Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Serukan Model Demokrasi Tanpa Sekat: Pelajaran dari Papua untuk Indonesia Batas Aktivasi Rekening PIP 2025 Resmi Diperpanjang hingga 13 Maret 2026 Komite III DPD RI Apresiasi Program Kemenkes, OAP Papua Diprioritaskan Jadi Tenaga Medis OPINI : Saat Vatikan Menjaga Jarak, Indonesia Memasuki Arena Natalius Pigai: Komnas HAM Akan Bekerja Seperti KPK, Boleh Bentuk Unit Penyidikan HAM Wilhelmus Pigai Fasilitasi Nobar Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Papua Tengah, Libatkan Siswa dan Mahasiswa

Headline

Menjaga Netralitas, Tokoh Agama Diimbau Tidak Berpolitik Praktis

Etty Welerbadge-check


					Menjaga Netralitas, Tokoh Agama Diimbau Tidak Berpolitik Praktis Perbesar

TIMIKA – Pemilihan Umum secara serentak akan berlangsung 27 November 2024 mendatang.

Di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, ada tiga Pasangan calon (Paslon) Bupati dan wakil bupati Mimika, masing-masing Johannes Rettob – Emanuel Kemong, Maximus Tipagau – Peggi Patricia Pattipi dan Alexander Omaleng – Yusuf Rombe,akan berkompetisi pada pesta demokrasi 5 tahunan tersebut. Termasuk empat Paslon calon Gubernur Papua Tengah masing-masing Jhon Wempi Wetipo-Agustinus Anggaibak, Natalis Tabuni-Titus Natkime, Meki Nawipa-Deinas Galey dan Wilem Wandik-Aloisius Giay.

Berbagai dukungan untuk Paslon datang dari berbagai pihak. Salah satunya dari tokoh agama.

Hal ini mendapat sorotan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama( FKUB) Kabupaten Mimika, Jeffry C. Hutagalung.

Jeffry C. Hutagalung menegaskan dan mengimbau agar tokoh agama sebaiknya tidak membawa atribut keagamaan atau kelembagaan ke ranah politik praktis.

Hal ini dinilai penting untuk menjaga netralitas dan mencegah munculnya persepsi yang kurang baik di tengah masyarakat.

“Kecuali kalau tokoh agama datang secara personal, itu tidak masalah. Tapi persoalannya adalah dukungan yang muncul dari dirinya sebagai tokoh agama, itu yang menjadi permasalahan,” ujar Jeffry saat ditemui disalah satu hotel di jalan Yos Sudarso, Rabu (20/11/2024).

Bahkan Ia menyebutkan dirinya telah melihat beberapa indikasi keterlibatan tokoh agama melalui postingan media sosial.

“Bukan laporan formal, tapi ada beberapa postingan yang saya lihat, dan wajah-wajah mereka nampak jelas. Kehadiran mereka itu bisa dianggap sebagai dukungan kepada pasangan calon tertentu,” jelasnya.

Menurutnya, meskipun bukti konkret dapat dicari lebih lanjut, kehadiran tokoh agama dalam kapasitas tertentu berpotensi menimbulkan kesan kurang baik di tengah umat yang mereka pimpin.

“Misalnya, saya sebagai tokoh agama mendukung calon A, sedangkan umat saya mendukung calon B. Hal ini bisa menciptakan preseden yang tidak harmonis,” tegasnya.

Karenanya ia mengimbau tokoh agama di Mimika, untuk tetap menjaga integritas dan menjadi teladan bagi umat dan berharap proses demokrasi berjalan dengan damai, tanpa polemik yang dapat merusak keharmonisan kerukunan umat beragama yang sudah terjalin baik di Mimika. (Mercy)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Penembakan Terjadi di Area Grasberg PT Freeport, Polisi Masih Dalami Pelaku

12 Maret 2026 - 15:03 WIB

IMG 20260312 WA0227

Kapolda Papua Tengah Minta Pedagang Tidak Naikkan Harga Bahan Pokok Jelang Ramadhan

12 Maret 2026 - 14:59 WIB

IMG 20260312 WA0227

Pemkab Mimika Bentuk Tim Khusus Penilaian Kinerja 133 Kepala Kampung

12 Maret 2026 - 12:11 WIB

IMG 20260312 WA0165

Sikapi Gangguan Kamtibmas, Polres Mimika Tingkatkan KRYD

12 Maret 2026 - 10:51 WIB

IMG 20260312 WA0024

250 Personel Gabungan Dilibatkan Dalam Operasi Ketupat Noken

12 Maret 2026 - 10:45 WIB

IMG 20260312 WA0024
Trending di Headline