Menu ✖

Mode Gelap
Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah Komite IV DPD RI Rampungkan Uji Kelayakan 23 Calon Anggota BPK RI

Headline

Sebanyak 18 ,3 Ton Daging Ayam Segar Lokal Disuplai ke Pangansari

Etty Welerbadge-check


					Sebanyak 18 ,3 Ton Daging Ayam Segar Lokal Disuplai ke Pangansari Perbesar

TIMIKA – Sebanyak 18,3 ton daging ayam segar lokal disuplai ke PT Pangansari Utama (PSU) dalam setiap bulan oleh Asosiasi peternak ayam pedaging OAP dan Nusantara yang berada di Kabupaten Mimika.

Diketahui Asosiasi peternak ayam lokal yang menaungi kurang lebih 80 pengusaha Orang Asli Papua dan Nusantara di Kabupaten.

Hal tersebut disampaikan oleh pengepul ayam pedaging Soroji saat menerima kunjungan Anggota DPD RI Dapil Papua Tengah, Wilhelmus Pigai dalam kegiatan reses yang dilaksanakan di kandang ayam, berlokasi di SP4, Distrik Wania.

“Untuk supply ke pangansari kita terima PO (Purchase Order) setiap bulan itu ada sekitar 18 ton 300 kilo,” kata Soroji.

Ia mengakui harus menyiapkan ayam pedaging untuk setiap bulannya agar bisa memenuhi kuota yang disepakati antara pengepul dan PT PSU, walaupun tidak mencapai kuota, pihak pengepungan akan melaporkan berapa ton daging ayam yang tersedia.

“Jadi setiap bulannya saya harus tanggung 18 ton 300 kilo itu saya ambil dari peternak (ayam) yang tergabung didalam asosiasi. Untuk bisa mencapai selama 1 bulan itu ya kita tergantung sama ayam, untuk bulan ini ada outstanding ada 11 ton ya kita akan selesaikan,” jelasnya.

Ia mengakui sering kewalahan untuk memenuhi permintaan PT PSU setiap bulannya karena ketersediaan pakan dan bibit yang harus didatangkan dari luar Papua yang tentunya memerlukan biaya yang besar untuk didatangkan.

Tidak menjadi beban kepada pengepul pakan dan bibit ayam yang dipesan disesuaikan dengan keuangan yang ada.

“Jadi dalam sebulan itu kami mensuplai pakan ternak itu sebanyak 10 kontainer tetapi karena keterbatasan keuangan sehingga impian itu belum bisa tercapai,” ungkapnya. (Mercy)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Setelah 10 Tahun Pembangunan, Gereja KINGMI Jemaat Sinai SP 2 Mimika Siap Diresmikan

11 Oktober 2026 - 08:48 WIB

IMG 20261011 WA0034

HMI Cabang Mimika dan GPII Papua Tengah Bagikan 150 Masker Gratis, Desak Pemkab Antisipasi Dampak Kabut Asap

11 Oktober 2026 - 02:43 WIB

IMG 20261011 114058

Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

11 Oktober 2026 - 02:09 WIB

IMG 20261011 WA0025

Mimika Genap 30 Tahun, Keluarga Perintis Pemekaran Pertanyakan Pengakuan atas Jasa Orang Tua “Jangan Dihapus dari Sejarah”

10 Oktober 2026 - 07:22 WIB

IMG 20261010 WA0011

Polres Mimika Dorong Pelajar SMP Negeri 10 Manfaatkan Peluang Beasiswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara

10 Oktober 2026 - 06:37 WIB

IMG 20261010 WA0009
Trending di Headline