PUNCAK JAYA — Dua pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Puncak Jaya yang sempat berseteru dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 resmi berdamai melalui prosesi adat “Belah Kayu Doli”, Senin (12/5/2025), di halaman Kantor Bupati Puncak Jaya.
Ritual adat khas Suku Lani itu dihadiri langsung oleh Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa, SH, dan Wakil Gubernur Deinas Geley, S.Sos., M.Si, serta menghadirkan dua kubu yang bertikai: Paslon nomor urut 1, Yuni Wonda–Mus Kogoya, dan Paslon nomor urut 2, Miren Kogoya–Mendi Wonorengga.
Sebelum ritual dimulai, masing-masing pasangan membacakan pernyataan sikap damai dan bersama Gubernur Nawipa menandatangani naskah perdamaian sebagai bukti komitmen bersama membangun daerah secara damai.
“Acara perdamaian kita gelar supaya semua kita bisa tidur tenang. Sekolah bisa jalan, toko bisa buka, gereja bisa buka, dan semua kembali beraktivitas untuk bangun negeri kita ini, negeri sucinya Tanah Papua. Kita sama-sama tanda tangan sebagai tanda bahwa kita bersatu di negeri ini untuk bangun Puncak Jaya bersama-sama,” tegas Gubernur Nawipa dalam sambutannya.
Ia menekankan bahwa momentum ini menjadi titik akhir dari konflik politik pasca-Pilkada, dan mengajak seluruh masyarakat Puncak Jaya untuk kembali bersatu, membangun, dan meninggalkan kekerasan. Nawipa juga menegaskan pentingnya pendidikan sebagai kunci masa depan.
“Orang Puncak Jaya ingat baik-baik, hanya orang sekolah baru bisa menjadi pemimpin di atas tanah ini. Mulai besok, anak-anak yang ikut perang harus kembali ke sekolah dan belajar. Gereja yang tutup dibuka kembali. Kebun yang ditinggal, kita garap kembali,” lanjutnya.
Gubernur pertama Papua Tengah itu juga menyampaikan telah berdiskusi dengan Bupati terpilih, Yuni Wonda, dan berkomitmen bersama Wakil Gubernur Geley untuk membangun kembali Puncak Jaya.
“Bakar satu hari, tapi bangun itu bisa dua puluh sampai tiga puluh tahun. Jadi ke depan kita berharap, masyarakat tidak usah lagi perang. Ada masalah kita bicara baik-baik, karena budaya kita adalah duduk dan berbicara bersama,” tutupnya.
Acara sakral tersebut turut dihadiri oleh Ketua DPR Papua Tengah Delius Tabuni, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Alfred Papare, S.I.K., Danrem 173/PVB Brigjen TNI Frits Wilem Richard Pelamonia, S.E., Kapolres Puncak Jaya AKBP Achmad Fauzan, S.Ag., Penjabat Bupati Puncak Jaya Yopy Murib, S.E., M.M., dan Dandim 1714/Puncak Jaya Letkol Inf Irawan Setya Kusuma, S.Hub.Int. (MB)






