Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Serukan Model Demokrasi Tanpa Sekat: Pelajaran dari Papua untuk Indonesia Batas Aktivasi Rekening PIP 2025 Resmi Diperpanjang hingga 13 Maret 2026 Komite III DPD RI Apresiasi Program Kemenkes, OAP Papua Diprioritaskan Jadi Tenaga Medis OPINI : Saat Vatikan Menjaga Jarak, Indonesia Memasuki Arena Natalius Pigai: Komnas HAM Akan Bekerja Seperti KPK, Boleh Bentuk Unit Penyidikan HAM Wilhelmus Pigai Fasilitasi Nobar Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Papua Tengah, Libatkan Siswa dan Mahasiswa

Headline

Dua Paslon Bupati di Puncak Jaya Resmi Berdamai, Gubernur Papua Tengah Pimpin Ritual Adat

Etty Welerbadge-check


					Dua Paslon Bupati di Puncak Jaya Resmi Berdamai, Gubernur Papua Tengah Pimpin Ritual Adat Perbesar

PUNCAK JAYA — Dua pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Puncak Jaya yang sempat berseteru dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024 resmi berdamai melalui prosesi adat “Belah Kayu Doli”, Senin (12/5/2025), di halaman Kantor Bupati Puncak Jaya.

Ritual adat khas Suku Lani itu dihadiri langsung oleh Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa, SH, dan Wakil Gubernur Deinas Geley, S.Sos., M.Si, serta menghadirkan dua kubu yang bertikai: Paslon nomor urut 1, Yuni Wonda–Mus Kogoya, dan Paslon nomor urut 2, Miren Kogoya–Mendi Wonorengga.

Sebelum ritual dimulai, masing-masing pasangan membacakan pernyataan sikap damai dan bersama Gubernur Nawipa menandatangani naskah perdamaian sebagai bukti komitmen bersama membangun daerah secara damai.

“Acara perdamaian kita gelar supaya semua kita bisa tidur tenang. Sekolah bisa jalan, toko bisa buka, gereja bisa buka, dan semua kembali beraktivitas untuk bangun negeri kita ini, negeri sucinya Tanah Papua. Kita sama-sama tanda tangan sebagai tanda bahwa kita bersatu di negeri ini untuk bangun Puncak Jaya bersama-sama,” tegas Gubernur Nawipa dalam sambutannya.

Ia menekankan bahwa momentum ini menjadi titik akhir dari konflik politik pasca-Pilkada, dan mengajak seluruh masyarakat Puncak Jaya untuk kembali bersatu, membangun, dan meninggalkan kekerasan. Nawipa juga menegaskan pentingnya pendidikan sebagai kunci masa depan.

“Orang Puncak Jaya ingat baik-baik, hanya orang sekolah baru bisa menjadi pemimpin di atas tanah ini. Mulai besok, anak-anak yang ikut perang harus kembali ke sekolah dan belajar. Gereja yang tutup dibuka kembali. Kebun yang ditinggal, kita garap kembali,” lanjutnya.

Gubernur pertama Papua Tengah itu juga menyampaikan telah berdiskusi dengan Bupati terpilih, Yuni Wonda, dan berkomitmen bersama Wakil Gubernur Geley untuk membangun kembali Puncak Jaya.

“Bakar satu hari, tapi bangun itu bisa dua puluh sampai tiga puluh tahun. Jadi ke depan kita berharap, masyarakat tidak usah lagi perang. Ada masalah kita bicara baik-baik, karena budaya kita adalah duduk dan berbicara bersama,” tutupnya.

Acara sakral tersebut turut dihadiri oleh Ketua DPR Papua Tengah Delius Tabuni, Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol Alfred Papare, S.I.K., Danrem 173/PVB Brigjen TNI Frits Wilem Richard Pelamonia, S.E., Kapolres Puncak Jaya AKBP Achmad Fauzan, S.Ag., Penjabat Bupati Puncak Jaya Yopy Murib, S.E., M.M., dan Dandim 1714/Puncak Jaya Letkol Inf Irawan Setya Kusuma, S.Hub.Int. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Penembakan Terjadi di Area Grasberg PT Freeport, Polisi Masih Dalami Pelaku

12 Maret 2026 - 15:03 WIB

IMG 20260312 WA0227

Kapolda Papua Tengah Minta Pedagang Tidak Naikkan Harga Bahan Pokok Jelang Ramadhan

12 Maret 2026 - 14:59 WIB

IMG 20260312 WA0227

Pemkab Mimika Bentuk Tim Khusus Penilaian Kinerja 133 Kepala Kampung

12 Maret 2026 - 12:11 WIB

IMG 20260312 WA0165

Sikapi Gangguan Kamtibmas, Polres Mimika Tingkatkan KRYD

12 Maret 2026 - 10:51 WIB

IMG 20260312 WA0024

250 Personel Gabungan Dilibatkan Dalam Operasi Ketupat Noken

12 Maret 2026 - 10:45 WIB

IMG 20260312 WA0024
Trending di Headline