NABIRE| Penjabat Gubernur Papua Tengah, Ribka Haluk, Senin (13/5/2024) membuka Musyawarah Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Papua Tengah tahun 2025-2045.
Musyawarah RPJPD yang dilaksanakan di Aula Kantor Gubernur Papua Tengah ini, turut dihadiri seluruh pejabat SKPD lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah serta para Kepala Bappeda dari delapan kabupaten se Provinsi Papua Tengah.
Pj Gubernur Ribka Haluk menegaskan dalam proses pelaksanaan rangkaian musyawarah RPJPD 2025-2045, harus mampu menghadirkan proses perencanaan pembangunan yang efisien, efektif, partisipatif dan akuntabel, sehingga tercapai perencanaan yang semakin berkualitas.
“Pelaksanaan musrenbang ini sangat penting, karena merupakan bagian dari tahapan penyusunan RPJPD tahun 2025-2045 yang akan ditetapkan pada awal bulan Agustus 2024,” kata Ribka dalam sambutannya.
“Penyusunan RPJPD Papua Tengah harus diselaraskan dengan dokumen Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) tahun 2025-2045,” sambungnya.
Ribka juga berharap draf dokumen RPJPD memiliki kualitas yang baik serta melibatkan aspirasi dari masyarakat, kemudian tidak lupa melihat program yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat secara nasional.
Ribka berharap pihak akademisi bersama Staf Ahli Gubernur serta Bappeda untuk membedah delapan misi yang telah ditetapkan. Ia pun berharap adanya masukan ke Pemerintah terkait delapan misi tersebut, apakah selaras dengan tema Musrembang dan sudah menyangkut hajat hidup orang banyak.
“Yang pastinya keberhasilan pembangunan Provinsi Papua Tengah merupakan perwujudan dari visi Provinsi Papua Tengah yang harus didukung dengan komitmen dan kepemimpinan pemerintah provinsi yang kuat dan demokratis, serta konsistensi dalam pelaksanaan kebijakan pemerintah provinsi,” pungkasnya.






