Menu ✖

Mode Gelap
Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

Headline

Sebanyak 18 ,3 Ton Daging Ayam Segar Lokal Disuplai ke Pangansari

Etty Welerbadge-check


					Sebanyak 18 ,3 Ton Daging Ayam Segar Lokal Disuplai ke Pangansari Perbesar

TIMIKA – Sebanyak 18,3 ton daging ayam segar lokal disuplai ke PT Pangansari Utama (PSU) dalam setiap bulan oleh Asosiasi peternak ayam pedaging OAP dan Nusantara yang berada di Kabupaten Mimika.

Diketahui Asosiasi peternak ayam lokal yang menaungi kurang lebih 80 pengusaha Orang Asli Papua dan Nusantara di Kabupaten.

Hal tersebut disampaikan oleh pengepul ayam pedaging Soroji saat menerima kunjungan Anggota DPD RI Dapil Papua Tengah, Wilhelmus Pigai dalam kegiatan reses yang dilaksanakan di kandang ayam, berlokasi di SP4, Distrik Wania.

“Untuk supply ke pangansari kita terima PO (Purchase Order) setiap bulan itu ada sekitar 18 ton 300 kilo,” kata Soroji.

Ia mengakui harus menyiapkan ayam pedaging untuk setiap bulannya agar bisa memenuhi kuota yang disepakati antara pengepul dan PT PSU, walaupun tidak mencapai kuota, pihak pengepungan akan melaporkan berapa ton daging ayam yang tersedia.

“Jadi setiap bulannya saya harus tanggung 18 ton 300 kilo itu saya ambil dari peternak (ayam) yang tergabung didalam asosiasi. Untuk bisa mencapai selama 1 bulan itu ya kita tergantung sama ayam, untuk bulan ini ada outstanding ada 11 ton ya kita akan selesaikan,” jelasnya.

Ia mengakui sering kewalahan untuk memenuhi permintaan PT PSU setiap bulannya karena ketersediaan pakan dan bibit yang harus didatangkan dari luar Papua yang tentunya memerlukan biaya yang besar untuk didatangkan.

Tidak menjadi beban kepada pengepul pakan dan bibit ayam yang dipesan disesuaikan dengan keuangan yang ada.

“Jadi dalam sebulan itu kami mensuplai pakan ternak itu sebanyak 10 kontainer tetapi karena keterbatasan keuangan sehingga impian itu belum bisa tercapai,” ungkapnya. (Mercy)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Wilhelmus Pigai Dukung Pencabutan Izin Tambang Bermasalah, Minta Prabowo Tertibkan Tambang Ilegal di Papua Tengah

23 Oktober 2026 - 02:36 WIB

IMG 20261023 WA0018

Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal

23 Oktober 2026 - 01:21 WIB

IMG 20261023 WA0014

Pemkab Mimika Matangkan Perencanaan Kota Kapiraya, Siapkan Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru di Wilayah Pesisir

22 Oktober 2026 - 16:14 WIB

20261022

Disdik Mimika Buka Dispensasi Sekolah di Tengah Kebijakan PJJ Akibat Kabut Asap

22 Oktober 2026 - 15:25 WIB

IMG 20261022 WA0003

Wabup Nabire Tekankan Edukasi dan Deteksi Dini dalam Pencegahan Penyakit Menular

22 Oktober 2026 - 15:19 WIB

IMG 20261023 WA0027
Trending di Headline