Menu

Mode Gelap
Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku Masyarakat Paniai Berdomisili Mimika Mendukung Daerah Otonom Kabupaten Moni, Mengecam Aksi Protes Piyos News Rayakan HUT ke-2, Perkuat Peran dari Papua Tengah hingga Nasional

Headline

Pemerintah Kejar Integrasi Pendidikan Perubahan Iklim ke dalam Kurikulum

adminbadge-check


					Foto : Istimewa Perbesar

Foto : Istimewa

Pemerintah terus berupaya mempersiapkan generasi muda yang tangguh menghadapi perubahan iklim serta mendukung pembangunan berkelanjutan, melalui pengintegrasian pendidikan perubahan iklim ke dalam kurikulum nasional yang saat ini tengah diterapkan.

Direktur Mobilisasi Sumber Daya Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Nky Zamzani, dalam sebuah diskusi daring yang diikuti dari Jakarta pada Rabu, menyampaikan bahwa laporan UNICEF tahun 2021 mengenai indeks dampak iklim terhadap anak-anak menunjukkan lebih dari 1 miliar anak di seluruh dunia hidup di wilayah yang berisiko tinggi akibat perubahan iklim.

“Indonesia saat ini menghadapi tantangan besar dalam mengatasi krisis iklim. Diperlukan strategi jangka panjang untuk memastikan generasi muda kita tumbuh menjadi individu yang tangguh terhadap perubahan iklim dan memiliki kesadaran lingkungan,” ujar Nky Zamzani.

Salah satu strategi penting yang mendesak, lanjutnya, adalah integrasi pendidikan lingkungan, khususnya pendidikan perubahan iklim, ke dalam kurikulum nasional.

Baca juga: KLHK Mulai Susun Rencana Adaptasi Nasional Hadapi Perubahan Iklim

Zamzani menekankan bahwa perubahan besar dimulai dari pendidikan dan kebiasaan baik yang ditanamkan sejak dini di keluarga, seperti mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai dan memanfaatkan transportasi umum.

Dalam diskusi yang sama, Ketua Tim Kerja Pembelajaran Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), Nur Rofika Ayu Shinta, menjelaskan bahwa dampak perubahan iklim kini menjadi realitas yang dihadapi generasi masa kini.

Ia menegaskan bahwa kurikulum menjadi salah satu media penting yang digunakan pemerintah untuk mempersiapkan generasi yang tangguh dalam menghadapi krisis iklim. Integrasi pendidikan lingkungan ke dalam kurikulum nasional mulai dilaksanakan sejak tahun 2024.

Bekerja sama dengan UNESCO, pemerintah tidak hanya menargetkan siswa, tetapi juga meningkatkan kapasitas sekolah dan pendidik terkait pendidikan lingkungan dan perubahan iklim, dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian dari pendekatan holistik.

“Melalui kurikulum ini, diharapkan siswa mampu mengambil tindakan nyata dan berkontribusi dalam penurunan emisi. Tidak perlu hal besar, tapi dimulai dari tindakan kecil yang bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Lebih lanjut, Shinta menambahkan bahwa pendidikan perubahan iklim juga mendukung generasi muda untuk melihat peluang dalam sektor ekonomi hijau dan menjadi dasar pengembangan keahlian di bidang tersebut.

Dengan mengusung prinsip RAMAH — Relevan, Afektif, Merujuk Pengetahuan, Aksi Nyata, dan Holistik — Kemendikbudristek memulai program ini dengan meningkatkan pemahaman tenaga pendidik dan satuan pendidikan terhadap isu perubahan iklim, serta mengaitkannya dengan konteks lokal di masing-masing daerah.

Dengan memanfaatkan informasi terkini, pendidikan perubahan iklim diharapkan mendorong aksi nyata yang terintegrasi ke dalam berbagai mata pelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, hingga budaya sekolah secara keseluruhan.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

TMMD Kodim 1710/Mimika Mulai Kerjakan Sumur Bor untuk MCK Umum Gereja Santo Klemenst

14 Mei 2026 - 15:08 WIB

IMG 20260513 WA0041

Apresiasi Rakoor Percepatan Pembangunan Papua, Bupati Intan Jaya Soroti Anggaran dan Daerah Konflik 

14 Mei 2026 - 14:43 WIB

20260512

IPMAPAN Sorong Resmi Bentuk Panitia PAB dan HUT Ke-I, Usung Semangat “Bersatu, Bergerak, Maju Bersama”

14 Mei 2026 - 14:19 WIB

IMG 20260513 WA0034

Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Umat Perkuat Harmoni dan Semangat Kebersamaan

14 Mei 2026 - 14:08 WIB

IMG 20260514 WA0014

Kakanwil Kemenag Papua Lantik 44 Pejabat Pengawas, Tegaskan ASN Siap Ditempatkan di Seluruh Wilayah Papua dan DOB

14 Mei 2026 - 14:04 WIB

IMG 20260514 230348
Trending di Headline