Menu ✖

Mode Gelap
Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat

Headline

Kasus Perpustakaan Jila Memanas, Kejari Siap Naikkan ke Penyidikan Jika Ditemukan Unsur Pidana

Etty Welerbadge-check


					Kasus Perpustakaan Jila Memanas, Kejari Siap Naikkan ke Penyidikan Jika Ditemukan Unsur Pidana Perbesar

TIMIKA – Penanganan kasus dugaan korupsi pembangunan perpustakaan SMP Negeri Jila, Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah terus bergulir.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Mimika kini mulai mendalami kemungkinan adanya unsur pidana dalam proyek yang dibiayai dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2025 tersebut.

Tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Mimika sejauh ini telah memeriksa sedikitnya delapan orang saksi. Mereka berasal dari lingkungan Dinas Pendidikan Mimika, termasuk pejabat hingga staf yang berkaitan dengan proyek pembangunan perpustakaan tersebut.

Kasi Intelijen Kejari Mimika, Norbertus D.R. Prayogo mengatakan, pemeriksaan saksi masih terus dilakukan untuk mengumpulkan bahan dan keterangan dalam proses penyelidikan.

“Kita sudah panggil sekitar 10 orang untuk dimintai keterangan, mulai dari kepala dinas pendidikan, bendahara hingga staf terkait lainnya,” ujarnya saat ditemui, Kamis (7/5/2026) kemarin.

Meski demikian, pihak kejaksaan belum dapat memastikan adanya kerugian negara karena proses hukum masih berada pada tahap penyelidikan awal.

Menurut Norbertus, penyidik masih fokus mendalami apakah terdapat unsur perbuatan melawan hukum dalam proyek tersebut. Untuk memastikan hal itu, Kejari Mimika juga akan melibatkan auditor dan ahli teknis.

“Kita masih mendalami dulu apakah ada perbuatan melawan hukum atau tidak. Jadi belum bisa disimpulkan terkait kerugian negaranya,” katanya.

Ia menegaskan, apabila nantinya ditemukan unsur pidana korupsi, maka perkara tersebut akan ditingkatkan ke tahap penyidikan dan dilanjutkan dengan penetapan tersangka.

“Kalau sudah dipastikan itu peristiwa pidana, maka perkara akan dinaikkan ke tahap penyidikan. Di tahap itu baru ditentukan siapa tersangkanya,” tegasnya.

Perlu diketahui, proyek pembangunan perpustakaan SMPN Jila itu memiliki nilai anggaran sebesar Rp950 juta. Dari hasil pendalaman sementara, diketahui sekitar Rp281 juta lebih telah digunakan dalam pelaksanaan proyek tersebut.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena proyek pembangunan perpustakaan tersebut menggunakan dana Otsus yang semestinya diperuntukkan bagi peningkatan fasilitas pendidikan di wilayah pedalaman Mimika. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

150 Peserta Konfirmasi Hadir di KKT II Mimika, Panitia Berpacu Matangkan Akomodasi dan Transportasi

4 November 2026 - 14:26 WIB

20261104

Siswa SMA YPPGI Waghete Presentasikan Penelitian Ketimpangan Ekonomi di Pasar Waghete

4 November 2026 - 14:19 WIB

IMG 20261103 WA0003

Empat Hari Layani Warga di Kampung, Dukcapil Paniai Rekam e-KTP di Sembilan Kampung Wegee Bino

4 November 2026 - 14:12 WIB

IMG 20261104 WA0043

100 Penjual Pinang di Mimika Terima Bantuan Modal Rp250 Juta, Masing-Masing Rp2,5 Juta

4 November 2026 - 14:07 WIB

IMG 20261104 230609

LPTQ Mimika Perluas Pembinaan Enam Cabang MTQ, Siapkan Program Berkelanjutan untuk 2027

4 November 2026 - 14:01 WIB

IMG 20261104 230057
Trending di Headline