Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

Headline

Tiga Talenta PFA Kembali Dipanggil TC Timnas U-16, Bawa Harapan Papua ke Level Nasional

Etty Welerbadge-check


					Tiga Talenta PFA Kembali Dipanggil TC Timnas U-16, Bawa Harapan Papua ke Level Nasional Perbesar

TIMIKA – Tiga siswa Papua Football Academy (PFA) kembali mendapat kepercayaan untuk mengikuti pemusatan latihan (Training Camp/TC) Tim Nasional Indonesia U-16 di Surakarta, Jawa Tengah.

Ketiga talenta muda tersebut adalah Alfa Christiano Sawaki asal Nabire, Daniel Febrianto asal Merauke, dan Dicky Carthensz Marani asal Jayapura. Ketiganya dijadwalkan mengikuti TC yang berlangsung mulai 12 September hingga 11 Oktober 2026.

Pemanggilan ini menjadi kesempatan penting bagi ketiga pemain untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menjalani proses pengembangan bersama talenta-talenta muda terbaik dari berbagai daerah di Indonesia.

Program TC tersebut merupakan bagian dari persiapan sepak bola usia muda Indonesia menuju sejumlah agenda, termasuk FIFA World Cup U-15, Piala Asia 2028, serta pembentukan Garuda United yang akan berlaga pada Elite Pro Academy (EPA) U-18 musim 2026/2027.

Direktur dan EVP Sustainable Development PT Freeport Indonesia, Claus Wamafma, mengatakan pemanggilan Alfa, Daniel, dan Dicky menjadi pemanggilan keempat bagi siswa PFA untuk mengikuti TC Timnas U-16 sepanjang 2026.

“Ini merupakan pemanggilan keempat bagi siswa PFA untuk mengikuti TC Timnas U-16 selama tahun 2026. Pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, baik secara teknis, karakter dan mindset, sudah menjadi daya tarik tersendiri serta membuat Timnas Indonesia terus melirik anak-anak dari Indonesia Timur, secara khusus PFA, untuk mengikuti TC,” kata Claus dalam keterangan di Timika, Papua Tengah, Rabu (9/9/2026).

Menurutnya, pemanggilan tersebut menjadi indikator positif terhadap proses pembinaan yang dilakukan PFA. Kesempatan tersebut sekaligus membuka ruang yang lebih besar bagi pemain-pemain muda Papua untuk bersaing di tingkat nasional.

Claus berharap jumlah siswa PFA yang mendapat panggilan ke pemusatan latihan Timnas terus meningkat setiap tahun. Namun, ia menekankan bahwa kualitas pemain tetap menjadi prioritas utama.

“Kami berharap pemanggilan siswa PFA ke Training Camp Timnas terus bertambah setiap tahun. Yang terpenting bukan hanya kuantitas pemain yang dipanggil, tetapi juga kualitas mereka agar mampu bersaing dan tampil bersama pemain-pemain terbaik dari akademi sepak bola di Indonesia,” ujarnya.

Direktur Papua Football Academy, Wolfgang Pikal, turut menyambut positif kembali dipanggilnya siswa PFA ke pemusatan latihan Timnas Indonesia.

“Saya sangat gembira, PFA kembali mengantarkan siswanya untuk bersaing di level Timnas. Saya sangat optimis, siswa kami bisa berkontribusi untuk Tim Nasional Indonesia,” ujar Wolfgang.

Wolfgang menilai pemanggilan tersebut menjadi bukti bahwa Papua dan kawasan Indonesia Timur memiliki potensi besar dalam melahirkan talenta sepak bola usia muda.

Menurutnya, talenta-talenta tersebut membutuhkan pembinaan yang tepat dan berkelanjutan agar mampu berkembang serta bersaing di level nasional.

Selain Alfa, Daniel, dan Dicky, alumni PFA kelahiran 2011, Jasshen Janeiro Sokoy, kini melanjutkan proses pembinaan sebagai siswa Akademi Persebaya.

Kehadiran tiga siswa PFA dalam TC Timnas U-16 semakin memperkuat peran akademi tersebut sebagai salah satu jalur pembinaan talenta muda Papua menuju sepak bola nasional.

PFA tidak hanya memberikan pembinaan melalui latihan sepak bola terstruktur dan kompetisi, tetapi juga memadukannya dengan pendidikan formal, pembentukan karakter, serta pengembangan kepemimpinan.

Bagi Alfa, Daniel, dan Dicky, kesempatan menjalani TC selama hampir satu bulan menjadi momentum berharga untuk meningkatkan kemampuan teknis, pemahaman permainan, kondisi fisik, sekaligus kesiapan mental dalam menghadapi persaingan sepak bola kompetitif.

PFA berharap ketiganya mampu memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal, menunjukkan perkembangan positif, dan memberikan kontribusi terbaik selama menjalani pemusatan latihan Timnas Indonesia U-16.

Keikutsertaan mereka di level nasional juga diharapkan menjadi motivasi bagi siswa PFA lainnya untuk terus menjalani proses pembinaan dan mengejar kesempatan membanggakan Papua serta Indonesia melalui sepak bola.

Papua Football Academy merupakan program investasi sosial yang diinisiasi dan didanai penuh oleh PT Freeport Indonesia sebagai bagian dari komitmen pengembangan sumber daya manusia Papua melalui olahraga dan pendidikan.

Dengan menerapkan pola pembinaan sepak bola modern yang dipadukan dengan pendidikan formal, pengembangan karakter, dan kepemimpinan, PFA terus membuka jalan bagi generasi muda Papua untuk berkembang dan bersaing di panggung sepak bola nasional. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tujuh Warga Jila Masih Dicari, Dua Berhasil Melarikan Diri dari Penculikan

10 September 2026 - 08:50 WIB

IMG 20260910 WA0019

Pantai Nabire Ditata, Pedagang Kuliner Direlokasi ke Taman Gizi

10 September 2026 - 08:39 WIB

IMG 20260909 WA0036

Sigap di Tengah Keterbatasan, Polisi Evakuasi Ibu Hamil dengan Motor Dinas

10 September 2026 - 08:32 WIB

IMG 20260909 WA0029

Tangis Keluarga Iringi Pemakaman 11 Korban Kebakaran Paniai di Nabire

9 September 2026 - 11:14 WIB

IMG 20260909 WA0013

BRIDA Mimika Dorong Hasil Riset Perguruan Tinggi Jadi Dasar Program OPD

9 September 2026 - 11:10 WIB

IMG 20260909 WA0030
Trending di Headline