NABIRE – Bupati Nabire, Mesak Magai menegaskan, komitmen di masa Pemerintahannya untuk terus melanjutkan pembangunan daerah yang berfokus pada pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, infrastruktur, serta penanggulangan bencana alam. Hal ini disampaikan dalam evaluasi program kerja bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru-baru ini.
Hal itu disampaikan oleh Bupati Nabire, Mesak Magai, saat melaksanakan apel gabungan awal bulan Mei pada Senin, (5/5/2025) di Halaman Kantor Bupati Nabire.
Menurut Bupati Magai, pembangunan pendidikan menjadi prioritas utama. Sejak 2023, Pemkab Nabire menambah tenaga guru dan medis guna menjawab kekurangan yang masih terjadi hingga 2022. Pemerintah juga memberikan bantuan dana kepada yayasan pendidikan melalui APBD 2022 dan 2023. Kehadiran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) turut memperkuat distribusi tenaga pendidikan dan kesehatan, meskipun masih perlu evaluasi atas ketimpangan penempatan.
“Di kota jumlah guru membludak, sementara di daerah pedalaman seperti Dipa, Menu, dan Siriwo masih kekurangan. Sekolah di sana hanya bisa berjalan sampai kelas 3 SD,” ungkap Bupati.
Untuk mengatasi hal itu, Pemkab membangun asrama di Kilo 86 agar anak-anak dari pedalaman dapat melanjutkan pendidikan. Selain itu, di daerah seperti Tibai dan Mako, pelayan gereja seperti pendeta dan katekis dilibatkan sebagai tenaga pendidik dan mendapat insentif dari pemerintah.
Pemkab juga berencana mengirim lima anak asli Papua untuk menempuh pendidikan kedokteran melalui kerja sama dengan sejumlah universitas di Makassar dan Jawa. Program ini bertujuan mencetak tenaga medis lokal yang nantinya akan kembali mengabdi di daerah.
Ekonomi Kerakyatan dan Ketahanan Pangan
Di bidang ekonomi, Bupati menyayangkan masih tingginya ketergantungan masyarakat pada hasil pertanian dari luar daerah, seperti cabai dan bawang. Hal ini disebabkan ketakutan masyarakat untuk kembali berkebun karena faktor keamanan.
“Sekarang situasi sudah aman. Saya imbau masyarakat kembali ke kebun. Uang tidak dicari di kota, tapi di kampung. Kota tempat belanja, bukan tempat cari uang,” tegasnya.
Ia menyebutkan bahwa perputaran uang di Nabire mencapai Rp12 triliun per tahun, namun sebagian besar hanya ‘numpang lewat’ karena masyarakat belum menjadi pelaku utama dalam perekonomian lokal.
Penanganan Bencana dan Relokasi Pemukiman.
Bupati juga menyoroti penanganan banjir di sejumlah wilayah seperti Yaro dan Wanggar Pante. Pemerintah berencana memindahkan jalur jalan ke rute lama milik perusahaan kelapa sawit agar lebih aman dari bencana.
“Untuk daerah Tanah Merah dan Taumi, kami akan relokasi pemukiman ke dataran tinggi karena langganan banjir,” jelasnya. Ia juga mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai untuk waspada dan siap menghadapi bencana.
Evaluasi Pemerintahan Kampung dan Pemekaran Wilayah
Pemkab Nabire saat ini tengah mengevaluasi pemerintahan kampung yang bermasalah, salah satunya Kampung Sanoba yang dilanda konflik akibat kepala kampung tidak aktif dan diduga menyalahgunakan dana desa.
Bupati menyebutkan bahwa ke depan, pemilihan kepala kampung akan dilakukan secara serentak untuk mencegah kekosongan jabatan. Beberapa kampung juga akan ditetapkan sebagai Kampung Adat seperti Kampung Samabusa, dengan sistem kepemimpinan berbasis kearifan lokal.
Terkait pemekaran daerah, Bupati menyatakan dukungan penuh atas usulan agar Nabire menjadi kota madya. Namun demikian, realisasi pemekaran tetap menunggu keputusan pemerintah pusat dan kesiapan anggaran negara.
Dorong Wisata dan Pendidikan Berbasis Kemitraan
Dalam rangka pengembangan sektor pariwisata dan pendidikan, Bupati bersama Gubernur Papua Tengah telah mengunjungi wilayah pesisir seperti Tanjung Penyawur, didampingi tokoh nasional dan mitra luar negeri.
Turut hadir penggerak wisata Raja Ampat dan pendiri sekolah Papua Harapan. Kunjungan ini bertujuan menjalin kerja sama strategis untuk membangun sektor pariwisata dan pendidikan berkelanjutan di wilayah Nabire.
“Pariwisata bukan sektor instan, tapi bisa menghasilkan pendapatan jangka panjang bagi masyarakat. Kita harus bangun dari sekarang,” pungkas Bupati Magai. (MB)






