TIMIKA – Salah satu bagian dari program nasional pemberdayaan ekonomi kerakyatan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UMKM) gencar pembentukan Koperasi Merah Putih.
Dimana hingga saat ini sudah terbentuk 38 Koperasi Desa Merah Putih melalui Musyawarah Desa (Musdes) terdiri dari 17 kelurahan dan 21 kampung di wilayah Mimika.
Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Ida Wahyuni, mengatakan bahwa sesuai target sebelum 12 Juli seluruh 133 kampung dan 19 kelurahan di Mimika sudah memiliki Koperasi Merah Putih.
“Karena kami telah membentuk 38 koperasi dan terus melakukan sosialisasi di setiap distrik. Dan
program ini merupakan tindaklanjut dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto,” katanya pada saat kegiatan sosialisasi pembentukan koperasi yang digelar bersama tokoh masyarakat, kepala kampung, dan aparat distrik di Distrik Kwamki Narama, Jumat (23/05/2025).
Menurut Ida bahwa untuk launching nasional koperasi ini akan dilakukan secara serentak pada 12 Juni 2025 oleh Presiden RI.
“Jadi kita telah menyusun jadwal pembentukan koperasi secara maraton di sejumlah distrik,” ujarnya.
Terkait dengan pembentukan koperasi di wilayahnya,Kepala Distrik Kwamki Narama, Yulius Hagabal mengapresiasi program ini dan berharap pemerintah daerah dapat terus mendampingi masyarakat dalam proses pembentukan dan pengelolaan koperasi.
“Kami sangat membutuhkan koperasi sebagai sarana pemberdayaan ekonomi kampung,” ucapnya.
Oleh karena itu dirinya juga berharap seluruh kepala kampung dan tokoh masyarakat di Kwamki Narama untuk bersinergi dengan Pemkab Mimika dalam pelaksanaan program ini.
Sementara itu Ketua Harian Satgas Pembentukan Koperasi Merah Putih, Inosensius Yoga Pribadi bahwa untuk pembentukan Koperasi merah putih di dalam kota sudah hampir semua terbentuk, kecuali Distrik Kwamki Narama.
“Distrik Kwamki Narama belum pembentukan karena belum semua kepala kampung dan Bamuskam hadir. Karena pembentukan koperasi merah putih berkaitan dengan dana desa dan itu harus ada kesepakatan antara pendamping, aparat kampung dan Bamuskam,” katanya saat dikonfirmasi melalui telepon.
Untuk mekanisme pembentukan koperasi merah putih kata Yoga secara teknis akan didampingi oleh Dinas Koperasi.
“Karena Dinas Koperasi dan DPMK akan gencar sampai menjangkau semua distrik baik pesisir, pegunungan dan dalam kota,” katanya.
Ia pun berharap pembentukan koperasi ini semaksimal mungkin sesuai syarat yang ada bisa terbentuk. (IT)








