Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

News

DPR RI Dorong Penambahan Anggaran untuk Ekonomi Kreatif di Indonesia

adminbadge-check


					Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, Perbesar

Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief,

Jakarta – Anggota Komisi VII DPR RI, Hendry Munief, menegaskan pentingnya penguatan anggaran untuk sektor ekonomi kreatif. Ia menyoroti masih kecilnya alokasi anggaran yang diterima Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), padahal sektor ini memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.

“Dari empat kementerian mitra Komisi VII, Kemenparekraf justru menerima anggaran paling kecil. Padahal, program dan semangat kerjanya sangat menjanjikan. Karena itu, kami siap mendorong penambahan anggaran, asalkan didukung dengan bukti dampak yang nyata,” ujar Hendry dalam pernyataannya, Kamis (26/6/2025).

Ia juga menyoroti masih adanya anggaran yang diblokir, dan meminta agar hambatan ini segera diatasi agar pelaksanaan program berjalan optimal.

Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Harus Jalan Bersama

Menurut Hendry, penguatan ekonomi kreatif tak bisa dilakukan secara parsial. Ia mendorong kolaborasi lintas sektor, terutama dengan sektor pariwisata, yang ia ibaratkan sebagai lokomotif yang menarik gerbong ekonomi kreatif.

“Jika kawasan wisata diusulkan menjadi Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan disinergikan dengan pengembangan ekonomi kreatif, maka efek ekonominya akan luar biasa,” jelasnya.

Fokus Pembinaan, Bukan Jumlah

Hendry juga menekankan pentingnya fokus pada kualitas program pembinaan pelaku ekonomi kreatif yang telah ada. Menurutnya, dampak besar bisa dimulai dari kelompok kecil yang sukses.

“Kita tidak perlu mulai dengan jumlah besar. Jika dari 60 pelaku ekonomi kreatif yang sudah dibina, ada beberapa yang menunjukkan dampak ekonomi signifikan, itu sudah cukup menjadi model keberhasilan,” tegasnya.

Ia meyakini, keberhasilan satu pelaku ekonomi kreatif bisa menjadi bukti konkret yang menguatkan posisi tawar dalam memperjuangkan anggaran.

“Kalau satu pelaku saja bisa membawa dampak, bayangkan kalau ada sepuluh, seratus, atau bahkan lebih. Efeknya bisa luar biasa bagi ekonomi nasional,” tandas Hendry.

Komisi VII, lanjutnya, siap mendukung langkah-langkah penguatan ekonomi kreatif sebagai salah satu sektor strategis masa depan Indonesia.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lilin Solidaritas Menyala di Timika, Doa Dipanjatkan untuk Lima Wartawan yang Hilang di Anak Krakatau

14 September 2026 - 11:57 WIB

IMG 20260914 WA0048

Sambut HUT ke-30, Pemkab Mimika Siapkan Refleksi dan Doa Bersama

14 September 2026 - 11:25 WIB

IMG 20260914 WA0010

Gubernur Meki Minta LMA Jadi Jembatan Masyarakat Adat dan Pemerintah

14 September 2026 - 11:18 WIB

IMG 20260914 WA0024

Lenis Kogoya Desak Pembebasan Korban Penyanderaan di Mimika, Serukan Hentikan Pembunuhan Warga Sipil

14 September 2026 - 10:47 WIB

IMG 20260914 WA0020

Pelantikan LMA Korwil Papua Tengah, Lenis Kogoya Dorong Penguatan Peran Masyarakat Adat

14 September 2026 - 10:26 WIB

IMG 20260914 WA0016
Trending di Headline