Menu

Mode Gelap
Warga Dekai Pertahankan Fasilitas Kesehatan Yang Hampir Dibakar OTK DPD RI Tegaskan Ketimpangan Kebijakan Pertanahan, Mendesak Reforma Agraria Lebih Cepat Mendikdasmen dan BNN Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Integrasi Kurikulum Anti Narkoba DPD RI Tegaskan Keseriusan Politik dan Kelembagaan Kawal Isu HAM di Papua Menko Polkam dan DPD RI Tegaskan Sinergi Pusat–Daerah untuk Kebijakan yang Lebih Efektif Setjen DPD RI Raih Predikat Wilayah Bebas Korupsi, Perkuat Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik

Uncategorized

Rusak Pipa Freeport, 3 Pria Ditembak Saat Kabur di Mimika – Polisi Temukan Bukti Olahan Konsentrat

adminbadge-check


					Rusak Pipa Freeport, 3 Pria Ditembak Saat Kabur di Mimika – Polisi Temukan Bukti Olahan Konsentrat Perbesar

MIMIKA – Tiga pria yang diduga terlibat dalam perusakan pipa milik PT Freeport Indonesia ditembak aparat saat mencoba kabur di kawasan tambang Mile Point 59, Mimika. Ketiganya kini dirawat di RSUD Mimika dan menjalani pemeriksaan intensif.

Para pelaku berinisial RR (27), LS (59), dan LA (31). Dua orang saat ini menjalani observasi medis, sementara satu lainnya masih diperiksa di Polres Mimika.

“Dua orang, RR dan LS, dalam perawatan di RSUD Mimika. Sementara LA sedang dalam pemeriksaan intensif,” ujar Kepala Operasi Amole I 2025, Kombes Irwan Yuli Prasetyo, Senin (7/7/2025).

Aksi Sabotase Terjadi 14 Kali

Perusakan jaringan pipa konsentrat dan pipa solar Freeport ini berlangsung berkali-kali—total 14 kali—sejak 21 Juni hingga 4 Juli 2025. Aksi dilakukan di sepanjang Mile Point 44 hingga 64, yang merupakan jalur vital dalam operasional tambang.

Pengungkapan kasus bermula dari laporan SRM PT Freeport Indonesia tentang pemotongan pipa aktif dan nonaktif. Menindaklanjuti laporan itu, Satgas Amole I 2025 bersama manajemen perusahaan melakukan patroli di jalur rawan.

“Tim kami menemukan sebuah camp yang dihuni enam orang di Mile Point 59.8. Saat dilakukan pendekatan persuasif, para pelaku mencoba kabur,” jelas Irwan.

Aparat akhirnya melepaskan tembakan peringatan dan tembakan karet, hingga berhasil mengamankan tiga orang. Tiga lainnya melarikan diri ke hutan dan kini masih dalam pencarian.

Polisi Temukan Bukti Olahan Konsentrat

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk kantong plastik berisi konsentrat olahan, serta alat yang diduga digunakan untuk memotong pipa.

“Ini bukan sekadar aksi pencurian, tapi pelanggaran hukum serius yang mengancam objek vital nasional. Kerugian tak hanya dirasakan perusahaan, tapi juga negara,” tegas Irwan.

Pengejaran Masih Berlanjut

Polisi saat ini masih memburu tiga pelaku lain yang berhasil melarikan diri. Mereka diduga bagian dari sindikat perusak fasilitas tambang. Aparat terus memperluas penyisiran di area sekitar.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sinergi Membangun SDM: Wilhelmus Pigai Dukung Penuh Program Pendidikan Gratis Gubernur Papua Tengah

1 Januari 2026 - 06:15 WIB

Whatsapp Image 202aa5 04 01 At 01.36.07

Ditetapkan 53 Hektar Lahan Padi di Kimi, Produksi Papua Tengah Diharap Meningkat

22 November 2025 - 04:06 WIB

Img 20251122 130527

OPINI : Perizinan Usaha Minuman Beralkohol dalam Otsus Papua: Antara Kewenangan dan Tanggung Jawab Daerah

13 November 2025 - 04:02 WIB

Img 20251102 wa0155

Bantuan Sembako Otsus untuk Warga Kwamki Narama Sudah Disalurkan

17 Oktober 2025 - 06:58 WIB

Whatsapp image 2025 10 17 at 14.19.41

Wilhelmus Pigai Gelar Sosialisasi 4 Pilar di Nabire, Angkat Tema Bhinneka Tunggal Ika

8 September 2025 - 11:26 WIB

Whatsapp image 2025 09 14 at 19.46.11 (1)
Trending di Uncategorized