Menu

Mode Gelap
Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku Masyarakat Paniai Berdomisili Mimika Mendukung Daerah Otonom Kabupaten Moni, Mengecam Aksi Protes Piyos News Rayakan HUT ke-2, Perkuat Peran dari Papua Tengah hingga Nasional

News

Ekonomi Papua Tengah Tertekan Akibat Mandeknya Ekspor Tambang, Pemerintah Gas Sektor Non-Tambang

adminbadge-check


					Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa Perbesar

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa

NABIRE — Ekonomi Papua Tengah mengalami tekanan hebat setelah ekspor tambang PT Freeport Indonesia tersendat sejak akhir 2024. Pemerintah provinsi pun bergerak cepat: menggenjot sektor-sektor non-tambang untuk menyelamatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa secara terbuka menyampaikan bahwa terhentinya izin ekspor telah memberikan pukulan telak terhadap struktur ekonomi Papua Tengah — yang 73% di antaranya masih ditopang oleh sektor pertambangan.

“Papua Tengah langsung minus 25%. Freeport tidak bisa ekspor karena izin dicabut sejak November 2024. Pendapatan anjlok dan dampaknya akan terasa hingga akhir 2025,” ujar Gubernur. Kamis, (05/06/2025).

Larangan ekspor ini membuat stok hasil tambang menumpuk di smelter Gresik, Jawa Timur, tanpa kejelasan kapan bisa kembali dikirim ke pasar global.

Namun di balik badai itu, ada secercah harapan. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sektor-sektor non-tambang justru tumbuh 2,35% pada triwulan pertama 2025.

“BPS bahkan memberi apresiasi. Meski tambang turun, kita tetap mencatat pertumbuhan. Ini sinyal positif bahwa roda ekonomi non-tambang mulai bergerak,” kata Gubernur.

Kini, pemerintah daerah mengarahkan fokus pada sektor-sektor potensial seperti pertanian, perikanan, kelautan, dan konstruksi. Gubernur telah memerintahkan seluruh dinas teknis untuk mempercepat realisasi program demi menyeimbangkan struktur ekonomi daerah.

“Provinsi lain mungkin stabil, tapi Papua Tengah bisa naik-turun tajam karena terlalu bergantung pada tambang. Ini tantangan nyata yang harus kita hadapi bersama,” tegasnya.

Meski sempat disorot soal rendahnya realisasi belanja daerah, pemerintah memastikan langkah-langkah perbaikan sedang dikebut. Penyesuaian program dengan arah pembangunan baru tengah berlangsung.

“Belanja pemerintah akan melonjak dalam satu dua bulan ke depan. Kita sedang kejar ketertinggalan,” ujar Kepala Bappeda Papua Tengah, Meki.

Pemerintah berharap strategi diversifikasi ini menjadi fondasi baru bagi Papua Tengah — agar tidak lagi goyah ketika sektor tambang terguncang. Ekonomi yang lebih berimbang, kata Gubernur, adalah masa depan yang sedang dibangun.(MB).

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Solidaritas Mahasiswa Paniai Se-Indonesia Desak Pusat Tolak DOB dan Cabut Izin Tambang

19 Mei 2026 - 02:44 WIB

IMG 20260518 WA0081

Masuki Musim Penghujan, Warga Inauga Diminta Tidak Buang Sampah Sembarangan  

19 Mei 2026 - 02:40 WIB

IMG 20260518 WA0023

Penyerapan APBD Mimika Baru 11,38 Persen hingga Pertengahan Mei 2026, Wabup Ingatkan OPD Bergerak Cepat

19 Mei 2026 - 02:06 WIB

IMG 20260518 WA0077

Wabup Mimika Ingatkan OPD Maksimalkan Pelaksanaan Program dan Penyerapan APBD

19 Mei 2026 - 01:38 WIB

Img 20250714 wa0108(1)

Gubernur Papua Tengah Tegaskan Komitmen Tata Kelola Bersih Saat Penandatanganan MoU dengan Kejati Papua

18 Mei 2026 - 14:51 WIB

IMG 20260518 WA0266
Trending di Headline