Menu

Mode Gelap
Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar

News

24 Jam Mencekam: Rumah Ahmad Sahroni, Eko Patrio, dan Uya Kuya Diserbu Massa

adminbadge-check


					24 Jam Mencekam: Rumah Ahmad Sahroni, Eko Patrio, dan Uya Kuya Diserbu Massa Perbesar

JAKARTA – Dalam kurun waktu 24 jam, tiga rumah anggota DPR RI, yakni Ahmad Sahroni, Eko Patrio, dan Uya Kuya, menjadi sasaran amuk massa. Gelombang kemarahan publik itu berlangsung sejak Sabtu (30/8/2025) sore hingga Minggu (31/8/2025) dini hari.

Insiden pertama terjadi di rumah Ahmad Sahroni, anggota DPR dari Fraksi NasDem di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sejumlah warga dilaporkan menyerbu dan menjarah berbagai barang berharga, bahkan merusak mobil mewah yang terparkir di garasi. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan massa membawa kabur benda hingga peralatan dapur mewah milik Sahroni.

Tak berhenti di situ, massa kemudian bergerak ke kediaman dua anggota DPR dari Fraksi PAN, Eko Patrio dan Uya Kuya. Penyerangan berlangsung bergantian pada Sabtu malam.

Di rumah Eko Patrio, warga terlihat membawa keluar sejumlah barang. Sementara itu, di rumah Uya Kuya, massa yang berjubel berhasil masuk hingga ke lantai atas. Suara teriakan “Hancurin!” terdengar, diikuti pecahnya meja kaca dan perabot lainnya.

Rangkaian aksi ini diduga dipicu kekecewaan publik terhadap sikap sejumlah anggota DPR. Sebelumnya, Eko Patrio dan Uya Kuya menuai kritik setelah video mereka berjoget di Sidang MPR pada 15 Agustus 2025 viral. Ahmad Sahroni pun sempat jadi sorotan karena melontarkan pernyataan yang dinilai tidak pantas di ruang publik.

Kemarahan masyarakat makin memuncak ketika aksi joget itu dikaitkan dengan isu kenaikan gaji dan tunjangan DPR di tengah kondisi ekonomi sulit. Meski Eko Patrio dan Uya Kuya sudah menyampaikan permintaan maaf, hal itu tidak cukup meredakan amarah warga.

Publik menuntut adanya perubahan sikap, empati, dan tanggung jawab lebih besar dari para pejabat di tengah situasi sulit yang dihadapi bangsa.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah

18 Juni 2026 - 10:00 WIB

IMG 20260618 WA0017

Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis

18 Juni 2026 - 07:37 WIB

PT BCA Boosts Student Motivation with Religious Themed Event 2 (1)

Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, Dinkes Kabupaten Mimika Perkuat Data Kebutuhan Nakes 

17 Juni 2026 - 13:41 WIB

IMG 20260617 WA0028

BPJS Kesehatan Mimika Sosialisasikan Kepesertaan JKN bagi Relawan SPPG di Papua Tengah

17 Juni 2026 - 13:36 WIB

IMG 20260617 WA0014

Pemkab Nabire Soroti Kenaikan Harga Telur, Bawang Merah dan Cabai Rawit

17 Juni 2026 - 13:31 WIB

IMG 20260617 WA0021
Trending di Headline