NABIRE – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Papua Tengah bersama organisasi Pedagang Pejuang Indonesia Raya (Papera) resmi mengalokasikan 1.500 hektare lahan pertanian ke delapan kabupaten di wilayah Papua Tengah. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen bersama mendukung program nasional swasembada jagung yang dicanangkan oleh Kementerian Pertanian.
Acara pembagian lahan digelar di kantor sekretariat bersama DPW Papera dan Tani Merdeka di Nabire, Selasa (15/7/2025), dan dihadiri sejumlah pengurus DPD dari berbagai kabupaten.
Ketua DPW Tani Merdeka Papua Tengah, Aser Yogi, menegaskan bahwa pembukaan lahan ini menjadi langkah strategis untuk membangun ketahanan pangan dari wilayah timur Indonesia.
“Sebanyak 1.500 hektare lahan akan dibuka dan dikelola oleh DPD Tani Merdeka di delapan kabupaten. Ini adalah awal kebangkitan pertanian berbasis rakyat dari Papua Tengah,” ujarnya.
Meskipun tidak semua perwakilan DPD hadir karena tantangan geografis dan akses, namun proses pengesahan struktur kepengurusan serta teknis pembagian lahan tetap berjalan lancar. DPW juga telah mengundang seluruh ketua dan sekretaris DPD untuk mengikuti rapat finalisasi terkait pembagian wilayah tanam dan jadwal pelaksanaan.
Berikut nama-nama pengurus yang telah dikukuhkan dan ikut terlibat dalam agenda pembagian lahan:
1. Nonfet Bagau, S.E. – Ketua DPD Intan Jaya (Papera)
2. Yulibom Gobai – Ketua DPD Nabire (Papera)
3. Yanuarius Yogi, S.SAB. – Ketua DPD Paniai (Tani Merdeka Nasional)
4. Hosea Yogi – Pengurus DPD Nabire (Tani Merdeka)
5. Markur Magai, S.E. – Pengurus DPD Deiyai (Tani Merdeka)
6. Stefanus Edowai – Pengurus DPD Deiyai (Papera)
Rapat koordinasi untuk finalisasi teknis dan penentuan jadwal tanam juga dijadwalkan pada hari yang sama. Diharapkan, masing-masing DPD kabupaten segera memulai tahap awal pembukaan lahan hingga ke proses penanaman.
Dengan adanya program ini, Tani Merdeka Papua Tengah menargetkan agar wilayah tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga berkontribusi sebagai lumbung pangan nasional, khususnya dalam komoditas jagung.
“Kami yakin, Papua Tengah bisa menjadi salah satu sentra produksi jagung nasional jika semua pihak bergerak bersama,” tutup Aser Yogi.








