Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria Breaking News : Ruang Terpadu RSUD Paniai Terbakar Hangus DPD RI Dorong Percepatan RUU Bahasa Daerah, Ratusan Bahasa Terancam Punah Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin Raih Gelar Doktor Kehormatan dari KMOU

Headline

Longsor di Tembagapura, Bupati Johannes Rettob Kirim Tim Investigasi ke Lokasi Bencana

Etty Welerbadge-check


					Longsor di Tembagapura, Bupati Johannes Rettob Kirim Tim Investigasi ke Lokasi Bencana Perbesar

TIMIKA – Musibah longsor di Utikini lama, Distrik Tembagapura mendapat perhatian penuh dari Pemerintah Kabupaten Mimika. Bupati Mimika Johannes Rettob mengutus tim investigasi ke lokasi bencana longsor di Distrik Tembagapura yang menyebabkan tujuh orang meninggal dunia pada Minggu (14/7).

John Rettob kepada Wartawan di Hotel Grand Tembaga, Minggu (14/07) mengatakan Pemerintah Kabupaten Mimika pada umumnya dan secara pribadi menyampaikan Turut Berdukacita atas musibah di Utikini, Tembagapura yang menyebabkan adanya korban jiwa.

Untuk itu Pemerintah dalam hal ini Bupati John Rettob telah menugaskan Kepala Distrik Tembagapura, BPBD dan Dinas Sosial untuk melakukan mitigasi dan investigasi awal ke Distrik Tembagapura.

Mudah-mudahan mereka bisa naik kemudian apa yang nanti seharusnya Pemerintah lakukan nanti kita akan lakukan makannya dilakukan mitigasi dan investigasi awal,” kata John Rettob.

Beberapa hari lalu dirinya sudah memerintahkan tim untuk naik ke Distrik Tembagapura dan sudah dilaporkan oleh tim tersebut terkait lokasi yang rawan longsor tersebut.

Minggu lalu tim kita sudah naik ke atas, salah satunya adalah melakukan sosialisasi kepada masyarakat,  supaya bergeser dari daerah-daerah yang rawan longsor. Kejadian hari ini sebenarnya kekhawatiran yang sudah kita prediksi, karena curah hujan yang cukup tinggi dan daerah-daerah rawan kita prediksi titik-titiknya dan ternyata benar ada kejadian,” tuturnya.

Bupati mengimbau kepada masyarakat terutama para pendulang untuk tidak melakukan aktifitas dulu, paling tidak selama musim hujan ini. Masyarakat juga diminta untuk tidak membuka area baru pendulangan demi keselamatan.

“Kami berharap agar masyarakat nanti kalau ada sosialisasi dari pemerintah, nanti pelaksanaan-pelaksanaan pemindahan lokasi terutama pendulang harap bisa mengikuti saran-saran dari pemerintah, kami tidak mau masyarakat menjadi korban,” tukasnya. (EWR)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kasus Pembunuhan di Jalan Freeport Lama Berhasil Diungkap, Motif Diduga Karena Dendam Pribadi

18 April 2026 - 08:31 WIB

IMG 20260418 WA0109

DPR Papua Tengah Dorong Dialog, Minta Presiden Evaluasi Penempatan Pasukan di Wilayah Konflik

18 April 2026 - 08:24 WIB

IMG 20260418 WA0078

Sekda Papua Tengah: Reses Bukan Formalitas, Harus Jadi Dasar Kebijakan Pembangunan

18 April 2026 - 08:19 WIB

IMG 20260418 WA0071

SMP YPPGI Bomou Gelar Ujian Praktik Prakarya dan Seni Budaya Berbasis Nilai Lokal

18 April 2026 - 08:15 WIB

IMG 20260418 WA0014

Mabuk dan Buat Onar, Berujung Terkena Sajam

18 April 2026 - 08:05 WIB

IMG 20260417 WA0217
Trending di Hukrim