 Juli 2026 - 02:18 WIB

IMG 20260630 WA0161

HUT Bhayangkara ke-80 di Mimika: Kepercayaan Publik Jadi Modal Terbesar Polri

1 Juli 2026 - 01:48 WIB

IMG 20260701 WA0021
Trending di Headline