Menu

Mode Gelap
Perkuat Layanan Kesehatan di Pedalaman, Wilhelmus Pigai Serahkan Bantuan Obat Kemenkes RI ke Puskesmas Wangbe 700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI OPINI : Menggugat ke PTUN Tak Cukup Bermodal Somasi TKT Group Timika Raih 15 Medali di Thyres Taekwondo Championship 2026 Ekspor Perdana Hasil Laut Mimika Jadi Langkah Baru Papua Tengah Menembus Pasar Global Pendidikan Jadi Kunci Masa Depan Papua, Meki Nawipa Apresiasi Beasiswa Puncak Cerdas

Headline

Tiba di Timika, Bupati Mimika Bertemu Dengan Puluhan Pekerja Yang Ditelantarkan PT HAL

Etty Welerbadge-check


					Tiba di Timika, Bupati Mimika Bertemu Dengan Puluhan Pekerja Yang Ditelantarkan PT HAL Perbesar

TIMIKA – Sebanyak 21 pekerja PT Honay Ajkwa Lorentz (HAL) yang ditelantarkan karena tidak ada kepastian ketika mengikuti pelatihan kerja dari perusahaan tersebut akhirnya tiba di Timika, Jumat (02/05/2025).

Bupati Mimika, Johannes Rettob yang bertemu langsung dengan puluhan pekerja saat tiba di Bandara Mozes Kilangin Timika, menyampaikan bahwa alasan pemerintah daerah memulangkan itu dikarenakan pemerintah daerah memiliki rasa kemanusiaan.

“Kami pemerintah pulangkan karena kami punya tanggungjawab dan punya jiwa kemanusiaan, apalagi kesemuanya adalah warga Mimika. Saya tidak mau kalian tinggal disana tidak jelas, apalagi perusahaannya tidak jelas,” ungkap Bupati dihadapkan puluhan pekerja yang ditelantarkan PT HAL.

Dengan persoalan seperti ini, Bupati Mimika berharap kedepannya jika ada perusahaan yang datang dan menawarkan pekerjaan itu terlebih dahulu para pencari kerja harus ditanyakan ke Pemda dalam hal ini Dinas Tenaga Kerja.

“Supaya memastikan betul apa tidak perusahaan ini ada. Ini menjadi pengalaman supaya kedepannya tidak terjadi hal serupa,” harap John.

Disampaikan Bupati Mimika bahwa setiap perusahaan yang masuk dan mau berdiri di daerah itu harus melaporkan kepada Pemerintah Daerah.

“Sampai hari ini perusahaan itu kami tidak tau dia ada dimana, siapa yang bertanggungjawab. Kami sudah cek di aplikasi perizinan, itu hanya alamatnya saja di Cilandak, tapi kantornya tidak ada,” ungkap John.

Lanjut John,”Perusahaan waktu launching itu kita dari Pemda tidak hadir, karena kita belum memberikan ijin apapun terkait dengan perusahaan itu,”sambung Bupati Mimika.

Bupati juga menegaskan bahwa Pemda kini lebih ketat terhadap perusahaan yang ingin merekrut tenaga kerja.

“Kemarin ada perusahaan yang datang tanpa dokumen resmi, saya tolak. Mungkin saja mereka pakai kalian ini untuk meyakinkan para investor lainnya, biasanya yang datang ini calo-calo,” tegasnya.

Sambung Bupati,”Kami sudah mulai curiga saat bilang mau lakukan pelatihan K3, termasuk K3 umum. Kenapa harus jauh-jauh keluar kota, sebenarnya bisa difasilitasi di Mimika,”ujarnya.

Sementara salah satu tim yang mewakili keluarga, Maria Kotorok menyampaikan terimakasih kepada Bupati Mimika yang sudah membantu memulangkan kesemua pekerja yang jadi korban dari PT HAL.

“Atas nama keluarga saya ucapkan terimakasih banyak kepada Bupati yang sudah kirim tim untuk pulangkan mereka sekaligus datang jemput,”ucapnya.

Ucapan yang sama juga disampaikan oleh tim advokasi, Victor Tsenawatme atas bantuan yang sudah diberikan oleh Pemda Mimika dengan memulangkan para pekerja.

“Kami dari tim advokasi ucapkan terimakasih banyak kepada pemerintah daerah dimana pa bupati sudah membantu pulangkan mereka. Kita berpikir bahwa mereka disana baik saja tapi faktanya ada 5 orang sakit. Jadi dengan apa yang sudah terjadi ini menjadi pengalaman buat kita semua,”ucapnya. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dekranasda Deiyai Hadiri HUT ke-46 Dekranas di Makassar, Bawa Misi Promosikan Kerajinan Lokal

7 Juli 2026 - 10:42 WIB

IMG 20260707 WA0028

Pemkab Mimika Mulai Rencanakan Perluasan TPU SP1, Pengadaan Lahan Masih Tahap Awal

7 Juli 2026 - 10:38 WIB

IMG 20260707 WA0026

Dirjen Perkebunan Tinjau Program Perkebunan di Nabire, Siapkan Peremajaan dan Perluasan Kakao 3.000 Hektare

7 Juli 2026 - 10:29 WIB

IMG 20260707 WA0020

Banyak Lapangan Terbang di Pedalaman Papua Belum Teramankan, Menjadi Celah Masuknya KKB 

7 Juli 2026 - 10:20 WIB

Screenshot 20260707 191728 Gallery

Perkuat Layanan Kesehatan di Pedalaman, Wilhelmus Pigai Serahkan Bantuan Obat Kemenkes RI ke Puskesmas Wangbe

7 Juli 2026 - 10:09 WIB

WhatsApp Image 2026 07 07 at 03.12.20
Trending di Hukrim