Menu

Mode Gelap
Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa Pigai Tegaskan 10 Persen Saham Freeport Harus untuk Papua Tengah

News

Ekonomi Papua Tengah Tertekan Akibat Mandeknya Ekspor Tambang, Pemerintah Gas Sektor Non-Tambang

adminbadge-check


					Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa Perbesar

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa

NABIRE — Ekonomi Papua Tengah mengalami tekanan hebat setelah ekspor tambang PT Freeport Indonesia tersendat sejak akhir 2024. Pemerintah provinsi pun bergerak cepat: menggenjot sektor-sektor non-tambang untuk menyelamatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa secara terbuka menyampaikan bahwa terhentinya izin ekspor telah memberikan pukulan telak terhadap struktur ekonomi Papua Tengah — yang 73% di antaranya masih ditopang oleh sektor pertambangan.

“Papua Tengah langsung minus 25%. Freeport tidak bisa ekspor karena izin dicabut sejak November 2024. Pendapatan anjlok dan dampaknya akan terasa hingga akhir 2025,” ujar Gubernur. Kamis, (05/06/2025).

Larangan ekspor ini membuat stok hasil tambang menumpuk di smelter Gresik, Jawa Timur, tanpa kejelasan kapan bisa kembali dikirim ke pasar global.

Namun di balik badai itu, ada secercah harapan. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sektor-sektor non-tambang justru tumbuh 2,35% pada triwulan pertama 2025.

“BPS bahkan memberi apresiasi. Meski tambang turun, kita tetap mencatat pertumbuhan. Ini sinyal positif bahwa roda ekonomi non-tambang mulai bergerak,” kata Gubernur.

Kini, pemerintah daerah mengarahkan fokus pada sektor-sektor potensial seperti pertanian, perikanan, kelautan, dan konstruksi. Gubernur telah memerintahkan seluruh dinas teknis untuk mempercepat realisasi program demi menyeimbangkan struktur ekonomi daerah.

“Provinsi lain mungkin stabil, tapi Papua Tengah bisa naik-turun tajam karena terlalu bergantung pada tambang. Ini tantangan nyata yang harus kita hadapi bersama,” tegasnya.

Meski sempat disorot soal rendahnya realisasi belanja daerah, pemerintah memastikan langkah-langkah perbaikan sedang dikebut. Penyesuaian program dengan arah pembangunan baru tengah berlangsung.

“Belanja pemerintah akan melonjak dalam satu dua bulan ke depan. Kita sedang kejar ketertinggalan,” ujar Kepala Bappeda Papua Tengah, Meki.

Pemerintah berharap strategi diversifikasi ini menjadi fondasi baru bagi Papua Tengah — agar tidak lagi goyah ketika sektor tambang terguncang. Ekonomi yang lebih berimbang, kata Gubernur, adalah masa depan yang sedang dibangun.(MB).

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

MIND ID dan PTFI Ajak Jurnalis Mimika Ungkap Cerita di Balik Kekayaan Mineral Papua

3 September 2026 - 14:47 WIB

IMG 20260903 WA0018

Serapan APBD Mimika Baru 37 Persen, Bupati Targetkan Capai 90 Persen Akhir Tahun

3 September 2026 - 14:37 WIB

IMG 20260903 WA0009

Diundang Tak Hadir, DPR Papua Tengah Tunda Rapat Bahas Aspirasi SIMAPITOWA dan Nifasi

3 September 2026 - 14:24 WIB

IMG 20260903 WA0065

Polisi Temukan Mobil Rental yang Dipakai Pelaku Penganiayaan Maut di Mile 28

3 September 2026 - 14:11 WIB

IMG 20260903 WA0037

Keluarga Tuntut Kepastian Sejumlah Perempuan Yang Dibawah Paksa dari Jila

3 September 2026 - 14:03 WIB

IMG 20260903 WA0035
Trending di Headline