TIMIKA – Ratusan warga penghuni rumah petak berbahan papan di RT 14, Kelurahan Dingo Narama, Distrik Mimika Baru kehilangan tempat tinggal, setelah dilahap sijago merah pada, Jumat (7/6) sekitar pukul 14 : 30 WIT. Belum diketahui pasti penyebab kebakaran tersebut. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini.
Data dilapangan menyebutkan api bermula dari salah satu petakan yang penghuninya berada didalam rumah. Karena petakan ini berbahan stengah permanen atau setengah papan dan stengah batako, mengakibatkan api dengan cepat menyebar ke rumah lainnya bahkan sampai ruko-ruko dan kios yang berbelakangan dengan petakan tersebut.
Melihat api yang dengan cepat menyebar, warga berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri dan barang yang masih bisa diselamatkan.
Angin yang berhembus juga penyebab api cepat membesar. Sementara mobil Pemadam kebaran yang milik Pemerintah Kabupaten dalam hal ini BPBD kesulitan masuk ke lokasi kebaran, karena akses jalan yang sempit.
Puluhan rumah petakan papan yang terbakar diketahui milik Alm. Hj. Musa yang dijaga oleh anak-anaknya, lantaran sang ibu sedang menjalani perawatan medis di Makassar.
Untuk diketahui selain puluhan rumah petak berbahan papan ada juga empat petakan permanen, lima ruko dan tiga kios menjadi sasaran sijago merah. Sehingga total kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
Salah satu korban mengatakan dirinya bersama keluarganya sudah menempati petakan ini sejak 2007 lalu. Sebagian besar yang kos disana adalah pendulang.
Sementara itu korban atas nama Israwati bercerita bahwa suaminya adalah seorang pendulang. Mereka berasal dari Buton. Saat kejadian dirinya bersama anaknya yang masih balita sedang didalm rumah. Anaknya susah tidur tanpa sebab, sehingga dirinya berusaha menidurkan anaknya. Naas warga teriak ada kebakaran. Dirinya mengendong buah hati untuk menyelamatkan diri.
“Saya lari hanya membawa anak saya. Kebetulan saya baru saja balik dari kampung. Suami saya mendulang. Saya sedih karena ada emas saya didalam rumah yang tidak sempat saya selamatkan,” ceritanya.
Api agak susah dipadamkan karena akses masuk ke lokasi kebakarang sangat sempit. Beruntun dengan usaha dari petugas BPBD dalam hal ini Pemada Kebakaran mampu memadamkan apib dibantu warga dan dijaga ketat oleh TNI-Polri.
Sampai berita ini diterbitkan, belum ada kepastian penyebab kebakaran, kerugian apa saja dan penanganan korban kebakaran nantinya seperti apa. Namun pihak keamanan telah memasang garis line disekitar tempat kejadian. (EWR)







