Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Serukan Model Demokrasi Tanpa Sekat: Pelajaran dari Papua untuk Indonesia Batas Aktivasi Rekening PIP 2025 Resmi Diperpanjang hingga 13 Maret 2026 Komite III DPD RI Apresiasi Program Kemenkes, OAP Papua Diprioritaskan Jadi Tenaga Medis OPINI : Saat Vatikan Menjaga Jarak, Indonesia Memasuki Arena Natalius Pigai: Komnas HAM Akan Bekerja Seperti KPK, Boleh Bentuk Unit Penyidikan HAM Wilhelmus Pigai Fasilitasi Nobar Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Papua Tengah, Libatkan Siswa dan Mahasiswa

Headline

Sebanyak 18 ,3 Ton Daging Ayam Segar Lokal Disuplai ke Pangansari

Etty Welerbadge-check


					Sebanyak 18 ,3 Ton Daging Ayam Segar Lokal Disuplai ke Pangansari Perbesar

TIMIKA – Sebanyak 18,3 ton daging ayam segar lokal disuplai ke PT Pangansari Utama (PSU) dalam setiap bulan oleh Asosiasi peternak ayam pedaging OAP dan Nusantara yang berada di Kabupaten Mimika.

Diketahui Asosiasi peternak ayam lokal yang menaungi kurang lebih 80 pengusaha Orang Asli Papua dan Nusantara di Kabupaten.

Hal tersebut disampaikan oleh pengepul ayam pedaging Soroji saat menerima kunjungan Anggota DPD RI Dapil Papua Tengah, Wilhelmus Pigai dalam kegiatan reses yang dilaksanakan di kandang ayam, berlokasi di SP4, Distrik Wania.

“Untuk supply ke pangansari kita terima PO (Purchase Order) setiap bulan itu ada sekitar 18 ton 300 kilo,” kata Soroji.

Ia mengakui harus menyiapkan ayam pedaging untuk setiap bulannya agar bisa memenuhi kuota yang disepakati antara pengepul dan PT PSU, walaupun tidak mencapai kuota, pihak pengepungan akan melaporkan berapa ton daging ayam yang tersedia.

“Jadi setiap bulannya saya harus tanggung 18 ton 300 kilo itu saya ambil dari peternak (ayam) yang tergabung didalam asosiasi. Untuk bisa mencapai selama 1 bulan itu ya kita tergantung sama ayam, untuk bulan ini ada outstanding ada 11 ton ya kita akan selesaikan,” jelasnya.

Ia mengakui sering kewalahan untuk memenuhi permintaan PT PSU setiap bulannya karena ketersediaan pakan dan bibit yang harus didatangkan dari luar Papua yang tentunya memerlukan biaya yang besar untuk didatangkan.

Tidak menjadi beban kepada pengepul pakan dan bibit ayam yang dipesan disesuaikan dengan keuangan yang ada.

“Jadi dalam sebulan itu kami mensuplai pakan ternak itu sebanyak 10 kontainer tetapi karena keterbatasan keuangan sehingga impian itu belum bisa tercapai,” ungkapnya. (Mercy)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sikapi Gangguan Kamtibmas, Polres Mimika Tingkatkan KRYD

12 Maret 2026 - 10:51 WIB

IMG 20260312 WA0024

250 Personel Gabungan Dilibatkan Dalam Operasi Ketupat Noken

12 Maret 2026 - 10:45 WIB

IMG 20260312 WA0024

Polres Mimika Laksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026

12 Maret 2026 - 10:40 WIB

IMG 20260312 WA0027

Wakil Gubernur Papua Tengah Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Noken 2026

12 Maret 2026 - 10:28 WIB

IMG 20260312 WA0018

SKKP Survei Lokasi Pembangunan Dapur Makanan Bergizi Gratis di Nabire

12 Maret 2026 - 10:20 WIB

IMG 20260312 WA0017
Trending di Headline