Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria Breaking News : Ruang Terpadu RSUD Paniai Terbakar Hangus DPD RI Dorong Percepatan RUU Bahasa Daerah, Ratusan Bahasa Terancam Punah Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin Raih Gelar Doktor Kehormatan dari KMOU

Headline

Dua Paslon Bupati di Puncak Jaya Resmi Berdamai, Gubernur Papua Tengah Pimpin Ritual Adat

Etty Welerbadge-check


					Dua Paslon Bupati di Puncak Jaya Resmi Berdamai, Gubernur Papua Tengah Pimpin Ritual Adat Perbesar

PUNCAK JAYA — Dua pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Puncak Jaya yang sempat berseteru dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 resmi berdamai melalui prosesi adat “Belah Kayu Doli”, Senin (12/5/2025), di halaman Kantor Bupati Puncak Jaya.

Ritual adat khas Suku Lani itu dihadiri langsung oleh Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa, SH, dan Wakil Gubernur Deinas Geley, S.Sos., M.Si, serta menghadirkan dua kubu yang bertikai: Paslon nomor urut 1, Yuni Wonda–Mus Kogoya, dan Paslon nomor urut 2, Miren Kogoya–Mendi Wonorengga.

Sebelum ritual dimulai, masing-masing pasangan membacakan pernyataan sikap damai dan bersama Gubernur Nawipa menandatangani naskah perdamaian sebagai bukti komitmen bersama membangun daerah secara damai.

“Acara perdamaian kita gelar supaya semua kita bisa tidur tenang. Sekolah bisa jalan, toko bisa buka, gereja bisa buka, dan semua kembali beraktivitas untuk bangun negeri kita ini, negeri sucinya Tanah Papua. Kita sama-sama tanda tangan sebagai tanda bahwa kita bersatu di negeri ini untuk bangun Puncak Jaya bersama-sama,” tegas Gubernur Nawipa dalam sambutannya.

Ia menekankan bahwa momentum ini menjadi titik akhir dari konflik politik pasca-Pilkada, dan mengajak seluruh masyarakat Puncak Jaya untuk kembali bersatu, membangun, dan meninggalkan kekerasan. Nawipa juga menegaskan pentingnya pendidikan sebagai kunci masa depan.

“Orang Puncak Jaya ingat baik-baik, hanya orang sekolah baru bisa menjadi pemimpin di atas tanah ini. Mulai besok, anak-anak yang ikut perang harus kembali ke sekolah dan belajar. Gereja yang tutup dibuka kembali. Kebun yang ditinggal, kita garap kembali,” lanjutnya.

Gubernur pertama Papua Tengah itu juga menyampaikan telah berdiskusi dengan Bupati terpilih, Yuni Wonda, dan berkomitmen bersama Wakil Gubernur Geley untuk membangun kembali Puncak Jaya.

“Bakar satu hari, tapi bangun itu bisa dua puluh sampai tiga puluh tahun. Jadi ke depan kita berharap, masyarakat tidak usah lagi perang. Ada masalah kita bicara baik-baik, karena budaya kita adalah duduk dan berbicara bersama,” tutupnya.

Acara sakral tersebut turut dihadiri oleh Ketua DPR Papua Tengah Delius Tabuni, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Alfred Papare, S.I.K., Danrem 173/PVB Brigjen TNI Frits Wilem Richard Pelamonia, S.E., Kapolres Puncak Jaya AKBP Achmad Fauzan, S.Ag., Penjabat Bupati Puncak Jaya Yopy Murib, S.E., M.M., dan Dandim 1714/Puncak Jaya Letkol Inf Irawan Setya Kusuma, S.Hub.Int. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kasus Pembunuhan di Jalan Freeport Lama Berhasil Diungkap, Motif Diduga Karena Dendam Pribadi

18 April 2026 - 08:31 WIB

IMG 20260418 WA0109

DPR Papua Tengah Dorong Dialog, Minta Presiden Evaluasi Penempatan Pasukan di Wilayah Konflik

18 April 2026 - 08:24 WIB

IMG 20260418 WA0078

Sekda Papua Tengah: Reses Bukan Formalitas, Harus Jadi Dasar Kebijakan Pembangunan

18 April 2026 - 08:19 WIB

IMG 20260418 WA0071

SMP YPPGI Bomou Gelar Ujian Praktik Prakarya dan Seni Budaya Berbasis Nilai Lokal

18 April 2026 - 08:15 WIB

IMG 20260418 WA0014

Mabuk dan Buat Onar, Berujung Terkena Sajam

18 April 2026 - 08:05 WIB

IMG 20260417 WA0217
Trending di Hukrim