Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Serukan Model Demokrasi Tanpa Sekat: Pelajaran dari Papua untuk Indonesia Batas Aktivasi Rekening PIP 2025 Resmi Diperpanjang hingga 13 Maret 2026 Komite III DPD RI Apresiasi Program Kemenkes, OAP Papua Diprioritaskan Jadi Tenaga Medis OPINI : Saat Vatikan Menjaga Jarak, Indonesia Memasuki Arena Natalius Pigai: Komnas HAM Akan Bekerja Seperti KPK, Boleh Bentuk Unit Penyidikan HAM Wilhelmus Pigai Fasilitasi Nobar Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Papua Tengah, Libatkan Siswa dan Mahasiswa

Headline

Longsor di Tembagapura, Bupati Johannes Rettob Kirim Tim Investigasi ke Lokasi Bencana

Etty Welerbadge-check


					Longsor di Tembagapura, Bupati Johannes Rettob Kirim Tim Investigasi ke Lokasi Bencana Perbesar

TIMIKA – Musibah longsor di Utikini lama, Distrik Tembagapura mendapat perhatian penuh dari Pemerintah Kabupaten Mimika. Bupati Mimika Johannes Rettob mengutus tim investigasi ke lokasi bencana longsor di Distrik Tembagapura yang menyebabkan tujuh orang meninggal dunia pada Minggu (14/7).

John Rettob kepada Wartawan di Hotel Grand Tembaga, Minggu (14/07) mengatakan Pemerintah Kabupaten Mimika pada umumnya dan secara pribadi menyampaikan Turut Berdukacita atas musibah di Utikini, Tembagapura yang menyebabkan adanya korban jiwa.

Untuk itu Pemerintah dalam hal ini Bupati John Rettob telah menugaskan Kepala Distrik Tembagapura, BPBD dan Dinas Sosial untuk melakukan mitigasi dan investigasi awal ke Distrik Tembagapura.

Mudah-mudahan mereka bisa naik kemudian apa yang nanti seharusnya Pemerintah lakukan nanti kita akan lakukan makannya dilakukan mitigasi dan investigasi awal,” kata John Rettob.

Beberapa hari lalu dirinya sudah memerintahkan tim untuk naik ke Distrik Tembagapura dan sudah dilaporkan oleh tim tersebut terkait lokasi yang rawan longsor tersebut.

Minggu lalu tim kita sudah naik ke atas, salah satunya adalah melakukan sosialisasi kepada masyarakat,  supaya bergeser dari daerah-daerah yang rawan longsor. Kejadian hari ini sebenarnya kekhawatiran yang sudah kita prediksi, karena curah hujan yang cukup tinggi dan daerah-daerah rawan kita prediksi titik-titiknya dan ternyata benar ada kejadian,” tuturnya.

Bupati mengimbau kepada masyarakat terutama para pendulang untuk tidak melakukan aktifitas dulu, paling tidak selama musim hujan ini. Masyarakat juga diminta untuk tidak membuka area baru pendulangan demi keselamatan.

“Kami berharap agar masyarakat nanti kalau ada sosialisasi dari pemerintah, nanti pelaksanaan-pelaksanaan pemindahan lokasi terutama pendulang harap bisa mengikuti saran-saran dari pemerintah, kami tidak mau masyarakat menjadi korban,” tukasnya. (EWR)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Konflik Timur Tengah, Keberangkatan Umroh Sementara Dipending

13 Maret 2026 - 13:54 WIB

IMG 20260313 WA0010

Penulis Buku Kontekstual Papua: Pembelajaran Harus Dekat dengan Kehidupan Siswa

13 Maret 2026 - 11:28 WIB

IMG 20260313 WA0224

John NR Gobai: Prioritaskan Anak Asli Papua dalam Jabatan Strategis, Wujudkan Pembangunan Berbasis Lokal Sesuai Amanat PP 106/2021

13 Maret 2026 - 11:24 WIB

IMG 20260313 WA0223

Pemprov Papua Tengah Lanjutkan Program Sekolah Gratis, Fokus Dorong Anak Papua Tetap Bersekolah

13 Maret 2026 - 11:19 WIB

IMG 20260313 WA0185

Pemprov Papua Tengah Sosialisasikan Buku Pembelajaran Kontekstual di SMA Negeri Meepago Nabire

13 Maret 2026 - 11:07 WIB

IMG 20260313 WA0183
Trending di Headline