JAKARTA – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Ribka Haluk, mendorong pembangunan rumah sakit tipe B di Daerah Otonom Baru (DOB) Papua.
Namun, upaya pembangunan ini didorong khusus untuk DOB yang belum memiliki rumah sakit tipe B.
Adapun ini merupakan tindak lanjut dari upaya yang didorong Ribka Haluk kepada Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, pada 9th Asia Pacific Leaders’ Summit on Malaria Elimination pada 17 Juni 2025 lalu.
Tujuannya untuk melaksanakan program Asta Cita yang dibahas oleh Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua.
“Sementara kami tengah berkomunikasi dengan Bapak Menkes terkait pembangunan rumah sakit tipe B di DOB Papua,” ujar Ribka Haluk, Jumat, 2 Januari 2026.
Ribka menyebutkan bahwa kesehatan merupakan hal penting yang mesti diperhatikan karena berkaitan dengan pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan pembangunan Papua ke depannya.
“Ini penting untuk bangun SDM di Papua melalui kesehatan. Ini juga merupakan arahan dari Bapak Presiden, Bapak Wapres, Menteri Kesehatan, dan Bapak Mendagri,” ujarnya.
Tak ayal, komunikasi dan koordinasi terus dilakukan agar pembangunan kesehatan dapat terlaksana dengan baik di Papua nantinya.
“Saya akan minta Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua juga untuk sama-sama mengawal agar program pembangunan rumah sakit tipe B di Papua bisa berjalan dengan baik,” ujar Ribka yang juga menjabat Anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua.
Terlebih, kesehatan merupakan salah satu sektor pembangunan utama yang tertuang dalam implementasi Otonomi Khusus (Otsus).
Pembangunan sektor kesehatan dinilai penting sebagai bagian dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM), khususnya di Papua.
Tak hanya itu, pembangunan sektor kesehatan merupakan upaya untuk pemerataan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Papua pada umumnya.
Ini juga merupakan langkah untuk mendorong eliminasi malaria di wilayah Papua, guna mewujudkan Indonesia bebas malaria pada tahun 2030. (MB)






