Menu ✖

Mode Gelap
Tani Merdeka Indonesia Papua Tengah Siap Dukung Program MBG, Dorong Keterlibatan Petani Lokal Senator Sopater Bawa Kasus Hilangnya Dua Warga Suku Mek Ke DPD RI, Desak Pengusutan Tuntas Dan Penegakan Hukum Yorrys Raweyai Dorong Aspirasi Daerah Menjadi Perhatian Nasional Wilhelmus Pigai Dorong Penguatan Hak Politik Orang Asli Papua melalui Kajian Regulasi Gubernur Meki Nawipa Tinjau Tambang Bawah Tanah Freeport, Pelajari Teknologi dan Operasional Pertambangan Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal

News

24 Jam Mencekam: Rumah Ahmad Sahroni, Eko Patrio, dan Uya Kuya Diserbu Massa

adminbadge-check


					24 Jam Mencekam: Rumah Ahmad Sahroni, Eko Patrio, dan Uya Kuya Diserbu Massa Perbesar

JAKARTA – Dalam kurun waktu 24 jam, tiga rumah anggota DPR RI, yakni Ahmad Sahroni, Eko Patrio, dan Uya Kuya, menjadi sasaran amuk massa. Gelombang kemarahan publik itu berlangsung sejak Sabtu (30/8/2025) sore hingga Minggu (31/8/2025) dini hari.

Insiden pertama terjadi di rumah Ahmad Sahroni, anggota DPR dari Fraksi NasDem di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sejumlah warga dilaporkan menyerbu dan menjarah berbagai barang berharga, bahkan merusak mobil mewah yang terparkir di garasi. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan massa membawa kabur benda hingga peralatan dapur mewah milik Sahroni.

Tak berhenti di situ, massa kemudian bergerak ke kediaman dua anggota DPR dari Fraksi PAN, Eko Patrio dan Uya Kuya. Penyerangan berlangsung bergantian pada Sabtu malam.

Di rumah Eko Patrio, warga terlihat membawa keluar sejumlah barang. Sementara itu, di rumah Uya Kuya, massa yang berjubel berhasil masuk hingga ke lantai atas. Suara teriakan “Hancurin!” terdengar, diikuti pecahnya meja kaca dan perabot lainnya.

Rangkaian aksi ini diduga dipicu kekecewaan publik terhadap sikap sejumlah anggota DPR. Sebelumnya, Eko Patrio dan Uya Kuya menuai kritik setelah video mereka berjoget di Sidang MPR pada 15 Agustus 2025 viral. Ahmad Sahroni pun sempat jadi sorotan karena melontarkan pernyataan yang dinilai tidak pantas di ruang publik.

Kemarahan masyarakat makin memuncak ketika aksi joget itu dikaitkan dengan isu kenaikan gaji dan tunjangan DPR di tengah kondisi ekonomi sulit. Meski Eko Patrio dan Uya Kuya sudah menyampaikan permintaan maaf, hal itu tidak cukup meredakan amarah warga.

Publik menuntut adanya perubahan sikap, empati, dan tanggung jawab lebih besar dari para pejabat di tengah situasi sulit yang dihadapi bangsa.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PELNI Cabang Timika Nonaktifkan Akun Media Sosial, Masyarakat Diimbau Akses Informasi Melalui Kanal Resmi

7 November 2026 - 11:41 WIB

IMG 20261106 WA0000

Senator Eka Kristina Yeimo Murib Raih Penghargaan Indonesia Future Figure Awards 2026

7 November 2026 - 11:38 WIB

IMG 20261107 203618

Lapak Pinang Dibongkar Satpol PP, Mama-Mama OAP Kecewa dan Minta Tempat Jualan yang Layak

7 November 2026 - 09:24 WIB

20261107

Semarak HKN ke-62, Dinkes dan KORMI Mimika Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat

7 November 2026 - 09:11 WIB

IMG 20261107 181020

Paniai dalam Bayang-Bayang Militer, SMI-KP Sulut Desak Perlindungan Warga Sipil dan Sampaikan 16 Tuntutan

7 November 2026 - 06:15 WIB

IMG 20261107 WA0010
Trending di News