Menu

Mode Gelap
Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa Pigai Tegaskan 10 Persen Saham Freeport Harus untuk Papua Tengah Gubernur Meki Nawipa Siapkan Coffee Morning Bersama Wartawan di Nabire Ketua Komite III DPD RI Minta Pemerintah Beri Perhatian Lebih kepada Dosen PTS di Wilayah 3T Sekjen DPD RI Dorong Budaya Evaluasi untuk Perkuat Kinerja Birokrasi HUT ke-4 Papua Tengah Jadi Titik Awal Program BANGKIT untuk Generasi Sehat Papua

Headline

Kudeta Kepengurusan Yayasan Yu-Amako Akan Dibahas di Rapat Pembina

Etty Welerbadge-check


					Kudeta Kepengurusan Yayasan Yu-Amako Akan Dibahas di Rapat Pembina Perbesar

TIMIKA – Badan Pembina Yayasan Yu-Amako Kabupaten Mimika, Papua Tengah, sedang berupaya menyelesaikan persoalan kudeta kepengurusan yang mengguncang yayasan tersebut.

Untuk mencari solusi, maka akan digelar rapat penting. Telah dijadwalkan pada 6 Desember 2024 nanti dengan agenda utama membahas isu ini.

Menurut Gregorius Okoare, anggota Badan Pengawas Yayasan Yu-Amako, rapat tersebut akan membahas beberapa poin krusial, antara lain, Laporan pertanggung jawaban pengurus periode 2019–2024, Laporan pertanggung jawaban pengawas, Pemilihan dan pengesahan struktur baru (pengurus, pengawas, pembina) periode 2024–2029.

Gregorius yang sering disapa Gery menjelaskan bahwa konflik bermula dari tindakan Polikarpus Iwatiro selaku Ketua Badan Pembina Yu-Amako, yang secara sepihak mengadakan rapat tertutup pada 23 September 2024 di Hotel Kamoro Time, Timika. Dalam rapat tersebut, ia memilih Yohanis Mifaro C sebagai Ketua Yayasan periode 2024–2029.

Namun, rapat itu hanya dihadiri oleh dua anggota pembina lainnya, yakni Polikarpus Owemena dan Paulus Yamiro. Anggota lain, seperti Hironimus Urumami, tidak hadir karena alasan sakit, meski kemudian diminta tanda tangannya dengan dalih seluruh pembina telah sepakat.

Rapat tersebut dinilai cacat hukum oleh Geri karena, jumlah anggota pembina yang hadir tidak memenuhi forum, dan masa jabatan kepengurusan lama sebenarnya belum berakhir pada 17 November 2024 sesuai akta notaris dan tidak melibatkan enam anggota pembina lainnya, termasuk Geri dan Benediktus Iripiaro selaku Sekretaris Badan Pembina.

Meski cacat prosedural, Polikarpus tetap melantik Yohanis Mifaro C sebagai Ketua Yayasan.

Akibat rapat tersebut, Geri menyampaikan bahwa persoalan ini telah dilaporkan ke pihak kepolisian termasuk dugaan pemalsuan tanda tangan anggota pembina Yosep Mirapuru.

Sebelumnya, mediasi telah dilakukan di Polsek Miru, tetapi tidak membuahkan hasil.

“Kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Mimika. Ada dugaan pemalsuan tanda tangan, karena tanda tangan di undangan berbeda dengan tanda tangan asli di KTP,” kata Geri.

Sebagai langkah penyelesaian, enam anggota Badan Pembina, termasuk Geri, sepakat untuk mengadakan rapat pada 6 Desember 2024. Surat undangan telah dilayangkan pada 29 November 2024.

“Semoga melalui rapat ini, yayasan dapat kembali stabil dan berjalan sesuai tujuan utama yaitu melayani masyarakat Kamoro di lima kampung: Nawaripi, Koperapoka, Nayaro, Ayuka, dan Timika,” harap Geri. (Mercy)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mimika for NTT, Saat Kepedulian Disatukan dalam Konser Amal dan 1.000 Lilin

26 Agustus 2026 - 09:01 WIB

IMG 20260826 WA0043

Ditpolairud Polda Papua Tengah Perluas Pencarian Perahu Hilang, Lima Orang Belum Ditemukan

26 Agustus 2026 - 08:56 WIB

IMG 20260826 WA0042

Gubernur Meki Nawipa Minta Pengawasan WNA di Papua Tengah Diperkuat

26 Agustus 2026 - 08:48 WIB

IMG 20260826 WA0036

Imigrasi Minta Masyarakat Laporkan Dugaan Pelanggaran Orang Asing di Papua Tengah

26 Agustus 2026 - 08:37 WIB

IMG 20260826 WA0035

33 Perusahaan Tambang di Papua Tengah Pekerjakan Orang Asing, Imigrasi Awasi 261 WNA

26 Agustus 2026 - 08:33 WIB

IMG 20260826 WA0033
Trending di Headline