Menu ✖

Mode Gelap
Empat Pejabat Tinggi Negara Turun ke Nabire, Tertibkan Tambang Emas Ilegal Natalius Pigai: Keberhasilan Pembangunan HAM Harus Dirasakan Langsung oleh Rakyat Meki–Deinas: Ketika Langit dan Gunung Bertemu Pastor Berusia 36 Tahun Ditemukan Meninggal di Kolam Renang Kuala Kencana Sempat Viral Pimpin Upacara Hardiknas, Deki Degei Berterima Kasih kepada Gubernur Papua Tengah Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

Headline

Dr. Agus Sumule: Sekolah Sepanjang Hari Bukan Ubah Kurikulum, Tapi Tekankan Disiplin dan Kesetaraan

Etty Welerbadge-check


					Dr. Agus Sumule: Sekolah Sepanjang Hari Bukan Ubah Kurikulum, Tapi Tekankan Disiplin dan Kesetaraan Perbesar

NABIRE — Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) yang segera diluncurkan Pemerintah Provinsi Papua Tengah bukanlah upaya mengubah kurikulum, melainkan menanamkan nilai-nilai kedisiplinan dan kesetaraan dalam pendidikan.

Hal itu ditegaskan oleh Dr. Agus Sumule, akademisi dari Universitas Papua (UNIPA), saat menjadi narasumber dalam Rapat Koordinasi Implementasi SSH yang digelar di L-Price Resto, Nabire, Kamis (31/7/2025).

“Intinya, SSH itu tidak mengubah apa-apa. Kurikulumnya tetap sama. Tapi prinsip-prinsip di sekolah berasrama, seperti disiplin dan pembentukan karakter, itu yang kita bawa ke sekolah-sekolah biasa,” jelas Dr. Agus.

Menurutnya, SSH hadir bukan sekadar memperpanjang waktu belajar, tetapi menjadikan sekolah sebagai ruang pembinaan holistik bagi anak-anak, terutama di daerah tertinggal. Nilai gizi, interaksi sosial lintas budaya, hingga kecerdasan emosional menjadi bagian penting dari pendekatan baru ini.

Sebagai bentuk dukungan konkret, UNIPA akan menugaskan enam lulusan FKIP di setiap sekolah sasaran. Mereka akan langsung mengisi kekosongan tenaga pengajar jika guru tidak tersedia.

“Kalau tidak ada guru, keenam orang ini akan mengajar semua mata pelajaran. Tapi kalau guru sudah lengkap, mereka bantu sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Sumule juga mengkritisi seringnya perubahan kurikulum nasional yang dinilai membingungkan peserta didik. Untuk itu, ia menyarankan fokus pada enam literasi dasar : baca-tulis, matematika, sains, digital, finansial, dan kewarganegaraan.

“Enam literasi ini tidak akan pernah usang. Apapun kurikulumnya, anak-anak tetap harus bisa baca, berhitung, paham teknologi, dan punya kesadaran sebagai warga negara, ” tegasnya.

Lebih jauh, Sumule menekankan pentingnya kesetaraan akses pendidikan bagi seluruh anak-anak Papua, termasuk mereka yang tinggal di daerah terpencil.

“Anak-anak di kampung terpencil tidak boleh berbeda dengan anak di kota atau Jakarta. Tuhan menciptakan semua manusia setara,” katanya.

Ia mengaku ide tentang SSH lahir dari keprihatinannya saat mengajar mata kuliah demografi di Fakultas Pertanian.

“Dari data demografi, saya tahu banyak anak Papua tidak sekolah. Maka saya berpikir, bagaimana menciptakan model pendidikan yang bisa menjangkau mereka. Dari situlah SSH ini lahir,” jelas Sumule.

Meski bukan berlatar belakang FKIP, ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap pendidikan tidak harus dibatasi oleh disiplin akademik.

“Saya bukan guru dalam arti formal, tapi saya tahu bahwa guru harus hadir. Dan saya mau terlibat agar itu terjadi,” pungkasnya.

Program Sekolah Sepanjang Hari rencananya akan diluncurkan resmi oleh Gubernur Papua Tengah pada 17 Agustus 2025, sebagai bagian dari kebijakan prioritas dalam meningkatkan mutu pendidikan di wilayah 3T. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

OPINI : BEREBUT EMAS DI MAKIMI, MASYARAKAT ADAT DAPAT APA?

24 Oktober 2026 - 11:55 WIB

WhatsApp Image 2026 10 24 at 04.29.28

Bawaslu Mimika Buka Ruang Kritik, Siapkan Lima Agenda Penguatan Pengawasan

24 Oktober 2026 - 11:09 WIB

IMG 20261024 WA0085

KPU Mimika Tunggu Revisi UU Pemilu, Pendidikan Pemilih Terus Berjalan

24 Oktober 2026 - 11:05 WIB

IMG 20261024 WA0083

HUT IDI ke-76, Pelkesi Bagikan Kacamata Baca Gratis ke Warga 

24 Oktober 2026 - 11:01 WIB

IMG 20261024 WA0081

IDI Kabupaten Mimika Gelar Baksos Kesehatan Gratis di PKM Mapurujaya

24 Oktober 2026 - 10:55 WIB

IMG 20261024 WA0079
Trending di Headline