Menu ✖

Mode Gelap
Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah

News

Laju Ekonomi Papua Tengah Terendah se-Indonesia, Mendagri Tito Beri Arahan

adminbadge-check


					Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Dok ANTARAFOTO Perbesar

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Dok ANTARAFOTO

JAKARTA — Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyoroti pertumbuhan ekonomi Provinsi Papua Tengah yang anjlok hingga -25,53% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal I/2025. Angka ini menjadikan Papua Tengah sebagai provinsi dengan pertumbuhan ekonomi terendah di Indonesia.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan keprihatinannya terhadap kondisi ini, mengingat Papua Tengah merupakan salah satu provinsi dengan pendapatan daerah tertinggi. Namun, realisasi belanja daerah justru sangat rendah.

“Yang lebih menyedihkan dan menjadi pertanyaan besar adalah Papua Tengah. Pertumbuhannya -25%, padahal pendapatannya paling tinggi,” ujar Tito dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Tahun 2025 yang disiarkan melalui YouTube Kemendagri, Senin (26/5/2025).

Data per 23 Mei 2025 menunjukkan bahwa realisasi pendapatan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Papua Tengah telah mencapai 48,71%. Namun, realisasi belanja baru sebesar 9,11%.

“Pendapatannya sudah tercapai hampir 50%, itu bagus. Tapi belanjanya baru 9%, artinya uangnya hanya disimpan di bank. Ini saya minta perhatian dari Pak Gubernur (Meki Fritz Nawipa),” tegasnya.

Tito mendorong Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa untuk meningkatkan belanja daerah setidaknya hingga 20% sebagai upaya memacu perputaran ekonomi. Mengingat tahun 2025 telah memasuki pertengahan, ia menekankan pentingnya akselerasi dalam penggunaan anggaran.

Menurutnya, belanja daerah yang optimal dapat menggerakkan perekonomian lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebaliknya, jika belanja tidak terealisasi, maka daerah berisiko mengalami kemunduran ekonomi.

“Angka pertumbuhan ekonomi harus menjadi perhatian utama seluruh kepala daerah. Itu cerminan dari kerja mereka,” kata Tito.

Ia juga menambahkan bahwa meskipun inflasi penting untuk dijaga demi kestabilan harga barang dan jasa, namun pertumbuhan ekonomi menjadi indikator yang lebih luas dalam melihat kemajuan daerah.

“Kalau pertumbuhan ekonomi tinggi, daerah itu melompat maju. Tapi kalau 0%, 0,5%, 1%, itu stagnan. Kalau minus, berarti mundur. Yang miskin makin miskin. Jangan harap bisa menangani kemiskinan ekstrem, stunting, dan lain-lain,” jelasnya.

Tito menegaskan bahwa angka pertumbuhan ekonomi merupakan indikator utama yang mencerminkan kondisi suatu daerah. “Kalau pertumbuhannya minus, itu tanda daerahnya mundur dan akan makin banyak yang miskin serta stunting. Jadi ini angka yang paling pokok,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dinkes Paniai Apresiasi Bantuan 20 Ribu Masker dari Pemprov Papua Tengah

14 Oktober 2026 - 14:43 WIB

IMG 20261014 WA0030

Terombang-ambing Semalaman di Perairan Yapero, Enam Korban KM Citra Harapan Selamat

14 Oktober 2026 - 14:39 WIB

IMG 20261014 WA0028

DP3AKB Deiyai Salurkan BKB Kit ke TK PAUD Yomeni, Dukung Pembelajaran Anak Usia Dini

14 Oktober 2026 - 14:32 WIB

IMG 20261014 WA0023

Kabut Asap Selimuti Deiyai, Puskesmas Gakokebo Imbau Warga Gunakan Masker

14 Oktober 2026 - 14:22 WIB

IMG 20261014 WA0017

Kasus ISPA di Mimika Tembus 72.977, Dinkes Imbau Warga Waspadai Kabut Asap

14 Oktober 2026 - 11:48 WIB

IMG 20261014 WA0014
Trending di Headline