Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

Headline

Ketua Umum LEMASUMOPA Minta Pemerintah Pusat Tempuh Pendekatan Kemanusiaan di Intan Jaya

adminbadge-check


					Tampak Ketua Umum LEMAADSUMOPA, Thomas Sondegau (kaos putih) didampingi Kepala Suku Masyarakat Adat Wolani, Harun Agimbau dan Ketua DPD LEMAADSUMOPA Kabupaten Nabire, Moses Yatipai. ( Foto : Beritapapua.co ) Perbesar

Tampak Ketua Umum LEMAADSUMOPA, Thomas Sondegau (kaos putih) didampingi Kepala Suku Masyarakat Adat Wolani, Harun Agimbau dan Ketua DPD LEMAADSUMOPA Kabupaten Nabire, Moses Yatipai. ( Foto : Beritapapua.co )

MIMIKA –Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Masyarakat Adat Suku Moni Papua (DPP LEMASUMOPA), Thomas Sondegau, menyampaikan keprihatinan mendalam atas konflik bersenjata yang terus berlangsung di Kabupaten Intan Jaya, Provinsi Papua Tengah. Sejak 2018 hingga 2025, wilayah tersebut belum pernah benar-benar lepas dari rentetan kekerasan antara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) – Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan aparat keamanan TNI-Polri.

“Ini menjadi pertanyaan besar bagi kami. Mengapa konflik ini tidak kunjung berakhir? Apakah tidak ada jalan keluar yang lebih manusiawi?” ungkap Thomas dengan nada prihatin. Minggu, (25/05/2025).

Menurutnya, situasi ini jelas merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak asasi manusia. Korban bukan hanya berasal dari masyarakat sipil, tetapi juga dari pihak TNI-Polri maupun TPNPB-OPM itu sendiri.

“Hari ini kami berduka. Intan Jaya menjadi daerah operasi militer. Bunyi tembakan masih terus terdengar di telinga masyarakat hingga sekarang. Banyak warga harus meninggalkan kampung dan distrik mereka demi mencari tempat yang lebih aman,” kata Thomas.

Ia mendesak Presiden Republik Indonesia, Panglima TNI, dan Kapolri untuk segera melihat konflik di Intan Jaya dari sisi kemanusiaan dan mencari jalan keluar yang bermartabat. Ia juga menegaskan bahwa penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata boleh dilakukan, namun tidak dengan mengorbankan rakyat yang tidak berdosa.

“Rakyat seharusnya dilindungi, bukan menjadi korban. Penegakan hukum harus tetap mengedepankan perlindungan terhadap masyarakat sipil,” tegasnya.

Thomas mendesak Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah agar secapatnya mencari jalan keluar untuk maenyelesaikan Konflik yang terjadi.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tindaklanjuti Instruksi Bupati, BPBD Mimika Mulai Siram Jalan Atasi Debu di Timika

15 September 2026 - 13:39 WIB

20260915

Dishub Mimika Perkuat Keselamatan Jalan, dari ZoSS hingga Pengecatan Median

15 September 2026 - 13:21 WIB

IMG 20260915 WA0037

Empat Pelajar Selamat, Polisi Redam Kepanikan Warga Akibat Isu Penculikan

15 September 2026 - 13:17 WIB

IMG 20260915 WA0030

Dukcapil Deiyai Ungkap Perkembangan Data Kependudukan, Pelayanan Masih Hadapi Sejumlah Kendala

15 September 2026 - 13:11 WIB

IMG 20260915 WA0034

BPJS Ketenagakerjaan dan Pemkab Deiyai Validasi Data Pekerja Rentan hingga Aparatur Kampung

15 September 2026 - 13:07 WIB

IMG 20260915 WA0032
Trending di Headline