Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria Breaking News : Ruang Terpadu RSUD Paniai Terbakar Hangus DPD RI Dorong Percepatan RUU Bahasa Daerah, Ratusan Bahasa Terancam Punah Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin Raih Gelar Doktor Kehormatan dari KMOU

Headline

Dua Legislator Muda Soroti Terjadinya Kelangkaan BBM di Mimika 

Etty Welerbadge-check


					Dua Legislator Muda Soroti Terjadinya Kelangkaan BBM di Mimika  Perbesar

TIMIKA – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Mimika sudah sering terjadi menjelang akhir tahun. Hal yang sama juga terjadi di tahun ini. Karena sangat berdampak pada masyarakat.

Menganggapi terjadi kelangkaan BBM, dua tokoh muda yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Mimika menyoroti hal tersebut.

Anggota DPRD Mimika dari Partai Gerindra, Yan Piterson Laly mengatakan, kelangkaan BBM di Mimika sudah sering terjadi dari tahun ke tahun pada saat menjelang akhir tahun.

“Permasalahan pokok soal sering terjadinya kelangkaan BBM di Timika dikala mendekati perayaan Natal 25 Desember sudah menjadi fenomena yang terjadi, bahkan hal ini seperti tidak ada solusi, terkesan tidak trasnparan berapa kuota BBM untuk Mimika sehingga selalu saja kurang,” ujar Piterson Laly kepada wartawan di kantor DPRD Mimika, Rabu (18/12/2024).

Menurutnya, permasalahan pokok kelangkaan BBM di Timika mungkin karena kurangnya transparansi soal kuota di Mimika.

Hal tersebut menimbulkan pertanyaan dari masyarakat kenapa di Mimika sering terjadi kelangkaan BBM?

“Harus transparan dari Pertamina dan Pemerintah Daerah melalui Disperindag tentang berapa kuota BBM untuk Mimika, selalu saja tiap tahun terjadi seperti ini. Karena DPRD Mimika belum melengkapi AKD, sehingga dewan belum bisa maksimal untuk melakukan pengawasan,” ungkapnya.

Kata dia, pihaknya perlu mengetahui kebutuhan BBM untuk Kabupaten Mimika per hari, per bulan dan juga pertahun. Sehingga publik juga bisa tau, karena pihak pertama yang terdampak itu adalah masyarkat sehingga semua pihak bisa melakuan pengawasan.

“Jadi, bagi saya simpel saja, kalau ada transparansi berapa ton BBM yang disediakan untuk kabupaten Mimika hal ini akan clear. Karena akan dibagi sesuai kebutuhan per distrik,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh anggota DPRD Mimika dari PDI Perjuangan, Adrian Andhika Thie, bahwa fenomena kelangkaan BBM di Mimika ini harus diseriusi secara baik.

“Kelangkaan setiap tahun seperti ini harus diakhiri, karena ini sangat mengganggu aktifitas masyarakat khususnya dalam menyambut Natal dan tahun baur,” ungkapnya.

Untuk itu ia menegaskan pihak DPRD Mimika akan melakukan pengawasan setiap saat, namun permasalahannya sampai sekarang Alat Kelengkapan Dewan (AKD) DPRD Mimika belum dibentuk, secara otomatis fungsi dewan belum bisa 100 persen untuk melakukan pengawasan.

“Kita menunggu sampai pembentukan AKD dan Fraksi, dan kami berharap secepatnya. Agar kita bisa jalan sesuai dengan tupakosi masing masing. Namun kami pasti akan memanggil Pihak Pertamina dan Dinas Teknis untuk mempertanyakan terkait kelangkaan BBM,” ungkapnya. (Mercy)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Konflik Kwamki Narama Belum Berakhir, Satu Warga Meninggal 

17 April 2026 - 11:23 WIB

IMG 20260417 WA0215

Pemkab Mimika Dukung Pembangunan Wisma Unio Keuskupan Timika 

17 April 2026 - 11:14 WIB

IMG 20260417 WA0210

Merajut Silaturahmi, Kemenag Mimika Gelar Halal Bihalal Penuh Kebersamaan

17 April 2026 - 11:08 WIB

IMG 20260417 WA0211

Tujuh Siswa Alami Gejala Usai Konsumsi MBG, BGN Sebut Alergi Udara

17 April 2026 - 11:00 WIB

IMG 20260417 WA0198

Konflik Puncak Papua Tengah, Pemerintah Kutuk Serangan yang Sasar Warga sipil

17 April 2026 - 10:53 WIB

IMG 20260417 WA0185
Trending di Headline