Jakarta – Sekretariat Jenderal (Setjen) Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) menggelar acara Innovation Week selama dua hari, pada 26 hingga 27 November 2025. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai langkah nyata untuk mendorong adaptasi terhadap pergerakan zaman dan menumbuhkan budaya inovasi di lingkungan kerja.
Innovation Week Setjen DPD RI tahun 2025 mengusung tema “Membangun Budaya Inovasi dan Aksi Perubahan menuju Birokrasi Adaptif dan Berdampak.” Acara ini bertempat di Lobi DPD RI, Jakarta.
Sekretaris Jenderal DPD RI, Mohammad Iqbal, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran individu dalam menciptakan perubahan.
”Inovasi tidak lahir dari instruksi belaka, tapi berdasar dari sense of belonging, inovasi buah dari kepedulian dan kegelisahan,” ujar Iqbal saat membuka gelaran tersebut pada Rabu (26/11/2025).
Menurutnya, kualitas birokrasi sangat ditentukan oleh pola pikir (mindset) sumber daya manusia di dalamnya. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk:
- Memperkuat ekosistem inovasi.
- Meningkatkan kapasitas pegawai.
Menstimulasi keberlanjutan praktik baik di tiap unit kerja.
Acara ini memberikan wadah bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menyalurkan aspirasi, ide, dan gagasan dalam menunjang pekerjaan. Rangkaian kegiatan juga mencakup Sharing Session dan Paparan Inovasi Pegawai dari masing-masing unit kerja level Eselon II.
Iqbal menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa inovasi yang dilakukan harus memiliki dampak yang jelas. “Inovasi yang dilakukan bukan sekadar produk, tetapi rasa memiliki, bahwa kita memiliki hati sanubari yang jernih sekaligus sustainable (berkelanjutan) dan berdampak,” tegasnya.






