Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

News

Presiden Prabowo: Indonesia–Malaysia Sepakat Selesaikan Sengketa Ambalat Lewat Kerja Sama Menguntungkan

adminbadge-check


					Presiden Prabowo: Indonesia–Malaysia Sepakat Selesaikan Sengketa Ambalat Lewat Kerja Sama Menguntungkan Perbesar

Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia dan Malaysia telah mencapai kesepahaman untuk menyelesaikan berbagai persoalan perbatasan, termasuk sengketa Blok Ambalat, melalui pendekatan damai yang saling menguntungkan.

Pernyataan itu disampaikan Presiden Prabowo dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, usai pertemuan bilateral di Istana Jakarta, Jumat (27/6/2025).

“Kami sepakat menyelesaikan masalah perbatasan secara teknis dan bertahap, namun prinsipnya adalah mencari solusi yang saling menguntungkan,” ujar Prabowo.

Blok Ambalat: Dari Konflik Menuju Kolaborasi

Terkait dengan Blok Ambalat, Prabowo menegaskan bahwa kedua negara sepakat untuk tidak lagi membiarkan sengketa berkepanjangan menghambat pembangunan. Sebagai gantinya, Indonesia dan Malaysia akan menjajaki kerja sama ekonomi melalui model “joint development”.

“Sambil kita terus menyelesaikan aspek hukumnya, kita sudah bisa mulai kerja sama ekonomi. Apa pun sumber daya yang ada di laut itu, akan dieksploitasi secara bersama,” jelas Presiden.

Langkah ini disebut Prabowo sebagai bentuk komitmen kedua negara untuk mengutamakan kepentingan rakyat dan kemajuan ekonomi bersama, alih-alih mempertahankan ego politik atau klaim sepihak.

“Kita sepakat untuk bekerja demi bangsa dan rakyat kita masing-masing,” tegasnya.

Kilasan Sengketa Ambalat: Konflik yang Tak Kunjung Usai

Blok Ambalat merupakan wilayah laut seluas 15.235 km² di Laut Sulawesi, yang diyakini menyimpan cadangan minyak dan gas dalam jumlah besar. Sengketa bermula sejak Malaysia menerbitkan Peta Malaysia 1979, yang secara sepihak mengklaim wilayah Ambalat sebagai bagian dari teritorialnya.

Indonesia menentang keras peta tersebut, menyebutnya sebagai bentuk pelanggaran terhadap prinsip hukum laut internasional. Bahkan, sejumlah negara lain seperti Filipina, Tiongkok, Thailand, Vietnam, dan Singapura juga menyatakan keberatan atas peta tersebut karena dinilai sebagai bentuk ekspansi maritim sepihak Malaysia.

Diplomasi Baru, Semangat Baru

Kesepakatan terbaru antara Prabowo dan Anwar Ibrahim menandai perubahan arah dalam penyelesaian sengketa regional. Pendekatan yang lebih pragmatis dan kooperatif menggantikan pola konfrontatif yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Langkah ini dinilai strategis, karena tidak hanya berpotensi meredakan ketegangan di kawasan, tetapi juga membuka peluang besar bagi eksplorasi sumber daya alam secara adil dan legal di bawah kerangka kerja sama internasional.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lilin Solidaritas Menyala di Timika, Doa Dipanjatkan untuk Lima Wartawan yang Hilang di Anak Krakatau

14 September 2026 - 11:57 WIB

IMG 20260914 WA0048

Sambut HUT ke-30, Pemkab Mimika Siapkan Refleksi dan Doa Bersama

14 September 2026 - 11:25 WIB

IMG 20260914 WA0010

Gubernur Meki Minta LMA Jadi Jembatan Masyarakat Adat dan Pemerintah

14 September 2026 - 11:18 WIB

IMG 20260914 WA0024

Lenis Kogoya Desak Pembebasan Korban Penyanderaan di Mimika, Serukan Hentikan Pembunuhan Warga Sipil

14 September 2026 - 10:47 WIB

IMG 20260914 WA0020

Pelantikan LMA Korwil Papua Tengah, Lenis Kogoya Dorong Penguatan Peran Masyarakat Adat

14 September 2026 - 10:26 WIB

IMG 20260914 WA0016
Trending di Headline