Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

News

24 Jam Mencekam: Rumah Ahmad Sahroni, Eko Patrio, dan Uya Kuya Diserbu Massa

adminbadge-check


					24 Jam Mencekam: Rumah Ahmad Sahroni, Eko Patrio, dan Uya Kuya Diserbu Massa Perbesar

JAKARTA – Dalam kurun waktu 24 jam, tiga rumah anggota DPR RI, yakni Ahmad Sahroni, Eko Patrio, dan Uya Kuya, menjadi sasaran amuk massa. Gelombang kemarahan publik itu berlangsung sejak Sabtu (30/8/2025) sore hingga Minggu (31/8/2025) dini hari.

Insiden pertama terjadi di rumah Ahmad Sahroni, anggota DPR dari Fraksi NasDem di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sejumlah warga dilaporkan menyerbu dan menjarah berbagai barang berharga, bahkan merusak mobil mewah yang terparkir di garasi. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan massa membawa kabur benda hingga peralatan dapur mewah milik Sahroni.

Tak berhenti di situ, massa kemudian bergerak ke kediaman dua anggota DPR dari Fraksi PAN, Eko Patrio dan Uya Kuya. Penyerangan berlangsung bergantian pada Sabtu malam.

Di rumah Eko Patrio, warga terlihat membawa keluar sejumlah barang. Sementara itu, di rumah Uya Kuya, massa yang berjubel berhasil masuk hingga ke lantai atas. Suara teriakan “Hancurin!” terdengar, diikuti pecahnya meja kaca dan perabot lainnya.

Rangkaian aksi ini diduga dipicu kekecewaan publik terhadap sikap sejumlah anggota DPR. Sebelumnya, Eko Patrio dan Uya Kuya menuai kritik setelah video mereka berjoget di Sidang MPR pada 15 Agustus 2025 viral. Ahmad Sahroni pun sempat jadi sorotan karena melontarkan pernyataan yang dinilai tidak pantas di ruang publik.

Kemarahan masyarakat makin memuncak ketika aksi joget itu dikaitkan dengan isu kenaikan gaji dan tunjangan DPR di tengah kondisi ekonomi sulit. Meski Eko Patrio dan Uya Kuya sudah menyampaikan permintaan maaf, hal itu tidak cukup meredakan amarah warga.

Publik menuntut adanya perubahan sikap, empati, dan tanggung jawab lebih besar dari para pejabat di tengah situasi sulit yang dihadapi bangsa.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tujuh Warga Jila Masih Dicari, Dua Berhasil Melarikan Diri dari Penculikan

10 September 2026 - 08:50 WIB

IMG 20260910 WA0019

Pantai Nabire Ditata, Pedagang Kuliner Direlokasi ke Taman Gizi

10 September 2026 - 08:39 WIB

IMG 20260909 WA0036

Sigap di Tengah Keterbatasan, Polisi Evakuasi Ibu Hamil dengan Motor Dinas

10 September 2026 - 08:32 WIB

IMG 20260909 WA0029

Tiga Talenta PFA Kembali Dipanggil TC Timnas U-16, Bawa Harapan Papua ke Level Nasional

10 September 2026 - 08:08 WIB

IMG 20260909 WA0024

Tangis Keluarga Iringi Pemakaman 11 Korban Kebakaran Paniai di Nabire

9 September 2026 - 11:14 WIB

IMG 20260909 WA0013
Trending di Headline