Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria Breaking News : Ruang Terpadu RSUD Paniai Terbakar Hangus DPD RI Dorong Percepatan RUU Bahasa Daerah, Ratusan Bahasa Terancam Punah Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin Raih Gelar Doktor Kehormatan dari KMOU

News

Kekerasan di Papua Tengah Mengkhawatirkan, Tokoh Minta Dialog Langsung dengan Presiden

adminbadge-check


					Kekerasan di Papua Tengah Mengkhawatirkan, Tokoh Minta Dialog Langsung dengan Presiden Perbesar

NABIRE – Konflik kekerasan yang terus berulang di Papua Tengah dinilai sudah melewati batas sebagai persoalan lokal. Pola konflik yang sama, dengan aktor yang sama, hanya berbeda waktu dan lokasi, menunjukkan bahwa pendekatan daerah sudah tidak lagi memadai.

Oleh karena itu, sejumlah tokoh Papua menilai bahwa penyelesaian konflik harus dibawa ke tingkat nasional, dan dibicarakan langsung dengan Presiden Republik Indonesia sebagai panglima tertinggi negara.

“Ini bukan masalah sosial biasa. Kita tidak bisa membangun jika wilayahnya terus dilanda konflik. Dan ini jelas bertentangan dengan semangat dibentuknya Provinsi Papua Tengah,” tegas John NR Gobai, Anggota DPR Papua Tengah, dalam diskusi bersama Yoris Raweyai, Wakil Ketua DPD RI sekaligus Ketua MPR For Papua, di Nabire, beberapa waktu lalu.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Bartolomeus Murip, anggota DPRK Intan Jaya, yang menegaskan bahwa kekerasan yang terjadi telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa, kerusakan harta benda, serta memaksa warga mengungsi dari kampung halaman mereka.

Minta Dialog Langsung di Jakarta

Merespons situasi tersebut, Yoris Raweyai menyatakan bahwa MPR For Papua siap berkolaborasi dengan MRP, DPRP, dan DPRK se-Tanah Papua untuk menginisiasi dialog nasional langsung dengan Presiden RI, Panglima TNI, dan Kapolri.

“Konflik ini sudah waktunya dibahas di Jakarta, di hadapan para pemegang keputusan tertinggi negara. Tapi tentu kita harus membangun koordinasi dan komunikasi yang cepat dan efektif,” ujar Yoris.

Usulan Konkret: RDP dan Pembentukan Tim Khusus

Untuk mendukung langkah tersebut, para tokoh mengusulkan pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang melibatkan MRP, DPRP, dan DPRK dari seluruh wilayah Papua Tengah. Dalam forum tersebut, semua pihak diajak untuk duduk bersama membahas jalan keluar yang konkret.

Selanjutnya, akan dibentuk tim khusus yang mewakili seluruh elemen masyarakat dan lembaga di Papua Tengah. Tim ini akan bertugas menyampaikan langsung aspirasi rakyat Papua kepada Presiden RI dan jajaran pejabat tinggi negara di Jakarta.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kasus Pembunuhan di Jalan Freeport Lama Berhasil Diungkap, Motif Diduga Karena Dendam Pribadi

18 April 2026 - 08:31 WIB

IMG 20260418 WA0109

DPR Papua Tengah Dorong Dialog, Minta Presiden Evaluasi Penempatan Pasukan di Wilayah Konflik

18 April 2026 - 08:24 WIB

IMG 20260418 WA0078

Sekda Papua Tengah: Reses Bukan Formalitas, Harus Jadi Dasar Kebijakan Pembangunan

18 April 2026 - 08:19 WIB

IMG 20260418 WA0071

SMP YPPGI Bomou Gelar Ujian Praktik Prakarya dan Seni Budaya Berbasis Nilai Lokal

18 April 2026 - 08:15 WIB

IMG 20260418 WA0014

Mabuk dan Buat Onar, Berujung Terkena Sajam

18 April 2026 - 08:05 WIB

IMG 20260417 WA0217
Trending di Hukrim