JAKARTA — Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai salah satu utusan khusus Indonesia untuk menghadiri pemakaman Paus Fransiskus di Vatikan. Penunjukan ini mencerminkan kepercayaan pemerintah terhadap peran strategis Pigai dalam mewakili suara Indonesia dalam isu-isu kemanusiaan dan toleransi beragama di tingkat global.
Pigai akan bergabung bersama Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan mantan Menteri ESDM Ignasius Jonan dalam misi diplomatik ini. Ketiganya membawa pesan duka dan solidaritas dari bangsa Indonesia kepada umat Katolik sedunia.
“Kepergian Paus Fransiskus bukan hanya kehilangan bagi umat Katolik, tetapi juga bagi seluruh dunia yang memperjuangkan perdamaian, kesetaraan, dan hak asasi manusia,” ujar Pigai sesaat sebelum bertolak ke Roma.
Sebagai figur publik yang dikenal vokal dalam isu-isu keadilan sosial dan HAM, kehadiran Pigai di Vatikan juga menjadi simbol penting keterlibatan Indonesia dalam percakapan global mengenai nilai-nilai universal.
Paus Fransiskus wafat pada 21 April 2025 setelah beberapa waktu dirawat karena kondisi kesehatan yang menurun. Umat Katolik dunia mengenangnya sebagai pemimpin yang rendah hati dan progresif, yang tidak segan membela kelompok-kelompok rentan di tengah kompleksitas dunia modern.
Delegasi Indonesia dijadwalkan hadir dalam upacara pemakaman di Lapangan Santo Petrus pada Sabtu, 26 April 2025. Selain menghadiri prosesi keagamaan, delegasi juga akan bertemu dengan pejabat tinggi Vatikan sebagai bagian dari penguatan hubungan bilateral.









