Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

News

Viral! Aksi Intoleransi di Sukabumi: Jemaat Kristen Digeruduk, Salib Dirusak Massa

adminbadge-check


					Viral! Aksi Intoleransi di Sukabumi: Jemaat Kristen Digeruduk, Salib Dirusak Massa Perbesar

Jakarta – Jagat media sosial dihebohkan dengan beredarnya video dugaan aksi intoleransi di Sukabumi, Jawa Barat. Dalam video tersebut, sekelompok warga tampak mendatangi sebuah vila yang digunakan jemaat Kristen untuk kegiatan retret, lalu merusak properti hingga menjatuhkan salib ke lantai.

Kejadian tersebut diduga terjadi pada Jumat, 27 Juni 2025, di Desa Tangkil, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi.

Dalam rekaman video yang viral, terlihat sejumlah orang memecahkan kaca bangunan dan menurunkan salib kayu. Salah satu akun pengunggah, @cinnamonw234, menyampaikan bahwa tempat yang disinggahi jemaat merupakan properti milik gereja, bukan vila sewaan.

“HELP RT!! Ceritanya teman saya lagi retret ke Sukabumi. Mereka singgah di vila milik gerejanya. Tiba-tiba mereka diusir dengan cara kasar tanpa etika. Bahkan salib dan Alkitab dibakar,” tulisnya.

Netizen Geram: “Sampai Kapan Persekusi Dibiarkan?”

Respons warganet pun bermunculan. Banyak yang menyayangkan aksi tersebut sebagai bentuk persekusi terhadap umat beragama, dan mempertanyakan tindakan aparat maupun pemerintah.

“Sampai kapan persekusi terhadap umat agama lain dibiarkan di negara ini? Saya sebagai muslim pun malu dengan tindakan seperti ini,” tulis akun @narkosun.

Pegiat Media Sosial Soroti Akar Intoleransi

Pegiat media sosial sekaligus aktivis toleransi, Permadi Arya (@permadiaktivis2), ikut angkat bicara. Ia menyoroti maraknya kasus serupa yang kerap terjadi tanpa penanganan serius.

“Intoleransi di Indonesia bagian barat memang makin mengkhawatirkan. Siswa-siswi Kristen yang sedang retret digeruduk warga intoleran, diusir dari vila, bahkan tempat ibadah dirusak,” tulisnya.

Tuntutan Penegakan Hukum dan Perlindungan Minoritas

Aksi semacam ini kembali menyorot persoalan lama tentang intoleransi dan lemahnya perlindungan negara terhadap kebebasan beragama yang dijamin konstitusi.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum segera turun tangan untuk mengusut tuntas peristiwa ini dan memastikan perlindungan hak-hak seluruh warga negara tanpa memandang agama.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lilin Solidaritas Menyala di Timika, Doa Dipanjatkan untuk Lima Wartawan yang Hilang di Anak Krakatau

14 September 2026 - 11:57 WIB

IMG 20260914 WA0048

Sambut HUT ke-30, Pemkab Mimika Siapkan Refleksi dan Doa Bersama

14 September 2026 - 11:25 WIB

IMG 20260914 WA0010

Gubernur Meki Minta LMA Jadi Jembatan Masyarakat Adat dan Pemerintah

14 September 2026 - 11:18 WIB

IMG 20260914 WA0024

Lenis Kogoya Desak Pembebasan Korban Penyanderaan di Mimika, Serukan Hentikan Pembunuhan Warga Sipil

14 September 2026 - 10:47 WIB

IMG 20260914 WA0020

Pelantikan LMA Korwil Papua Tengah, Lenis Kogoya Dorong Penguatan Peran Masyarakat Adat

14 September 2026 - 10:26 WIB

IMG 20260914 WA0016
Trending di Headline