Menu

Mode Gelap
Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku Masyarakat Paniai Berdomisili Mimika Mendukung Daerah Otonom Kabupaten Moni, Mengecam Aksi Protes Piyos News Rayakan HUT ke-2, Perkuat Peran dari Papua Tengah hingga Nasional

News

Beras Oplosan Menyusup ke Pasar Modern, Kerugian Capai Rp 99 Triliun per Tahun

adminbadge-check


					Beras Oplosan Menyusup ke Pasar Modern, Kerugian Capai Rp 99 Triliun per Tahun Perbesar

Jakarta — Praktik pengoplosan beras kembali mencuat dan kali ini menyasar pasar modern, mulai dari supermarket hingga minimarket. Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Satgas Pangan menemukan 212 merek beras yang tidak memenuhi standar mutu, mulai dari berat kemasan, kualitas isi, hingga label premium yang menipu.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, banyak beras kemasan 5 kilogram ternyata hanya berisi 4,5 kilogram. Bahkan 86 persen dari merek-merek tersebut mengklaim sebagai beras premium padahal kualitasnya biasa saja.

“Selisih harga bisa mencapai Rp 2.000–Rp 3.000 per kilogram. Jika ini terjadi setiap tahun, total kerugian masyarakat bisa menembus Rp 99 triliun. Dalam 10 tahun, kita bisa rugi hingga Rp 1.000 triliun,” ungkap Amran dalam keterangan video, Sabtu (12/7/2025).

Empat Perusahaan Besar Diperiksa

Kementan telah menyerahkan daftar produsen beras bermasalah ke Kapolri dan Jaksa Agung untuk diproses secara hukum. Ketua Satgas Pangan Polri, Brigjen (Pol) Helfi Assegaf, membenarkan bahwa penyelidikan tengah berlangsung. Dari hasil pemeriksaan awal, 26 merek dari empat perusahaan besar diduga terlibat dalam praktik curang ini.

Keempat perusahaan tersebut adalah:

  • Wilmar Group (merek: Sania, Sovia, Fortune, Siip)

  • PT Food Station Tjipinang Jaya (merek: Alfamidi Setra Pulen, Beras Premium Setra Ramos, Setra Pulen)

  • PT Belitang Panen Raya (merek: Raja Platinum, Raja Ultima)

  • PT Sentosa Utama Lestari (Japfa Group) (merek: Ayana)

Sampel produk beras dari berbagai daerah seperti Aceh, Lampung, Kalimantan, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga Jabodetabek menunjukkan ketidaksesuaian antara label dan isi produk.

Tanggapan Perusahaan

PT Sentosa Utama Lestari (Japfa Group) tidak membantah temuan tersebut. Kepala Divisi Unit Berasnya, Carmen Carlo Ongko S, menyatakan bahwa seluruh proses produksi dan distribusi dijalankan sesuai standar dan regulasi perusahaan. Ia juga menyatakan pihaknya menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Sementara itu, Direktur Utama Food Station, Karyawan Gunarso belum memberikan pernyataan resmi dan memilih untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan tim internal. Upaya konfirmasi kepada Wilmar Group dan PT Belitang Panen Raya juga belum mendapat tanggapan hingga berita ini diterbitkan.

Penegakan Hukum Dipercepat

Mentan Amran berharap proses hukum berlangsung cepat dan tegas demi memberi efek jera kepada para pelaku. “Kami sudah menerima laporan sejak 10 Juli dan pemeriksaan telah dimulai. Kami berharap pelaku ditindak tegas agar masyarakat dan petani tidak terus dirugikan,” ujarnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Solidaritas Mahasiswa Paniai Se-Indonesia Desak Pusat Tolak DOB dan Cabut Izin Tambang

19 Mei 2026 - 02:44 WIB

IMG 20260518 WA0081

Masuki Musim Penghujan, Warga Inauga Diminta Tidak Buang Sampah Sembarangan  

19 Mei 2026 - 02:40 WIB

IMG 20260518 WA0023

Penyerapan APBD Mimika Baru 11,38 Persen hingga Pertengahan Mei 2026, Wabup Ingatkan OPD Bergerak Cepat

19 Mei 2026 - 02:06 WIB

IMG 20260518 WA0077

Wabup Mimika Ingatkan OPD Maksimalkan Pelaksanaan Program dan Penyerapan APBD

19 Mei 2026 - 01:38 WIB

Img 20250714 wa0108(1)

Gubernur Papua Tengah Tegaskan Komitmen Tata Kelola Bersih Saat Penandatanganan MoU dengan Kejati Papua

18 Mei 2026 - 14:51 WIB

IMG 20260518 WA0266
Trending di Headline