Menu

Mode Gelap
Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin Raih Gelar Doktor Kehormatan dari KMOU OPINI : Pemuda dan Arah Transformasi Mimika, Menguatkan Kolaborasi dalam Semangat Kritis dan Konstruktif Era Baru Pemerintahan, Inpres Sepak Bola 2019 Dinilai Masih Relevan Ketua DPD RI Lepas Timnas Pelajar U-17 BLiSPI Berlaga ke Thailand di Momen Idulfitri Pemerintah Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 21 Maret Jelang Idul Fitri, Ketua DPD RI Serukan Penahanan Diri di Tengah Konflik Global

News

Ekonomi Papua Tengah Tertekan Akibat Mandeknya Ekspor Tambang, Pemerintah Gas Sektor Non-Tambang

adminbadge-check


					Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa Perbesar

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa

NABIRE — Ekonomi Papua Tengah mengalami tekanan hebat setelah ekspor tambang PT Freeport Indonesia tersendat sejak akhir 2024. Pemerintah provinsi pun bergerak cepat: menggenjot sektor-sektor non-tambang untuk menyelamatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa secara terbuka menyampaikan bahwa terhentinya izin ekspor telah memberikan pukulan telak terhadap struktur ekonomi Papua Tengah — yang 73% di antaranya masih ditopang oleh sektor pertambangan.

“Papua Tengah langsung minus 25%. Freeport tidak bisa ekspor karena izin dicabut sejak November 2024. Pendapatan anjlok dan dampaknya akan terasa hingga akhir 2025,” ujar Gubernur. Kamis, (05/06/2025).

Larangan ekspor ini membuat stok hasil tambang menumpuk di smelter Gresik, Jawa Timur, tanpa kejelasan kapan bisa kembali dikirim ke pasar global.

Namun di balik badai itu, ada secercah harapan. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sektor-sektor non-tambang justru tumbuh 2,35% pada triwulan pertama 2025.

“BPS bahkan memberi apresiasi. Meski tambang turun, kita tetap mencatat pertumbuhan. Ini sinyal positif bahwa roda ekonomi non-tambang mulai bergerak,” kata Gubernur.

Kini, pemerintah daerah mengarahkan fokus pada sektor-sektor potensial seperti pertanian, perikanan, kelautan, dan konstruksi. Gubernur telah memerintahkan seluruh dinas teknis untuk mempercepat realisasi program demi menyeimbangkan struktur ekonomi daerah.

“Provinsi lain mungkin stabil, tapi Papua Tengah bisa naik-turun tajam karena terlalu bergantung pada tambang. Ini tantangan nyata yang harus kita hadapi bersama,” tegasnya.

Meski sempat disorot soal rendahnya realisasi belanja daerah, pemerintah memastikan langkah-langkah perbaikan sedang dikebut. Penyesuaian program dengan arah pembangunan baru tengah berlangsung.

“Belanja pemerintah akan melonjak dalam satu dua bulan ke depan. Kita sedang kejar ketertinggalan,” ujar Kepala Bappeda Papua Tengah, Meki.

Pemerintah berharap strategi diversifikasi ini menjadi fondasi baru bagi Papua Tengah — agar tidak lagi goyah ketika sektor tambang terguncang. Ekonomi yang lebih berimbang, kata Gubernur, adalah masa depan yang sedang dibangun.(MB).

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin Raih Gelar Doktor Kehormatan dari KMOU

1 April 2026 - 14:57 WIB

Ketua dewan perwakilan daerah republik indonesia sultan bakt z2yq

Disperindag Kabupaten Mimika Pastikan Stok BBM dan Elpiji Aman, Imbau Warga Tidak Panik

1 April 2026 - 13:19 WIB

IMG 20260401 WA0076

Personel Polres Dogiyai Tewas Dianiaya, Situasi Keamanan Masih Tegang

1 April 2026 - 13:04 WIB

IMG 20260401 WA0090

Kericuhan Kembali Terjadi di Kwamki Narama Usai Prosesi Kremasi Jenazah 

1 April 2026 - 12:54 WIB

IMG 20260401 WA0088

LPPD Provinsi Papua Tengah di Bidang Indeks Pembangunan Manusia Meningkat

1 April 2026 - 12:35 WIB

IMG 20260401 WA0084
Trending di Headline