Menu

Mode Gelap
Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar

News

Kekerasan di Papua Tengah Mengkhawatirkan, Tokoh Minta Dialog Langsung dengan Presiden

adminbadge-check


					Kekerasan di Papua Tengah Mengkhawatirkan, Tokoh Minta Dialog Langsung dengan Presiden Perbesar

NABIRE – Konflik kekerasan yang terus berulang di Papua Tengah dinilai sudah melewati batas sebagai persoalan lokal. Pola konflik yang sama, dengan aktor yang sama, hanya berbeda waktu dan lokasi, menunjukkan bahwa pendekatan daerah sudah tidak lagi memadai.

Oleh karena itu, sejumlah tokoh Papua menilai bahwa penyelesaian konflik harus dibawa ke tingkat nasional, dan dibicarakan langsung dengan Presiden Republik Indonesia sebagai panglima tertinggi negara.

“Ini bukan masalah sosial biasa. Kita tidak bisa membangun jika wilayahnya terus dilanda konflik. Dan ini jelas bertentangan dengan semangat dibentuknya Provinsi Papua Tengah,” tegas John NR Gobai, Anggota DPR Papua Tengah, dalam diskusi bersama Yoris Raweyai, Wakil Ketua DPD RI sekaligus Ketua MPR For Papua, di Nabire, beberapa waktu lalu.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Bartolomeus Murip, anggota DPRK Intan Jaya, yang menegaskan bahwa kekerasan yang terjadi telah menyebabkan jatuhnya korban jiwa, kerusakan harta benda, serta memaksa warga mengungsi dari kampung halaman mereka.

Minta Dialog Langsung di Jakarta

Merespons situasi tersebut, Yoris Raweyai menyatakan bahwa MPR For Papua siap berkolaborasi dengan MRP, DPRP, dan DPRK se-Tanah Papua untuk menginisiasi dialog nasional langsung dengan Presiden RI, Panglima TNI, dan Kapolri.

“Konflik ini sudah waktunya dibahas di Jakarta, di hadapan para pemegang keputusan tertinggi negara. Tapi tentu kita harus membangun koordinasi dan komunikasi yang cepat dan efektif,” ujar Yoris.

Usulan Konkret: RDP dan Pembentukan Tim Khusus

Untuk mendukung langkah tersebut, para tokoh mengusulkan pelaksanaan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang melibatkan MRP, DPRP, dan DPRK dari seluruh wilayah Papua Tengah. Dalam forum tersebut, semua pihak diajak untuk duduk bersama membahas jalan keluar yang konkret.

Selanjutnya, akan dibentuk tim khusus yang mewakili seluruh elemen masyarakat dan lembaga di Papua Tengah. Tim ini akan bertugas menyampaikan langsung aspirasi rakyat Papua kepada Presiden RI dan jajaran pejabat tinggi negara di Jakarta.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Insentif Guru Madrasah Non ASN Mulai Cair Akhir Juni 2026

18 Juni 2026 - 12:32 WIB

IMG 20260617 WA0001

Pemkab Deiyai Raih Penghargaan Terbaik II Penyaluran DAK dari KPPN Nabire

18 Juni 2026 - 12:27 WIB

IMG 20260618 WA0014

Kapolres Nabire Tegaskan Penimbun BBM Akan Diproses Hukum

18 Juni 2026 - 12:23 WIB

IMG 20260618 WA0013

Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG di Nabire Aman Hingga Empat Minggu 

18 Juni 2026 - 12:20 WIB

IMG 20260618 WA0011

Pemkab Nabire Beri Waktu Sebulan: Kendaraan Pelat Luar Wajib Mutasi, BBM Subsidi dan Pajak Jadi Alasan Utama

18 Juni 2026 - 12:16 WIB

IMG 20260618 WA0009
Trending di Headline