NABIRE — Ekonomi Papua Tengah mengalami tekanan hebat setelah ekspor tambang PT Freeport Indonesia tersendat sejak akhir 2024. Pemerintah provinsi pun bergerak cepat: menggenjot sektor-sektor non-tambang untuk menyelamatkan pertumbuhan ekonomi daerah.
Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa secara terbuka menyampaikan bahwa terhentinya izin ekspor telah memberikan pukulan telak terhadap struktur ekonomi Papua Tengah — yang 73% di antaranya masih ditopang oleh sektor pertambangan.
“Papua Tengah langsung minus 25%. Freeport tidak bisa ekspor karena izin dicabut sejak November 2024. Pendapatan anjlok dan dampaknya akan terasa hingga akhir 2025,” ujar Gubernur. Kamis, (05/06/2025).
Larangan ekspor ini membuat stok hasil tambang menumpuk di smelter Gresik, Jawa Timur, tanpa kejelasan kapan bisa kembali dikirim ke pasar global.
Namun di balik badai itu, ada secercah harapan. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa sektor-sektor non-tambang justru tumbuh 2,35% pada triwulan pertama 2025.
“BPS bahkan memberi apresiasi. Meski tambang turun, kita tetap mencatat pertumbuhan. Ini sinyal positif bahwa roda ekonomi non-tambang mulai bergerak,” kata Gubernur.
Kini, pemerintah daerah mengarahkan fokus pada sektor-sektor potensial seperti pertanian, perikanan, kelautan, dan konstruksi. Gubernur telah memerintahkan seluruh dinas teknis untuk mempercepat realisasi program demi menyeimbangkan struktur ekonomi daerah.
“Provinsi lain mungkin stabil, tapi Papua Tengah bisa naik-turun tajam karena terlalu bergantung pada tambang. Ini tantangan nyata yang harus kita hadapi bersama,” tegasnya.
Meski sempat disorot soal rendahnya realisasi belanja daerah, pemerintah memastikan langkah-langkah perbaikan sedang dikebut. Penyesuaian program dengan arah pembangunan baru tengah berlangsung.
“Belanja pemerintah akan melonjak dalam satu dua bulan ke depan. Kita sedang kejar ketertinggalan,” ujar Kepala Bappeda Papua Tengah, Meki.
Pemerintah berharap strategi diversifikasi ini menjadi fondasi baru bagi Papua Tengah — agar tidak lagi goyah ketika sektor tambang terguncang. Ekonomi yang lebih berimbang, kata Gubernur, adalah masa depan yang sedang dibangun.(MB).










