Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Serukan Model Demokrasi Tanpa Sekat: Pelajaran dari Papua untuk Indonesia Batas Aktivasi Rekening PIP 2025 Resmi Diperpanjang hingga 13 Maret 2026 Komite III DPD RI Apresiasi Program Kemenkes, OAP Papua Diprioritaskan Jadi Tenaga Medis OPINI : Saat Vatikan Menjaga Jarak, Indonesia Memasuki Arena Natalius Pigai: Komnas HAM Akan Bekerja Seperti KPK, Boleh Bentuk Unit Penyidikan HAM Wilhelmus Pigai Fasilitasi Nobar Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Papua Tengah, Libatkan Siswa dan Mahasiswa

News

Kunker di Masa Reses, Senator Wilhelmus Pigai ” Dititipkan” Khusus Persoalan Tenaga Kerja di Mimika

adminbadge-check


					Suasana Reses Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Perbesar

Suasana Reses Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai

MIMIKA – Senator asal Daerah Pemilihan ( Dapil) Papua Tengah, Dewan Perwakilan Daerah( DPD) RI, Wihelmus Pigai melakukan Kunjungan Kerja( Kunker) di Mimika dengan menemui konstituennya di jalan Busiri ujung, Jumat ( 1/11/2024).

Bersama puluhan konstituen, Wihelmus Pigai yang baru saja dilantik pada 1 Oktober 2024 lalu, mendapati banyak keluhan. Salah satunya lebih ditekankan pada persoalan tenaga kerja di Mimika yang belum menyentuh Orang Asli Papua( OAP) dan masyarakat ber- KTP mimika.

Sebagaimana disampaikan Ika Yaung saat tatap muka berlangsung.

‘” Disini anak-anak kami sulit dapat kerja karena harus ada sertifikat pelatihan.Sedangkan untuk dapat sertifikat pelatihan,harus bayar sekitar 6 sampai 8 juta. Sementara kita ini tidak mampu. Dari luar Papua, datang langsung kerja,”ungkap Ika.

Karenaya ia meminta agar,Pemda Mimika dapat mengakomodir keluhan ini dengan membuat Peraturan Daerah( Perda) ketenagakerjaan.

Tidak hanya persoalan ketenagakerjaan,persoalan lain disampaikan terkait pelayanan kesehatan pada tingkat pertama( Puskesmas-red) sampai Rumah Sakit Umum Daerah( RSUD) yang dinilai lamban dalam penanganan pasien.

“Kalau mau berobat di puskesmas atau RSUD, antrian panjang sekali. Kita tunggu dari pagi sampe siang. Jadi kadang kita pergi berobat ke klinik dan bayar sampe tiga ratus lebih,karena di klinik pelayanan lebih cepat,”,tambah Young.

Keluhan lain juga disampaikan Salomina Gobai terkait penerimaan Bantuan Langsung Tunai( BLT) yang dinilai tidak tepat sasaran.

” Pendataan dari Dinsos tidak turun langsung ke warga. Tapi data lama dari RT atau kelurahan itu yang digunakan. Orang yang sudah meninggal masih ada nama,ASN dan karyawan dapat BLT. Baru kami yang janda,anak yatim piatu tidak dapat,”ungkap Salomina.

Lainnya Ulpan juga mengeluhkan pelayanan kesehatan dengan menggunakan kartu BPJS Kesehatan,yang dinilai kurang efisien terutama pengambilan obat.

Suasana Reses Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai

” Saat kita kena malaria misalnya,mau ambil obat biru( obat malaria-red) itu tidak tersedia,lalu kita disuruh beli di apotik. Harusnya kita pake BPJS obat gratis,bukan beli lagi,”,tutur Upan.

Menanggapi keluhan konstituennya,Wihelmus Pigai yang juga pernah menjabat anggota DPRD Mimika dan DPR Provinsi Papua, menyampaikan persoalan ketenagakerjaan harus diseriusi oleh Pemda Mimika.

” Sertifikat itu saya baru dengar dan sertifikat itu penting bagi yang mau cari kerja. Menurut saya hal ini Pemda cepat selesaikan masalah ini sehingga jangan dibiarkan. Karena kalau dibiarkan akan terjadi peningkatan pengangguran dan dapat memicu terjadinya kriminalitas.
Pekerja siapapun boleh tapi harus lihat pekerja yang disini. Yang punya KTP timika harus diperhatikan. Pemda harus cepat ambil langkah tangani masalah ini. Saya akan datangi Disnaker agar masalah ini cepat tertangani,”janji Wihelmus

lanjut Pigai, pemda juga harus teliti dalam melakukan pendataan warga penerima BLT sehingga tepat sasaran.

” Data yang jelas sehingga orang yang terima bisa menikmati dengan baik.
Ini menjadi masukan bagi saya. Saya akan sampaikan kepada eksekutif untuk diperhatikan,”sambungnya.

Terkait pelayanan kesehatan,menjadi persoalan vital. Sehingga harus menjadi perhatian serius Dinas kesehatan.

Saya akan perjuangkan dalam paripurna. Akan saya sampaikan dan perjuangkan masalah-masalah didaerah.
Kalau kita tidak bisa selesaikan, kita panggil menteri terkait untuk mendengar aspirasi supaya membangun papua tengah bersama itu tugas kami wujudkan kemajuan di Tanah Papua,” pungkasnya.( Zam)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemuda Katolik Komcab Paniai Gelar Diskusi dan Konsolidasi Menuju Rakercab I

10 Maret 2026 - 15:00 WIB

IMG 20260310 WA0258

Loka POM Intensifkan Pengawasan Pangan di Mimika Jelang Idulfitri

10 Maret 2026 - 14:44 WIB

IMG 20260310 WA0091

Modal Kemenangan Telak, Persipani Paniai Siap Hadang Juara Bertahan

10 Maret 2026 - 14:30 WIB

IMG 20260310 WA0262

Wagub Papua Tengah Pimpin Rakor Lintas Sektoral Operasi “Ketupat Noken” 2026 di Nabire

10 Maret 2026 - 14:25 WIB

IMG 20260310 WA0082

Pemda Dogiyai Bentuk Tim Harmonisasi Konflik Kapiraya, Dua Pesawat Dikirim Verifikasi Batas Adat

10 Maret 2026 - 14:13 WIB

IMG 20260310 WA0228
Trending di Headline