Menu

Mode Gelap
Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar

News

DPR RI Dorong Penambahan Anggaran untuk Ekonomi Kreatif di Indonesia

adminbadge-check


					Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, Perbesar

Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief,

Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, menegaskan pentingnya penguatan anggaran untuk sektor ekonomi kreatif. Ia menyoroti masih kecilnya alokasi anggaran yang diterima Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), padahal sektor ini memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.

“Dari empat kementerian mitra Komisi VII, Kemenparekraf justru menerima anggaran paling kecil. Padahal, program dan semangat kerjanya sangat menjanjikan. Karena itu, kami siap mendorong penambahan anggaran, asalkan didukung dengan bukti dampak yang nyata,” ujar Hendry dalam pernyataannya, Kamis (26/6/2025).

Ia juga menyoroti masih adanya anggaran yang diblokir, dan meminta agar hambatan ini segera diatasi agar pelaksanaan program berjalan optimal.

Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Harus Jalan Bersama

Menurut Hendry, penguatan ekonomi kreatif tak bisa dilakukan secara parsial. Ia mendorong kolaborasi lintas sektor, terutama dengan sektor pariwisata, yang ia ibaratkan sebagai lokomotif yang menarik gerbong ekonomi kreatif.

“Jika kawasan wisata diusulkan menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan disinergikan dengan pengembangan ekonomi kreatif, maka efek ekonominya akan luar biasa,” jelasnya.

Fokus Pembinaan, Bukan Jumlah

Hendry juga menekankan pentingnya fokus pada kualitas program pembinaan pelaku ekonomi kreatif yang telah ada. Menurutnya, dampak besar bisa dimulai dari kelompok kecil yang sukses.

“Kita tidak perlu mulai dengan jumlah besar. Jika dari 60 pelaku ekonomi kreatif yang sudah dibina, ada beberapa yang menunjukkan dampak ekonomi signifikan, itu sudah cukup menjadi model keberhasilan,” tegasnya.

Ia meyakini, keberhasilan satu pelaku ekonomi kreatif bisa menjadi bukti konkret yang menguatkan posisi tawar dalam memperjuangkan anggaran.

“Kalau satu pelaku saja bisa membawa dampak, bayangkan kalau ada sepuluh, seratus, atau bahkan lebih. Efeknya bisa luar biasa bagi ekonomi nasional,” tandas Hendry.

Komisi VII, lanjutnya, siap mendukung langkah-langkah penguatan ekonomi kreatif sebagai salah satu sektor strategis masa depan Indonesia.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Insentif Guru Madrasah Non ASN Mulai Cair Akhir Juni 2026

18 Juni 2026 - 12:32 WIB

IMG 20260617 WA0001

Pemkab Deiyai Raih Penghargaan Terbaik II Penyaluran DAK dari KPPN Nabire

18 Juni 2026 - 12:27 WIB

IMG 20260618 WA0014

Kapolres Nabire Tegaskan Penimbun BBM Akan Diproses Hukum

18 Juni 2026 - 12:23 WIB

IMG 20260618 WA0013

Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG di Nabire Aman Hingga Empat Minggu 

18 Juni 2026 - 12:20 WIB

IMG 20260618 WA0011

Pemkab Nabire Beri Waktu Sebulan: Kendaraan Pelat Luar Wajib Mutasi, BBM Subsidi dan Pajak Jadi Alasan Utama

18 Juni 2026 - 12:16 WIB

IMG 20260618 WA0009
Trending di Headline