Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Serukan Model Demokrasi Tanpa Sekat: Pelajaran dari Papua untuk Indonesia Batas Aktivasi Rekening PIP 2025 Resmi Diperpanjang hingga 13 Maret 2026 Komite III DPD RI Apresiasi Program Kemenkes, OAP Papua Diprioritaskan Jadi Tenaga Medis OPINI : Saat Vatikan Menjaga Jarak, Indonesia Memasuki Arena Natalius Pigai: Komnas HAM Akan Bekerja Seperti KPK, Boleh Bentuk Unit Penyidikan HAM Wilhelmus Pigai Fasilitasi Nobar Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Papua Tengah, Libatkan Siswa dan Mahasiswa

Headline

Bupati Nabire Komitmen Bangun Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi dan Tanggulangi Bencana 

Etty Welerbadge-check


					Bupati Nabire Komitmen Bangun Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi dan Tanggulangi Bencana  Perbesar

NABIRE – Bupati Nabire, Mesak Magai menegaskan, komitmen di masa Pemerintahannya untuk terus melanjutkan pembangunan daerah yang berfokus pada pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, infrastruktur, serta penanggulangan bencana alam. Hal ini disampaikan dalam evaluasi program kerja bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baru-baru ini.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Nabire, Mesak Magai, saat melaksanakan apel gabungan awal bulan Mei pada Senin, (5/5/2025) di Halaman Kantor Bupati Nabire.

Menurut Bupati Magai, pembangunan pendidikan menjadi prioritas utama. Sejak 2023, Pemkab Nabire menambah tenaga guru dan medis guna menjawab kekurangan yang masih terjadi hingga 2022. Pemerintah juga memberikan bantuan dana kepada yayasan pendidikan melalui APBD 2022 dan 2023. Kehadiran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) turut memperkuat distribusi tenaga pendidikan dan kesehatan, meskipun masih perlu evaluasi atas ketimpangan penempatan.

“Di kota jumlah guru membludak, sementara di daerah pedalaman seperti Dipa, Menu, dan Siriwo masih kekurangan. Sekolah di sana hanya bisa berjalan sampai kelas 3 SD,” ungkap Bupati.

Untuk mengatasi hal itu, Pemkab membangun asrama di Kilo 86 agar anak-anak dari pedalaman dapat melanjutkan pendidikan. Selain itu, di daerah seperti Tibai dan Mako, pelayan gereja seperti pendeta dan katekis dilibatkan sebagai tenaga pendidik dan mendapat insentif dari pemerintah.

Pemkab juga berencana mengirim lima anak asli Papua untuk menempuh pendidikan kedokteran melalui kerja sama dengan sejumlah universitas di Makassar dan Jawa. Program ini bertujuan mencetak tenaga medis lokal yang nantinya akan kembali mengabdi di daerah.

Ekonomi Kerakyatan dan Ketahanan Pangan

Di bidang ekonomi, Bupati menyayangkan masih tingginya ketergantungan masyarakat pada hasil pertanian dari luar daerah, seperti cabai dan bawang. Hal ini disebabkan ketakutan masyarakat untuk kembali berkebun karena faktor keamanan.

“Sekarang situasi sudah aman. Saya imbau masyarakat kembali ke kebun. Uang tidak dicari di kota, tapi di kampung. Kota tempat belanja, bukan tempat cari uang,” tegasnya.

Ia menyebutkan bahwa perputaran uang di Nabire mencapai Rp12 triliun per tahun, namun sebagian besar hanya ‘numpang lewat’ karena masyarakat belum menjadi pelaku utama dalam perekonomian lokal.
Penanganan Bencana dan Relokasi Pemukiman.

Bupati juga menyoroti penanganan banjir di sejumlah wilayah seperti Yaro dan Wanggar Pante. Pemerintah berencana memindahkan jalur jalan ke rute lama milik perusahaan kelapa sawit agar lebih aman dari bencana.

“Untuk daerah Tanah Merah dan Taumi, kami akan relokasi pemukiman ke dataran tinggi karena langganan banjir,” jelasnya. Ia juga mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai untuk waspada dan siap menghadapi bencana.

Evaluasi Pemerintahan Kampung dan Pemekaran Wilayah

Pemkab Nabire saat ini tengah mengevaluasi pemerintahan kampung yang bermasalah, salah satunya Kampung Sanoba yang dilanda konflik akibat kepala kampung tidak aktif dan diduga menyalahgunakan dana desa.

Bupati menyebutkan bahwa ke depan, pemilihan kepala kampung akan dilakukan secara serentak untuk mencegah kekosongan jabatan. Beberapa kampung juga akan ditetapkan sebagai Kampung Adat seperti Kampung Samabusa, dengan sistem kepemimpinan berbasis kearifan lokal.

Terkait pemekaran daerah, Bupati menyatakan dukungan penuh atas usulan agar Nabire menjadi kota madya. Namun demikian, realisasi pemekaran tetap menunggu keputusan pemerintah pusat dan kesiapan anggaran negara.

Dorong Wisata dan Pendidikan Berbasis Kemitraan

Dalam rangka pengembangan sektor pariwisata dan pendidikan, Bupati bersama Gubernur Papua Tengah telah mengunjungi wilayah pesisir seperti Tanjung Penyawur, didampingi tokoh nasional dan mitra luar negeri.

Turut hadir penggerak wisata Raja Ampat dan pendiri sekolah Papua Harapan. Kunjungan ini bertujuan menjalin kerja sama strategis untuk membangun sektor pariwisata dan pendidikan berkelanjutan di wilayah Nabire.

“Pariwisata bukan sektor instan, tapi bisa menghasilkan pendapatan jangka panjang bagi masyarakat. Kita harus bangun dari sekarang,” pungkas Bupati Magai. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemuda Katolik Komcab Paniai Gelar Diskusi dan Konsolidasi Menuju Rakercab I

10 Maret 2026 - 15:00 WIB

IMG 20260310 WA0258

Loka POM Intensifkan Pengawasan Pangan di Mimika Jelang Idulfitri

10 Maret 2026 - 14:44 WIB

IMG 20260310 WA0091

Modal Kemenangan Telak, Persipani Paniai Siap Hadang Juara Bertahan

10 Maret 2026 - 14:30 WIB

IMG 20260310 WA0262

Wagub Papua Tengah Pimpin Rakor Lintas Sektoral Operasi “Ketupat Noken” 2026 di Nabire

10 Maret 2026 - 14:25 WIB

IMG 20260310 WA0082

Pemda Dogiyai Bentuk Tim Harmonisasi Konflik Kapiraya, Dua Pesawat Dikirim Verifikasi Batas Adat

10 Maret 2026 - 14:13 WIB

IMG 20260310 WA0228
Trending di Headline