NABIRE – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia asal Papua Tengah, Wilhelmus Pigai, menyampaikan apresiasinya terhadap kebijakan Gubernur Papua Tengah Meki Fritz Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley terkait pendidikan gratis. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk para bupati di delapan kabupaten, untuk mendukung penuh program tersebut demi masa depan generasi muda Papua Tengah.
“Program yang dijalankan oleh Gubernur ini bukan sekadar program biasa, tapi fondasi kuat bagi pembangunan sumber daya manusia di Papua Tengah. Anak-anak kita adalah masa depan Papua, dan pendidikan adalah kunci utama,” tegas Wilhelmus Pigai, Jumat, (18/4/2025).
Ia juga mendorong agar Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua digunakan secara tepat sasaran, khususnya untuk menjamin pendidikan dan kesehatan gratis bagi Orang Asli Papua (OAP). Menurutnya, angka putus sekolah di Papua Tengah masih tinggi, sehingga program pendidikan gratis sangat penting untuk mendorong partisipasi sekolah dari tingkat bawah hingga ke atas.
“Pendidikan gratis ini harus dimulai dari jenjang paling dasar hingga ke jenjang atas, supaya tidak ada lagi anak Papua yang tertinggal. Kita harus pastikan bahwa setiap anak OAP bisa mengakses pendidikan yang layak tanpa terbebani biaya,” tambahnya.
Selain itu, Wilhelmus Pigai juga menekankan pentingnya peran para mitra pendidikan yang akan bekerjasama dengan pemerintah provinsi papua tengah. Ia meminta kepada mitra yang terlibat agar menjalankan program ini secara sungguh-sungguh dan transparan, demi memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
“Saya minta kepada semua mitra yang terlibat agar menjalankan program ini dengan penuh tanggung jawab. Jangan hanya formalitas, tapi betul-betul berdampak langsung kepada anak-anak kita. Ini investasi untuk masa depan Papua Tengah,” tutupnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat penting, termasuk Penjabat Sekretaris Daerah dr. Silwanus Soemoele, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Rita Dessy Fauziah Ananda, serta perwakilan dari 12 sekolah dan yayasan yang siap bekerja sama dalam implementasi program ini.








