Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria Breaking News : Ruang Terpadu RSUD Paniai Terbakar Hangus DPD RI Dorong Percepatan RUU Bahasa Daerah, Ratusan Bahasa Terancam Punah Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin Raih Gelar Doktor Kehormatan dari KMOU

Headline

SMP YPPGI Bomou Gelar Ujian Praktik Prakarya dan Seni Budaya Berbasis Nilai Lokal

Etty Welerbadge-check


					SMP YPPGI Bomou Gelar Ujian Praktik Prakarya dan Seni Budaya Berbasis Nilai Lokal Perbesar

DEIYAI — SMP YPPGI Bomou melaksanakan ujian praktik bagi siswa kelas III pada mata pelajaran Prakarya dan Seni Budaya, Jumat (17/4/2026), bertempat di halaman sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas III dengan pendampingan para guru.

Ujian praktik tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Sekolah SMP YPPGI Bomou, Yulian Pekei, S.Pd. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya melestarikan nilai-nilai budaya sebagai warisan yang harus dijaga oleh generasi muda.

IMG 20260418 WA0018

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya sekadar ujian, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang mendorong siswa untuk memahami dan mempraktikkan budaya lokal, termasuk dalam hal memasak dan makan secara tradisional.

“Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kebersamaan serta memperkuat pemahaman siswa terhadap budaya yang dimiliki,” ujarnya.

Sementara itu, guru pengampu mata pelajaran Prakarya dan Seni Budaya, Penike Pakage, S.Pd., menjelaskan bahwa ujian praktik ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai budaya secara mendalam melalui pengalaman langsung.

IMG 20260418 WA0016

“Dengan praktik ini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga dapat memahami, menghayati, dan menghargai budaya lokal sebagai bagian dari identitas mereka,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, siswa dibagi ke dalam empat kelompok dengan tema yang berbeda. Kelompok pertama mengangkat cerita adat Suku Mee, khususnya terkait penyelesaian konflik secara adat. Kelompok kedua membahas isu penebangan kayu bakar secara sembarangan serta solusi berbasis nilai budaya.

IMG 20260418 WA0019

Selanjutnya, kelompok ketiga menampilkan proses perkawinan adat Suku Mee, termasuk tahapan peminangan dan penentuan maskawin berupa uang adat (megee). Sementara kelompok keempat menampilkan drama kehidupan sehari-hari masyarakat Suku Mee, seperti proses pembuatan api secara tradisional menggunakan alat beko dan mamo dengan teknik tarik rotan.

Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat, kreativitas, dan kebersamaan. Melalui ujian praktik ini, siswa tidak hanya memperoleh penilaian akademik, tetapi juga memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai budaya lokal sebagai bagian dari identitas dan kekayaan bangsa. (SK)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dari Nabire, Pesan Damai dan Kebersamaan Menggema di Festival Cap Go Meh 2026

18 April 2026 - 10:18 WIB

IMG 20260418 WA0177

Langkah Nyata Pemprov Papua Tengah, Gandeng Perbankan Dorong Ekonomi Inklusif

18 April 2026 - 10:11 WIB

IMG 20260418 WA0160

Kasus Pembunuhan di Jalan Freeport Lama Berhasil Diungkap, Motif Diduga Karena Dendam Pribadi

18 April 2026 - 08:31 WIB

IMG 20260418 WA0109

DPR Papua Tengah Dorong Dialog, Minta Presiden Evaluasi Penempatan Pasukan di Wilayah Konflik

18 April 2026 - 08:24 WIB

IMG 20260418 WA0078

Sekda Papua Tengah: Reses Bukan Formalitas, Harus Jadi Dasar Kebijakan Pembangunan

18 April 2026 - 08:19 WIB

IMG 20260418 WA0071
Trending di Headline