NABIRE — Gubernur Provinsi Papua Tengah, Meki F. Nawipa yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Politik, dan Hukum, Marthen Ukago, menghadiri pelantikan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua Tengah periode 2025–2030, Minggu (9/11/2025), bertempat di Aula Islamic Center Kabupaten Nabire.

Dalam sambutannya, Marthen Ukago menyampaikan permohonan maaf dari Gubernur Papua Tengah yang berhalangan hadir karena sedang melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten DIY dan Milihka. Ia kemudian menyampaikan salam hangat dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah serta delapan kabupaten yang tergabung di wilayah tersebut.

Acara pelantikan ini dihadiri oleh jajaran Forkopimda Provinsi Papua Tengah, para pejabat tinggi pratama, tokoh agama, serta pengurus MUI Papua Tengah yang baru dilantik.
Dalam arahannya, Gubernur melalui Marthen Ukago menyampaikan selamat kepada pengurus MUI Papua Tengah periode 2025–2030 dan berharap pelantikan ini dapat menjadi momentum memperkuat peran MUI dalam membina umat serta mempererat tali persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk.
“Semoga pelantikan ini memberikan nilai tambah bagi kemajuan umat Islam di Papua Tengah serta mampu mempererat tali persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat yang kita cintai,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa MUI memiliki peran strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, bukan hanya sebagai wadah musyawarah ulama dan cendekiawan muslim, tetapi juga sebagai penuntun moral umat, penyejuk hati masyarakat, dan mitra pemerintah dalam mewujudkan kehidupan sosial yang harmonis.
“Keberadaan MUI sangat dibutuhkan untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wataniyah, dan ukhuwah insaniyah persaudaraan sesama umat Islam, sesama anak bangsa, dan sesama manusia,” tambahnya.
Ia berharap pengurus MUI Papua Tengah dapat menghadirkan wajah Islam yang rahmatan lil alamin, membawa kedamaian, toleransi, dan kesejukan bagi seluruh masyarakat tanpa membedakan suku, agama, dan budaya.
Marthen Ukago juga menyoroti tantangan yang dihadapi umat di era arus informasi yang cepat dan kompleks, sehingga MUI dituntut untuk menjadi penerang, penuntun, dan penyeimbang kehidupan sosial dan moral masyarakat.
“Saya percaya dengan semangat kebersamaan dan keikhlasan, pengurus MUI Papua Tengah akan mampu menjalankan amanah ini dengan baik,” katanya.
Pemerintah Provinsi Papua Tengah, lanjutnya, berkomitmen untuk terus bersinergi dengan MUI dalam membangun kehidupan masyarakat yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.
Di akhir sambutan, Gubernur melalui Staf Ahli-nya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan toleransi antarumat beragama di Papua Tengah.
“Kolaborasi antara ulama, tokoh masyarakat, dan pemerintah sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan penuh toleransi, sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat hidup berdampingan secara damai dan sejahtera,” tutupnya. (MB)






