TIMIKA – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Mimika mendorong hasil penelitian perguruan tinggi tidak berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi yang nyata untuk mendukung kebijakan dan program pembangunan daerah.
Kepala BRIDA Kabupaten Mimika, Darius Sabon Rain, mengatakan penelitian yang dilakukan sejumlah perguruan tinggi di Mimika pada 2026 diarahkan untuk menjawab kebutuhan pembangunan daerah.
Menurut Darius, tema penelitian diselaraskan dengan visi dan misi kepala daerah serta arah kebijakan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Mimika.
Karena itu, hasil riset diharapkan tidak hanya menghasilkan kajian akademis, tetapi juga rekomendasi yang relevan dan dapat dimanfaatkan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menyusun program dan kegiatan.
“Jadi hasil riset itu menjadi acuan OPD untuk dimasukkan dalam program kegiatannya tahun berikutnya. Kami berharap program yang dijalankan benar-benar sesuai kebutuhan, berbasis data, bukan asumsi,” kata Darius saat diwawancarai, Rabu (9/9/2026).
Ia menjelaskan, sejumlah perguruan tinggi telah mulai melaksanakan penelitian pada tahun ini. Salah satunya Institut Jambatan Bulan (IJB) yang melakukan kajian mengenai pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir berbasis koperasi.
Sementara itu, perguruan tinggi lainnya akan melakukan kajian terkait review master plan tailing, termasuk aspek pemanfaatan dan pengelolaannya.
Darius menilai keterlibatan perguruan tinggi dalam riset pembangunan daerah menjadi bagian penting dalam membangun pola perencanaan yang lebih terukur dan berbasis data.
Menurutnya, pemerintah daerah membutuhkan dukungan kajian akademik agar setiap kebijakan dan program yang disusun memiliki dasar yang kuat serta mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.
“Dengan adanya penelitian, kita punya data dan kajian yang bisa menjadi dasar bagi pemerintah dalam menentukan program prioritas. Jadi bukan sekadar membuat program, tetapi program itu lahir dari kebutuhan dan hasil kajian,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi antara BRIDA, pemerintah daerah dan perguruan tinggi dapat terus diperkuat. Dengan demikian, penelitian yang dilakukan di Mimika tidak hanya memberikan manfaat bagi dunia akademik, tetapi juga mampu menghasilkan solusi dan inovasi yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
“Setelah penelitian selesai, kami akan mengidentifikasi OPD yang berkepentingan dengan hasil kajian tersebut, sehingga bisa menjadi bahan penyusunan program dan kegiatan pada tahun berikutnya,” pungkas Darius. (Cr2)







