Menu ✖

Mode Gelap
Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

Headline

Rumah Dibakar, Warga Kampung Wakia Memilih Tinggal di Tanjung

Etty Welerbadge-check


					Rumah Dibakar, Warga Kampung Wakia Memilih Tinggal di Tanjung Perbesar

TIMIKA – Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Assisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Septinus Timang, pada Minggu (01/9) turun ke lokasi pengungsian di pantai Wakia, untuk melihat langsung kondisi warga kampung Wakia yang rumahnya dibakar oleh oknum masyarakat dari kabupaten tetangga di Kampung Wakia, Distrik Mimika Barat Tengah belum lama ini.

Septinus Timang didampingi Sekretaris Distrik Mimika Barat Tengah,  Melkisedek Snae dan staff Distrik turun ke pantai dan bertemu langsung dengan warga wakia yang memilih tinggal di pantai, mendirikan tenda-tenda untuk mereka huni sementara, setelah rumahnya di Kampung habis dibakar.

Septinus Timang saat bertemu masyarakat mengatakan perintah Bupati Mimika Johannes Rettob yang disampaikan kepada Pj Sekda, Petrus Yumte untuk melihat langsung situasi dan kondisi terutama masyarakat yang rumahnya dibakar dan mengungsi di pantai.

“Saya ditugaskan langsung oleh pimpinan untuk mengecek situasi, keadaan masyarakat yang mengungsi karena rumahnya di kampung terbakar. Kami juga mau dengar apa yang sebenarnya yang terjadi disana dan keluhan masyarakat yang menjadi korban itu apa saja selain bantuan perumahan tentunya,” kata Septinus.

Septinus Timang menambahkan Pemda kaget dengan situasi kejadian ini. Setelah dilakukan koordinasi dengan Forkopimda, salah satu hal yang disampaikan Sekdistrik bahwa warga sudah mengungsi ke pinggir pantai, sehingga sebelum ke Kantor Distrik lebih dulu melihat warga di pinggir pantai ini.

“Atas nama Pemerintah, saya berharap semua warga yang ada di pinggir pantai ini bisa menjaga kesehatan dan tetap tenang, jangan terpancing dengan isu-isu yang beredar. Karena Pemerintah dan Keamanan tidak mungkin tinggal diam, kami akan secepatnya mencari solusi terbaik agar masyarakat tidak tinggal di pinggir pantai tetapi ada rumah yang bisa dihuni sementara pemerintah selesaikan konflik Wakia,” tambah Septinus.

Warga yang mengungsi di pinggiran pantai bukan saja warga dari Kampung Wakia tetapi ada beberapa pendulang yang selama ini sudah hidup berbaur dengan masyarakat layaknya keluarga. Masyarakat pengungsi di pinggir pantai wakia mengharapkan bantuan seperti pakaian layak pakaian, tenda dan tikar. Karena masyarakat merasa lebih nyaman berada disana selama konflik. (EWR)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

OPINI : BEREBUT EMAS DI MAKIMI, MASYARAKAT ADAT DAPAT APA?

24 Oktober 2026 - 11:55 WIB

WhatsApp Image 2026 10 24 at 04.29.28

Bawaslu Mimika Buka Ruang Kritik, Siapkan Lima Agenda Penguatan Pengawasan

24 Oktober 2026 - 11:09 WIB

IMG 20261024 WA0085

KPU Mimika Tunggu Revisi UU Pemilu, Pendidikan Pemilih Terus Berjalan

24 Oktober 2026 - 11:05 WIB

IMG 20261024 WA0083

HUT IDI ke-76, Pelkesi Bagikan Kacamata Baca Gratis ke Warga 

24 Oktober 2026 - 11:01 WIB

IMG 20261024 WA0081

IDI Kabupaten Mimika Gelar Baksos Kesehatan Gratis di PKM Mapurujaya

24 Oktober 2026 - 10:55 WIB

IMG 20261024 WA0079
Trending di Headline