NABIRE — Dukungan dari berbagai pihak terus mengalir bagi pengembangan Universitas Satya Wiyata Mandala (USWIM) Nabire, perguruan tinggi swasta tertua di Provinsi Papua Tengah. Usai prosesi pengambilan sumpah janji sebagai rektor baru Universitas Satya wiyata Mandala (USWIM) Nabire, tiga tokoh penting menyampaikan komitmen mereka untuk memajukan pendidikan tinggi di tanah Papua tengah.
Dr. Drs. Petrus Suripatty, M.Si., Rektor USWIM periode sebelumnya yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPR Provinsi Papua Tengah, menyatakan bahwa penguatan perguruan tinggi merupakan bagian dari strategi membangun sumber daya manusia daerah.
“Saya mendukung ini karena merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam membangun SDM Papua Tengah. Pemerintah provinsi juga telah berencana memberikan beasiswa kepada mahasiswa, dan DPR akan terus mengawal itu,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa regulasi pendidikan dalam kerangka otonomi khusus memberi tanggung jawab kepada pemerintah daerah untuk memperhatikan juga perguruan tinggi swasta, termasuk penyediaan dosen, mahasiswa, dan fasilitas penunjang lainnya.
Meski kini fokus mengabdi di lembaga legislatif, Petrus Suripatty menegaskan dirinya tetap aktif mengajar sebagai dosen tetap di USWIM.
“Saya sudah izin kepada Rektor dan Kepala LLDIKTI. Jabatan struktural saya tinggalkan, tapi fungsi saya sebagai dosen tetap saya jalankan. Kami berharap dalam waktu dekat bisa lahir guru besar dari kampus ini,” ujarnya optimis.
Sementara itu, Rektor USWIM yang baru dilantik, Petrus Tekege, S.H., M.Hum., menekankan pentingnya sinergi antara kampus dan pemerintah.
“Kami menyambut baik komitmen Gubernur Papua Tengah untuk pemberian beasiswa dan dukungan laboratorium. Tentu kami tidak bisa berjalan sendiri dalam mengembangkan perguruan tinggi,” tegasnya.
Ia juga memaparkan program kerja ke depan, seperti pendirian program pascasarjana, pengembangan pendidikan profesi guru (PPG), serta literasi untuk mengurangi angka buta aksara yang masih tinggi di Papua Tengah.
Kepala LLDIKTI Wilayah XIV, Dr. Suriel Samuel Mofu, menyampaikan apresiasi atas dedikasi Rektor sebelumnya dan harapan besar terhadap kepemimpinan yang baru.
“Saya ucapkan selamat kepada Bapak Petrus Tekege yang telah dilantik, dan terima kasih kepada Bapak Petrus Suripatty atas kontribusinya selama menjabat,” ungkapnya.
Ia berharap rektor baru dapat merangkul seluruh civitas akademika untuk menjaga kualitas yang sudah dicapai, sekaligus mengembangkan program studi yang relevan dengan kebutuhan daerah.
“LLDIKTI telah memberikan beasiswa kepada 973 mahasiswa di Papua Tengah. Tapi dari total 6.504 mahasiswa, masih ada sekitar 4.000 yang belum tersentuh. Kami berharap adanya sinergi pusat dan daerah—selain KIP Kuliah dari pusat, pemerintah daerah bisa mengalokasikan ‘KIP Gubernur’ atau ‘KIP Bupati’,” jelas Dr. Mofu.
Ia juga menyambut baik komitmen Gubernur Papua Tengah untuk mendukung penyediaan beasiswa dan infrastruktur pendidikan, termasuk laboratorium dan perpustakaan.
Selain USWIM, Dr. Mofu menyebut bahwa LLDIKTI juga mendorong penguatan institusi pendidikan tinggi lain di Papua Tengah seperti STKIP Nabire, STIKes Papua Sehat, STIKes Persada, STMIK Pesat, dan institusi baru yang akan segera diluncurkan.
“Tujuan kita agar anak-anak Papua tidak perlu keluar dari Papua. Mereka bisa menikmati pendidikan tinggi yang bermutu di tanah kelahiran mereka sendiri,” pungkasnya. (MB)








